Ilmuwan Percaya Vaksin Polio Sintetis Bisa Hilangkan Polio
Elshinta
Selasa, 17 Februari 2015 - 03:44 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Ilmuwan Percaya Vaksin Polio Sintetis Bisa Hilangkan Polio
Seorang petugas medis di Pakistan memberikan vaksin polio bagi seorang anak di Islamabad, 8 Desember 2014.
Pengembangan vaksin polio oral lebih dari 50 tahun lalu berjasa untuk membasmi penyakit itu di seluruh dunia. Sekarang para ilmuwan menanti hari di mana penyakit itu tidak ada lagi, bahkan di luar laboratorium.<br><br>Untuk mempercepat datangnya hari itu, para ilmuwan di Inggris mengembangkan vaksin polio sintetis. Vaksin ini bekerja seperti vaksin sebelumnya yang dibuat dari virus hidup yang dilemahkan, tapi vaksi ini mengandung partikel-partikel sintetis di dalam kulit virus.<br><br>Vaksin buatan manusia ini meniru struktur virus polio, agar bisa meningkatkan respons kekebalan yang kuat pada manusia. Dan karena vaksin ini tidak mengandung pathogen, tidak ada resiko paparan, bahkan dalam kasus-kasus tidak sengaja selama proses pembuatan.<br><br>Dave Stuart adalah seorang professor biologi struktural di Oxford University dan direktur ilmu hayat di Diamond Light Source, sebuah fasilitas berteknologi tinggi yang menggunakan sinar X dan teknik spektroskopi untuk membuat vaksin sintetis.<br><br>Keuntungan vaksin buatan manusia<br><br>Stuart mengatakan vaksin polio buatan manusia bisa mengurangi infeksi sementara mikroba mati pada akhirnya.<br><br>"Yang kita coba untuk pikirkan sekarang adalah bagaimana kita bisa sampai di titik di mana kita tidak perlu lagi melakukan vaksinasi," katanya.<br><br>"Bila vaksinnya bukan virus, berarti kita punya kesempatan untuk tidak memproduksi virus dan tidak membiarkan virus menyebar di lingkungan kita. Walaupun sulit, tapi kita bisa berharap nantinya kita bisa membasmi virus tersebut. Lalu vaksinasi bisa dihentikan, karena virusnya sudah hilang," kata Stuart.<br><br>Vaksin polio sintetis dibuat berdasarkan inovasi serupa, vaksin buatan manusia yang efektif untuk membasmi penyakit kaki dan mulut.<br><br>Stuart mengatakan para ilmuwan telah membuat komponen vaksin polio baru tersebut, yang sedang menanti penelitian tentang apakah vaksin itu efektif atau tidak. Vaksin itu sendiri mudah untuk dibuat dan dipasarkan, tambahnya lagi.<br><br>Penelitian yang didanai oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan Yayasan Bill dan Melinda Gates, dipresentasikan hari Jumat (13/2) pada pertemuan tahunan Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan di California. <br>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kelima aktivitas ini adalah olahraga terbaik untuk tubuh anda
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Siapa sih yang tidak menginginkan bentuk tubuh yang ideal dan proporsional? Banyak di antara kita ya...
Menkes resmikan dua puskesmas perbatasan di Kalimantan Barat
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek meresmikan dua puskesmas di daerah perbatasan Kalimantan Barat, Ra...
Metanol minuman keras oplosan sebabkan kebutaan-kematian
Kamis, 12 April 2018 - 01:00 WIB
Kandungan metanol atau alkohol industri yang terdapat dalam minuman keras (miras) oplosan dan telah ...
Penelitian: Konsumsi makanan cepat saji seperti memberi tubuh infeksi bakteri
Rabu, 11 April 2018 - 01:30 WIB
Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi makanan cepat saji seperti memberi tubuh Anda infeksi ...
Dinkes: Pengidap penyakit HIV di Kolaka meningkat
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyatakan bahwa jumlah pengidap penyakit HIV d...
Khasiat buah beri, turunkan berat badan hingga tangkal kanker
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
Buah beri mengandung antioksidan dan polifenol yang bagus untuk sistem pencernaan dan membantu menur...
Jus jeruk kurang baik untuk sarapan
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
Jus jeruk sepertinya tidak cocok untuk sarapan, karena hasil studi menunjukkan konsumsi fruktosa bua...
Daging merah picu kanker usus besar pada wanita
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
Konsumsi daging merah ternyata berhubungan dengan peningkatan risiko kanker usus besar pada wanita, ...
IDI: Metode cuci otak dr Terawan harus diuji klinis lagi
Senin, 09 April 2018 - 06:16 WIB
Ketua Umum PB IDI Prof Ilham Oetama Marsis, SpoG mengatakan bahwa metode cuci otak dr Terawan harus...
Terapi otak dr Terawan tak perlu testimoni
Senin, 09 April 2018 - 06:16 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof Ilham Oetama Marsis, SpOG menyatakan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV