Ada yang janjian dengan oknum aparat, kata Susi Pudjiastuti
Elshinta
Kamis, 08 Desember 2016 - 06:22 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Ada yang janjian dengan oknum aparat, kata Susi Pudjiastuti
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
<p>Pelaku pencurian ikan masih terus mencari celah untuk dapat beraksi di berbagai kawasan perairan Indonesia, kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.</p><p>"Pencuri ikan tetap mencari celah, ada yang janjian dengan oknum aparat," kata Susi di Jakarta, Kamis (8/12).</p><p>Namun, menurut dia, saat ini kapal ikan asing yang menangkap ikan secara ilegal kebanyakan beroperasi di perbatasan karena sebagian besar kapal pencuri ikan tertangkap di kawasan itu.</p><p>Susi mengungkapkan, pencuri ikan dari berbagai negara nekad mencari celah karena mereka tahu pasti&nbsp; jumlah ikan di perairan negara mereka sudah sangat berkurang.</p><p>Susi mengemukakan, terakhir kali pihak aparat pemerintah menegakkan hukum dengan menenggelamkan kapal dalam jumlah besar adalah pada 17 Agustus 2016.</p><p>Sejak saat itu, ujar dia, aparat penegak hukum baik dari TNI AL, PSDKP KKP, Polair, sampai Bakamla telah menangkap 122 kapal pencuri ikan.</p><p>Sebelumnya, Susi berencana memperluas peran Satgas 115 dari hanya mengatasi pencurian ikan kepada menangani berbagai kejahatan di wilayah laut nasional.</p><p>"Satgas 115 akan diubah menjadi satgas yang diperluas untuk ocean crime (kejahatan kelautan)," kata Susi Kamis pekan lalu, sehingga satgas tidak hanya menindak penangkap ikan ilegal, tetapi untuk setiap kejahatan atau kriminalitas yang terkait dengan laut.</p><p>Susi menyadari illegal fishing tidak hanya soal ikan, tetapi juga berkaitan dengan kejahatan-kejahatan lainnya. "Yang lebih parah lagi, mereka juga dapat menyelundupkan narkoba dan senjata api," kata Susi. (Ant)</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pimpinan KPK Dilaporkan ke Polri, Baru BW yang Tersangka
Kamis, 20 Desember 2018 - 00:00 WIB
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Ronny Franky Sompie mengakui, dari semua Pimpinan KPK ya...
Jokowi Harus Segera Terbitkan SK Tim Tujuh
Kamis, 20 Desember 2018 - 00:00 WIB
Presiden RI Joko Widodo diminta segera menerbitkan SK terkait tim tujuh untuk efektivitas dalam mela...
Pesawat Air Asia Surabaya-Singapura Hilang Kontak
Kamis, 15 November 2018 - 00:00 WIB
Pesawat Air Asia diduga hilang kontak dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura pada Minggu (...
Warga negara Indonesia diimbau tidak kunjungi Suriah
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Kementerian Luar Negeri mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk tida...
Musim kemarau, waspadai daerah-daerah rentan karhutla
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Menghadapi musim kemarau tahun 2018, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaik...
DPR: Pemerintah awasi peredaran uang jelang pilkada
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah terus mengawasi peredaran uang menjelang Pemilihan ...
KPK kembali panggil saksi untuk tersangka Emirsyah
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi su...
Menkumham: 16 tahanan Labuhan Bilik belum ditemukan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyatakan 16 tahanan yang kabur dari ...
Kemenperin dongkrak tingkat inovasi Indonesia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga menyampaikan salah satu pendorong keberhasilan dalam upaya mengimple...
Hasil munas ulama PPP belum putuskan cawapres
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan yang diselenggarakan di Semarang, ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV