Masih ada 'opsi hukum' lain kata PM Abbott
Elshinta
Selasa, 17 Februari 2015 - 01:04 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
Masih ada 'opsi hukum' lain kata PM Abbott
<content type="xhtml" xml:lang="id"> <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" dir="ltr"> <p>Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan masih ada 'opsi-opsi hukum' yang tersedia dalam kasus dua warga Australia yang dijatuhi hukuman mati di Indonesia.</p> <p>Andrew Chan dan Myuran Sukumaran diganjar hukuman mati karena penyelundupan narkoba dan pelaksanaan hukuman mati mereka dapat dilaksanakan segera.</p> <p>Laporan-laporan media mengatakan pada hari Senin (16/02) bahwa para pengacara untuk kedua pria ini telah menulis kepada pihak peradilan di Indonesia dengan menuduh para hakim meminta sogokan sebagai imbalan hukuman yang lebih ringan.</p> <p>Pihak peradilan di Indonesia belum secara resmi mengomentari pernyataan ini.</p> <p>Bagaimanapun PM Abbot menolak memberikan komentar langsung atas dugaan yang dilaporkan media tersebut dan menegaskan pemerintah Australia tetap berupaya mengirim perwakilan ke Indonesia terkait eksekusi itu.</p> <p>Chan dan Sukumaran -bersama dengan tujuh orang Australia lainnya- ditangkap di Bali tahun 2005 karena mencoba menyelundupkan lebih dari 8,3kg heroin dari Indonesia ke Australia.</p> <p>Kedua pria ini kemudian diketahui merupakan pemimpin kelompok dan dijatuhi hukuman mati.</p> <p>Para politisi senior Australia dengan aktif sudah mengkampanyekan agar Indonesia <a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150212_australia_bishop_eksekusi"> memberikan grasi kepada kedua tahanan tersebut</a>.</p> </div> </content>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir Tanggap Soal Kunjungan Menteri Keuangan AS ke Tiongkok
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Makau Menentang Catatan HAM AS
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Aturan Hukum Seputar Foto Di Tempat Publik di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Bayangkan ini - Anda berada di rumah dan di halaman belakang bersama anak-anak Anda. Anda melihat te...
Serangan Suriah: Kelompok pro jihadis di Indonesia 'berterima kasih' pada serangan AS
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Serangan sekutu AS ke Suriah tidak berdampak langsung pada Indonesia namun bagi kelompok pro jihadis...
Ekspor Anggur Australia Ke China Naik 16 Persen
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Angka ekspor minuman anggur (wine) dari Australia ke China mencapai angka tertinggi dalam 10 tahun t...
Perempuan Palestina berada di garis depan protes anti-Israel
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Dalam pemandangan langka, perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan Jumat (13/4) de...
Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk maka itu ...
Arab Saudi hancurkan rudal yang ditembakkan ke Jazan dari Yaman
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh gerilyawan...
Bom di dalam stadion saat pertandingan: polisi terluka, 22 penonton ditahan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Seorang polisi perempuan terluka parah akibat ledakan bom di Stadion Vasil Levski saat pertandingan ...
Dilarikan ke UGD setelah menyantap cabai paling pedas di dunia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Gara-gara makan cabai yang tingkatr pedasnya 30-50 kali lipat dibanding cabe rawit paling pedas, seo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV