Lewat KAA, Indonesia menempatkan negara-negara berkembang di politik global
Elshinta
Senin, 20 April 2015 - 06:22 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Lewat KAA, Indonesia menempatkan negara-negara berkembang di politik global
Seorang tentara Indonesia berdiri di luar lokasi Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Indonesia, 19 April 2015.
<p>Konferensi Asia-Afrika pertama diadakan di Bandung pada tahun 1955 untuk mengupayakan kebebasan dari kekuasaan kolonial dan menolak pengaruh berlebihan dari dua negara kuat: AS dan Uni Soviet.</p><p>Pada peringatan ke-60 tahun di Jakarta dan Bandung, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir mengatakan fokus tahun ini berbeda.</p><p>“Menurut saya tema besarnya adalah pembangunan. Ini menjamin agar rakyat Asia dan Afrika bangkit dari kemiskinan dan mengurangi kesenjangan pembangunan antara Asia dan Afrika,” ujar Arrmanatha.<br><br>KAA pertama itu mendorong pembentukan Gerakan Non-Blok. Dengan berakhirnya perang dingin, sebagian pengamat mempertanyakan relevansi dari organisasi multi-nasional itu. Pertemuan-pertemuannya seringkali menghasilkan retorika anti-Barat namun tidak menelurkan program kerja sama.</p><p>Tahun ini, Presiden Joko Widodo ingin memberi negara-negara berkembang sebuah kerangka kerja baru berdasarkan kerja sama dan pembangunan. Dalam konferensi itu, penyelenggara akan mengupayakan peningkatan kerja sama Selatan-Selatan; istilah yang berarti kerjasama langsung antar negara berkembang, dan kerjasama yang melibatkan negara-negara berkembang dan negara-negara Barat yang maju untuk memberikan bantuan.</p><p>Dian Triansyah Djani, seorang pejabat tinggi pada Kementerian Luar Negeri menjelaskan bagaimana negaranya, dengan pendanaan dan dukungan dari Norwegia, memberikan 45 program bantuan ke Afghanistan dalam bidang kesehatan, pendidikan dan pertanian, dan lain-lain. Dia mengatakan tidak ada satu negara pun yang dapat melakukannya sendiri.</p><p>“Keperluannya besar dan program-program yang perlu dijalankan juga banyak sehingga Indonesia atau negara berkembang manapun tidak akan bisa melakukannya sendiri tanpa kerja sama dengan negara-negara maju,” katanya.</p><p>Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Stig Traavik mengatakan negara-negara Muslim bisa lebih memahami pengalaman Indonesia dalam pembangunan dan demokrasi sebagai negara mayoritas Muslim di dunia.</p><p>“Indonesia punya pengaruh besar dalam hal pragmatisme, toleransi dan moderasi,” kata Stig Traavik.<br><br>Penyelenggara juga mengatakan mereka ingin meningkatkan kekuatan dan pengaruh negara-negara berkembang di PBB, meskipun Tiongkok, Prancis, Rusia, Inggris dan AS memegang hak veto sebagai anggota tetap Dewan Keamanan.</p><p>Hari Selasa (21/4), kepala-kepala negara dari China, Jepang, Afrika Selatan, Ethiopia dan Pakistan dijadwalkan akan berpidato dalam konferensi itu. (VOA)</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pimpinan KPK Dilaporkan ke Polri, Baru BW yang Tersangka
Kamis, 20 Desember 2018 - 00:00 WIB
<P>Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Ronny Franky Sompie mengakui, dari semua Pimpin...
Jokowi Harus Segera Terbitkan SK Tim Tujuh
Kamis, 20 Desember 2018 - 00:00 WIB
<P>Presiden RI Joko Widodo diminta segera menerbitkan SK terkait tim tujuh untuk efektivitas d...
Pesawat Air Asia Surabaya-Singapura Hilang Kontak
Kamis, 15 November 2018 - 00:00 WIB
<P>Pesawat Air Asia diduga hilang kontak dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura pada...
Warga negara Indonesia diimbau tidak kunjungi Suriah
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Kementerian Luar Negeri mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warga negara Indonesia (WNI) u...
Musim kemarau, waspadai daerah-daerah rentan karhutla
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Menghadapi musim kemarau tahun 2018, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) m...
DPR: Pemerintah awasi peredaran uang jelang pilkada
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah terus mengawasi peredaran uang menjelang P...
KPK kembali panggil saksi untuk tersangka Emirsyah
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil saksi dalam penyidikan tindak pidana k...
Menkumham: 16 tahanan Labuhan Bilik belum ditemukan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyatakan 16 tahanan yang ka...
Kemenperin dongkrak tingkat inovasi Indonesia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Menteri Perindustrian Airlangga menyampaikan salah satu pendorong keberhasilan dalam upaya ...
Hasil munas ulama PPP belum putuskan cawapres
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan yang diselenggarakan di S...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)