Kapal Cina tenggelam, 21 orang dipastikan tewas
Elshinta
Sabtu, 17 Januari 2015 - 15:02 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
Kapal Cina tenggelam, 21 orang dipastikan tewas
<content type="xhtml" xml:lang="id"> <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" dir="ltr"> <div class="bbc-image" itemscope="itemscope" itemtype="http://schema.org/ImageObject"> <img alt="" height="147" itemprop="contentUrl" src="http://ichef.bbci.co.uk/wsimagechef/ic/261x147/amz/worldservice/live/assets/images/2015/01/17/150117082746_kapal_cina_624x351_epa_nocredit.jpg" width="261"/> <p class="bbc-caption">Kapal terbalik di sungai Yangtze, Cina, ketika sedang menjalani uji coba di provinsi Jiangsu. </p> <meta content="epa" itemprop="copyrightHolder"/> </div> <p>Pemerintah Cina mengatakan 21 orang dipastikan tewas setelah sebuah kapal penarik terbalik di sungai Yangtze di wilayah timur Cina.</p> <p>Kapal, yang mengangkut 25 orang, terbalik pada Kamis (15/01) ketika tengah menjalani uji coba di provinsi Jiangsu, Cina.</p> <p>Delapan orang warga asing berada di atas kapal tersebut, termasuk warga Singapura, Malaysia, dan Jepang.</p> <p>Tiga orang, yang semuanya warga Cina, berhasil diselamatkan dan seorang lagi sedang dilakukan pencarian, kata Kantor berita Xinhua.</p> <p>Kapal yang memilik nama <em>Wanshenzhou 67</em> ini terdaftar di Singapura.</p> <p>Salah seorang korban yang berhasil diselamatkan pada Jumat (16/01) pagi, Wang Chenhua, mengatakan, kapal itu terbalik ketika mengambil barang untuk persiapan pelayaran percobaan.</p> <p>"Tiba-tiba kapal terbalik," kata Wang, yang berada di ruang kemudi bersama seorang insinyur Jepang berusia 60 tahun.</p> <p>Dia mengatakan, air sungai tiba-tiba memenuhi ruangan kemudi "dalam hitungan 20 detik". Wang selamat dengan memegang pompa hidrolik yang tidak terendam.</p> <p>Wang mengaku sempat memberikan pertolongan pada pria Jepang itu, tetapi terlepas saat kapal tenggelam.</p> </div> </content>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir Tanggap Soal Kunjungan Menteri Keuangan AS ke Tiongkok
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Makau Menentang Catatan HAM AS
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Aturan Hukum Seputar Foto Di Tempat Publik di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Bayangkan ini - Anda berada di rumah dan di halaman belakang bersama anak-anak Anda. Anda melihat te...
Serangan Suriah: Kelompok pro jihadis di Indonesia 'berterima kasih' pada serangan AS
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Serangan sekutu AS ke Suriah tidak berdampak langsung pada Indonesia namun bagi kelompok pro jihadis...
Ekspor Anggur Australia Ke China Naik 16 Persen
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Angka ekspor minuman anggur (wine) dari Australia ke China mencapai angka tertinggi dalam 10 tahun t...
Perempuan Palestina berada di garis depan protes anti-Israel
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Dalam pemandangan langka, perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan Jumat (13/4) de...
Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk maka itu ...
Arab Saudi hancurkan rudal yang ditembakkan ke Jazan dari Yaman
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh gerilyawan...
Bom di dalam stadion saat pertandingan: polisi terluka, 22 penonton ditahan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Seorang polisi perempuan terluka parah akibat ledakan bom di Stadion Vasil Levski saat pertandingan ...
Dilarikan ke UGD setelah menyantap cabai paling pedas di dunia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Gara-gara makan cabai yang tingkatr pedasnya 30-50 kali lipat dibanding cabe rawit paling pedas, seo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV