90 presen produk kacamata di Indonesia masih impor
Elshinta
Selasa, 22 November 2016 - 06:22 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
90 presen produk kacamata di Indonesia masih impor
<p>Ketua Gabungan Industri Alat Kesehatan dan Laboratorium&nbsp; Indonesia (Gakeslak), Sugihadi mengatakan, sekitar 90 persen produk kacamata dan alat kesehatan yang beredar di dalam negeri masih impor. Sementara sisanya berasal dari industri dalam negeri.</p><p>Hal ini terjadi katanya, akibat ketatnya persyaratan produksi&nbsp; yang diatur pemerintah karena berkaitan langsung dengan kesehatan manusia. Selain itu, faktor&nbsp; sumber daya manusia yang masih terbatas serta penguasaan teknologi yang masih minim memperparah mandegnya pengembangan industri ini.</p><p>“Kalau kita ingin memproduksi, syrakatnya sangat ketat dan kita harus mengikuti standar internasional. Makanya harus pelan-pelan. Kita harus mendatangkan partner dari luar negeri untuk transfer teknologinya,” ungkap Sugihadi saat keterangan pers soal pelaksanaan Pameran Internasional Indomedicare dan Indo Optical 2016, yang akan digelar di Pekan Raya Kemayoran, 23-25/11, di Kementerian Perindustrian, Senin (21/11).</p><p>Menurut Sugihadi, potensi pasar di dua industri sangat besar. Makanya, harus ada kemudahan bagi investor asing yang bermiat berinvestasi di dalam negeri khususnya untuk ketersediaan bahan baku yang hingga saat ini impor. KHususnya, bahan baku plastik dan komponen.</p><p>Menanggapi hal ini, Direktur Industri Tekstil dan Aneka, Kementerian Perindustrian, Muhdori, mengemukakan, untuk pengembangan industri kacamata mestinya harus ada harmonisasi antara impor dan produksi di dalam negeri.</p><p>“Ke depan, kalau kita bisa sudah bisa memproduksi baru kita bisa melakukan harmonisasi dengan impor. Kita tidak bisa serta merta menutup keran impor jika&nbsp; belum bisa produksi sendiri.”</p><p>Seperti impor alat kesehatan yang masih tinggi kata Muhdori, karena Indonesia belum bisa memproduksi&nbsp; karena dibutuhkan teknologi presisi yang tinggi. “Makanya, kalau setiap investasi yang masuk harus ada transfer teknologi. Kita menargetkan dalam 3 tahun ada transfer teknologi di SDM. Tentunya, standard an kualitas harus tinggi.”</p><p>Makanya, kata Muhdori, salah satu cara untuk meningkatkan potensi investasi di industri ini, melalui pameran yang akan digelar 23 November ini. Dengan adanya pameran ini, maka akan ada pertemuan antara investor lokal dan asing atau dengan partner masing-masing. Pameran ini akan diikuti sekitar105 perusahaan dari 15 negara.</p><p>Hal serupa juga diungkapkan Wenjoko Sidahrta satu-satunya produsen kacamata lokal yang hingga saat ini masih bertahan dngan gempuran kacamata impor yang nilainya mencapai 90 persen dimana 90 persen dari produk impor itupun illegal (KW).</p><p>“Pameran ini sebagai ajang yang sangat pas untuk promosi dan menjual produk lokal di negeri sendiri. Sekaligus memperkenalkan produk dan menemukan partner atau pemain dari luar negeri.”</p><p>Dia sendiri sebenarnya mengakui di Indonesia masih ada industri kacamata walaupun hanya satu. Maka dari itu, dia sangat mendukung upaya&nbsp; pemerintah untuk menarik minat investasi dari luar negeri ketimbang hanya mengimpor barang jadi. Apalagi di industri ini banyak menyerap tenaga kerja.</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mendag pastikan harga beras stabil hingga Ramadan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memastikan harga beras medium di seluruh wilayah In...
Wawancara lengkap Radio Elshinta dengan Kepala Bekraf, Triawan Munaf
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Bertempat di kantor Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di bilangan Medan Merdeka Selatan, Jakarta pada J...
Menpar minta Babel bertransformasi ekonomi ke pariwisata
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meminta Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan transform...
Pemerintah kaji penurunan batas maksimal transaksi tunai
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Pemerintah dan Bank Indonesia mempertimbangkan untuk menurunkan batas transaksi uang kartal dalam Ra...
Mendag lepas pengiriman beras Jatim ke delapan provinsi
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas keberangkatan truk-truk pembawa 24 ton beras dari Ja...
Mendag beberkan tiga kunci peningkatan ekspor
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membeberkan tiga kunci utama yang perlu dilakukan oleh pemer...
IHSG Kamis ditutup menguat 35,89 poin
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/4), ditutup menguat sebesar 35,89 ...
KKP: Eksportir perikanan Eropa tertarik komoditas Indonesia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo mengatakan, banyak eks...
Rupiah Kamis sore melemah ke Rp13.779
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (19/4) sore, bergerak melemah tip...
PT Antam Tbk luncurkan empat emas batangan motif batik
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, anggota holding industri pertambangan melalui Unit Bisnis Pe...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV