Pemindahan Pengungsi Pulau Manus dan Nauru Ke AS Tak Bisa Cepat
Elshinta
Rabu, 16 November 2016 - 06:22 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder | Editor : Administrator
Pemindahan Pengungsi Pulau Manus dan Nauru Ke AS Tak Bisa Cepat
(Courtesy: AustraliaPlus) Tak semua pengungsi akan dimukimkan sebelum Donald Trump resmi menjabat.
<p>Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan Australia mengkonfirmasi, butuh berbulan-bulan sebelum para pengungsi yang diterima Amerika Serikat, di bawah kesepakatan pemukiman baru, bisa mendarat di negeri Paman Sam itu.</p><p>Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, mengumumkan kesepakatan pemukiman pengungsi satu kali bagi penghuni rumah detensi Pulau Manus dan Nauru itu pada akhir pekan lalu.</p><p>PM Turnbull mengatakan, proses itu tak akan terburu-buru, dan pada Selasa (15/11), pejabat imigrasi mengkonfirmasi bahwa pemindahan itu akan membutuhkan waktu berbulan-bulan.</p><p>Wakil sekretaris Departemen Imigrasi Australia, Rachel Noble, mengatakan di depan rapat komite Senat bahwa dibutuhkan waktu berbulan-bulan –‘atau mungkin lebih lama bagi beberapa orang' -sebelum para pengungsi tiba di AS.</p><p>Sekretaris Departemen Imigrasi Australia, Michael Pezzullo, tak menutup kemungkinan bahwa beberapa pengungsi bisa dimukimkan sebelum Presiden terpilih Donald Trump menjabat pada bulan Januari.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Tak semua pengungsi akan dimukimkan kembali sebelum 20 Januari 2017. Kami bisa memastikan hal itu,&quot; sebut Michael Pezzullo.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Komentar itu muncul untuk menanggapi pertanyaan dari Senator Partai Buruh, Murray Watt, yang menyuarakan keprihatinannya atas nasib perjanjian tersebut di bawah pemerintahan Trump.</p><p>Michael mengatakan, pemukiman pengungsi dengan pendekatan yang berbeda merupakan hak pemerintahan AS yang baru , tetapi ia juga menambahkan bahwa "Australia memiliki kesepakatan dengan Pemerintah AS".</p><p>"Kami terus lanjut dengan dasar Pemerintah AS menghormati kewajibannya," utaranya.</p><p>Michael juga menegaskan jumlah akhir pengungsi yang dipindahkan akan diputuskan oleh pihak AS.</p><p>Ia mengatakan kepada para senator bahwa tidak ada batasan.</p><p>"Semua orang yang memenuhi syarat bisa mendaftar dan kemudian Pemerintah Amerika memutuskan, setelah mereka mengkaji pengajuan para pengungsi, berapa banyak pengungsi yang akan mereka ambil," jelasnya.</p><p>"Ini adalah pengaturan yang didasarkan pada proses, bukan pengaturan jumlah," imbuhnya.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p><strong>Informasi kunci:</strong></p> <p>• Pemerintah AS akan memutuskan jumlah akhir pengungsi yang akan dimukimkan</p> <p>• Pengungsi bisa mendaftar, AS akan meninjau pengajuan mereka</p> <p>• Pemerintah Australia melanjutkan kesepakatan ini atas dasar bahwa AS &quot;menghormati kewajibannya&quot;</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p><strong>Perubahan UU menarget orang-orang yang melarikan diri dari penganiayaan</strong></p><p>Michael juga ditanya tentang perubahan yang diajukan terhadap Undang-Undang Migrasi, mengesampingkan keterkaitan apapun dengan kesepakatan AS dalam tanggapannya.</p><p>Ia mengatakan, AS tak menyatakan kekhawatiran mereka terhadap perubahan tersebut, tak seperti Pemerintah Selandia Baru.</p><p>Sejumlah pejabat Departemen Imigrasi Australia juga memberi rincian tentang kebijakan menteri yang dimasukkan ke dalam perubahan tersebut. Mereka mengatakan bahwa ketika aturan itu ditindaklanjuti, ada langkah-langkah peninjauan kembali.</p><p>Tapi pengacara HAM, David Manne, menyuarakan keprihatinannya atas apa yang ia sebut sebagai "kekuasaan pribadi yang sepenuhnya tanpa batas".</p><p>David berbicara di hadapan Komite Senat dan berpendapat, perubahan undang-undang itu secara sengaja menghukum orang-orang yang melarikan diri dari penganiayaan.</p><p>Anna Talbot, penasehat hukum dan kebijakan di Aliansi Pengacara Australia, juga menyuarakan keprihatinannya akan kepraktisan perubahan undang-undang itu.</p><p>Ia mengatakan, orang-orang bernama mirip dengan mereka yang terikat di bawah aturan itu bisa terpengaruh.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2016-11-15/offshore-refugees-could-wait-months-before-heading-to-us/8026668" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p><p>Diterjemahkan: 17:50 WIB 15/11/2016 oleh Nurina Savitri.</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir Tanggap Soal Kunjungan Menteri Keuangan AS ke Tiongkok
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Makau Menentang Catatan HAM AS
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Aturan Hukum Seputar Foto Di Tempat Publik di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Bayangkan ini - Anda berada di rumah dan di halaman belakang bersama anak-anak Anda. Anda m...
Serangan Suriah: Kelompok pro jihadis di Indonesia 'berterima kasih' pada serangan AS
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Serangan sekutu AS ke Suriah tidak berdampak langsung pada Indonesia namun bagi kelompok pr...
Ekspor Anggur Australia Ke China Naik 16 Persen
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Angka ekspor minuman anggur (wine) dari Australia ke China mencapai angka tertinggi dalam 1...
Perempuan Palestina berada di garis depan protes anti-Israel
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Dalam pemandangan langka, perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan Jumat ...
Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk ...
Arab Saudi hancurkan rudal yang ditembakkan ke Jazan dari Yaman
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh g...
Bom di dalam stadion saat pertandingan: polisi terluka, 22 penonton ditahan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Seorang polisi perempuan terluka parah akibat ledakan bom di Stadion Vasil Levski saat pert...
Dilarikan ke UGD setelah menyantap cabai paling pedas di dunia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Di Indonesia banyak orang terobsesi pada makanan pedas -namun cabe paling pedas sedunia jus...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV