Kaum muda gelar aksi bersih sampah di Takengon, Aceh
Elshinta
Minggu, 19 April 2015 - 06:22 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Kaum muda gelar aksi bersih sampah di Takengon, Aceh
Relawan FPLKDLT gelar aksi bersih sampah danau laut tawar dan bantaran sungai Takengon. (VOA/Budi Nahaba) Relawan FPLKDLT gelar aksi bersih sampah danau laut tawar dan bantaran sungai Takengon. (VOA/Budi Nahaba)
<p>Puluhan aktivis dari sejumlah organisasi hari Minggu (19/4) menggelar aksi bersih guna mengurangi sampah yang mencemari kawasan sekitar danau laut tawar, Kota Takengon.</p><p>Beberapa analis mengatakan, Aceh merupakan salah satu wilayah dengan resiko bencana dan krisis ekologi terbesar di Sumatera, selain meningkatnya berbagai kasus pencemaran sampah dan limbah perkotaan, ekosistem danau dan sungai-sungai di Aceh juga ikut terganggu, diduga karena rusaknya hutan oleh praktik pertambangan dan pembukaan perkebunan skala besar di provinsi itu.</p><p>Salah seorang koordinator aksi bersih sampah danau, Melda Mailida mengatakan hari Minggu (19/4) di Takengon, aksi bersih danau dari limbah dan sampah merupakan inisiasi sejumlah komunitas dan organisasi, yang bergabung dalam Forum Peduli Lingkungan dan Kelestarian Danau Laut Tawar (FPLKDLT) .</p><p>“Semakin banyak forum (relawan) yang mendukung, siapapun yang bergabung ya kita senang sekali, lebih banyak relawan seperti yang hari ini. Kan soal sampah bukan soal jenjang pendidikan seseorang, tetapi soal kesadaran, itu yang kita giatkan. Di sini kita kerjasama dengan pemuda dan kepala desa,” katanya.</p><p>Beberapa organisasi yang bergabung dalam forum, di antaranya Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia KAMMI, BEM Universitas Gajah Putih, BEM STAIN Gajah Putih, Forum Mahasiswa Gayo Lues (Formagalus), sektor swasta dan relawan Suara Danau Laut Tawar (SDLT) Aceh Tengah. Gotong royong relawan FPLKDLT Aceh Tengah dalam aksi bersih sampah danau berlangsung jam 09.00-12.00 WIB.</p><p>Dengan melibatkan lebih banyak relawan, tambah Melda, kegiatan bersih sampah di sungai dan danau laut tawar direncanakan lebih terjadwal dan akan berlangsung reguler, minimal dua pekan sekali.</p><p>Gerakan edukasi berbasis warga juga sedang dirintis, ke depan beberapa desa sekitar sungai dan danau akan dijadikan model desa “hijau”, desa yang warganya memiliki kesadaran dan kepedulian tinggi dalam menjaga ekosistem danau dan sungai di kabupaten Aceh Tengah.</p><p>“Kalau ada potensi bermitra dengan pemerintah, program mereka kita akan dukung, seperti program daur ulang sampah, membuat kerajinan dari sampah agar warga memiliki nilai tambah ekonomi,” tambah Melda.</p><p>Kepala Kampung (Gayo: Reje) Asir Asir Asia Takengon Syarif Tarigan memuji inisiasi kaum muda bersama warga setempat bergotong royong membersihkan sampah demi kelestarian danau dan sungai di wilayahnya.</p><p>Syarif mengatakan, “Kami cukup senang dan bangga, belum lama ini kami gotong royong juga dengan Camat, Kapolsek dan Danramil serta warga. Kesadaran warga mulai tumbuh, pemilik kerambah (sekitar danau) harus bersih kerambahnya.”</p><p>Beberapa jenis sampah yang menimbun di tepian danau dan bantaran sungai disekitarnya yang dikumpulkan Minggu (19/4), terdiri dari sampah plastik, botol air kemasan, kaleng dan besi bekas, potongan kayu, serta berbagai bahan pecah belah.</p><p>Seorang warga kampung Asirasir Asia, Cek Juanda (37) mengaku, kesadaran warga perlu lebih ditingkatkan, karena masih banyak warga yang buang sampah sembarangan di bantaran dan sekitar danau laut tawar.</p><p>Juanda menambahkan, ia cukup setuju kampungnya dijadikan desa model untuk kegiatan pelestarian danau. Juanda mengaku, kampung Asirasir Asia Takengon merupakan kampung pecinaan, mencapai 300 kepala keluarga berdarah Tionghoa menetap turun temurun di Takengon.</p><p>Juru bicara pemerintah Aceh Tengah Mustafa Kamal mengapresiasi upaya kolektif kaum muda dalam perlindungan dan kelestarian ekosistem danau dan sungai di Aceh Tengah.</p><p>“Karena masyarakat berperan aktifkan, semoga jadi contoh teladan, kalau pemerintah lebih ketindakan penyuluhan, sementara dinas kebersihan terkait juga melakukan kegiatan di sekitar sungai Peusangan, tepian danau dari sendimentasi tanah, enceng gondok dan sampah,” ujarnya.</p><p>Beberapa analis regional khawatir, wilayah-wilayah kawasan pegunungan tengah provinsi Aceh semakin rapuh dan berpotensi menghadapi ancaman bencana dan krisis ekologi yang lebih merugikan di masa depan, diduga kondisi hutan yang hancur karena pembalakan liar, industri perkebunan besar-besaran, perburuan satwa, serta rusaknya sumber air danau dan sungai karena pencemaran sampah dan limbah.</p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://i.froala.com/download/bcbce33a0c8522de070bb264824e0ab8d38260ec.jpg?1429455138" width="583"></p><p>Aktivis lingkungan mendesak, agar konsorsium global dan mitranya perlu lebih cepat mewujudkan program-program konservasi dan mitigasi kebencanaan di Indonesia, baik sektor kehutanan maupun kelautan, utamanya mewujudkan kemitran yang lebih adil, lebih menyentuh rakyat dan otoritas lokal, demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan, selaras dengan upaya-upaya penyelamatan ekosistem global dan iklim bumi.</p><p>Pakar mengatakan, kawasan ekosistem danau Laut Tawar, salah satu kawasan yang cukup diminati masa Hindia Belanda, dirintis jadi kawasan perkebunan kopi masa itu. Danau Laut Tawar menjadi sumber kehidupan warga Gayo, salah satu entitas dengan kebudayaan tertua di Aceh, mayoritas rakyatnya kini berprofesi sebagai petani kopi, sayur-sayuran dan buah-buahan.</p><p>Data otoritas lokal menyebut, Danau Laut Tawar mengaliri Lebih 17 sungai kecil dan besar yang bermuarake seluruh wilayah Aceh, sungai-sungai itu menjadi tempat bergantungnya lebih empat juta warga di kawasan pesisir Aceh, tempat hidup berbagai satwa, harimau, badak, orangutan dan gajah serta berbagai spesies langka lainnya. Sebagai salah satu objek wisata destinasi unggulan nasional, wilayah Danau Laut Tawar dan sekitar merupakan bagian dari ekosistem Leuser kawasan tutupan hutan hujan tropis dunia yang tak tergantikan. (VOA Indonesia)</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sudah Lima Hari, Banjir di Gresik Mulai Surut
Kamis, 20 Desember 2018 - 00:00 WIB
<P>Banjir luapan air Kali Lamong yang mengenangi 12 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Gresik...
UU Desa Belum Cocok Diterapkan di Bali
Senin, 19 November 2018 - 00:00 WIB
<P>Gubernur Bali I Made Mangku Pastika menanggapi serius Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014...
Semarak `pasar kaget politik` di Depok
Minggu, 22 April 2018 - 02:04 WIB
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok bikin acara unik yaitu pasar kaki lima ala betawi di ...
Menteri Rini Soemarno ingin petambak udang Muara Gembong sejahtera
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau tambak udang di kawasan Perhutanan Sosial Muara Gembong...
PVMBG: Gempa Banjarnegara akibat aktivitas sesar darat
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM memperkirakan penyebab gemp...
Wanita Sumut didorong untuk produktif membantu pembangunan Sumut
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Wanita Sumatera Utara didorong untuk menjadi wanita yang produktif membantu bapak-bapak dal...
Siap kembalikan kejayaan Cibaduyut, Kang Hasan sambangi pengrajin sepatu
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Pengrajin sandal dan sepatu Cibaduyut, Kota Bandung, memang sudah terkenal di Nusantara. Da...
Penyelundupan 1,5 juta batang rokok ilegal digagalkan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Bea Cukai Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menggagalkan peny...
KPU Purwakarta tetapkan DPT 656.256 orang
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, hari ini Kamis (19/4) menetapkan DPT...
Mendikbud jenguk korban tembok runtuh di Cirebon
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjenguk Tri Intan Apriani,...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)