Anak Muda Indonesia Produksi Pakaian Yoga di San Francisco
Elshinta
Selasa, 17 Februari 2015 - 00:19 WIB | Penulis : Administrator | Editor : Administrator
Anak Muda Indonesia Produksi Pakaian Yoga di San Francisco
InYo, kependekan dari Indonesia Yoga adalah pemain baru dalam bisnis industri pakaian yoga di Amerika. Namun di usianya yang baru 1,5 tahun, produk “InYo” sudah merambah, tak hanya Amerika tapi juga manca negara termasuk Indonesia.<br><br>Rachel Frey pendiri dan pemilik “InYo” memilih nama itu untuk lini pakaian yoganya sebagai suatu penghormatan kepada ibunya dan warisan leluhur Indonesianya dan ia ingin Indonesia menjadi bagian dari produknya. Singkatnya, ia ingin Indonesia menjadi bagian dari “InYo” yang merupakan kependekan dari “Indo Yoga”.<br><br>Salah satu penggemar setia “InYo” di Indonesia adalah Dini, instruktur dan pemilik studio yoga di Jakarta.<br><br>“Saya jatuh cinta karena bahan yang digunakan beda dengan bahan legging lain yang pernah saya punya, bahan produk “InYo” lebih nyaman, kalau untuk saya rasanya seperti sutra di dalam kulit, tetapi tidak bikin gerah, jadi bahannya cepat kering, tidak terlalu tebal dan nyaman ketika dipakai berolahraga, dan juga mengikuti bentuk tubuh", kata Dini Maharani Suskandi, salah satu pelanggan “InYo” di Jakarta.<br><br>Selain nyaman dipakai, celana yoga “InYo” juga tampil dengan corak dan warna yang cerah, yang menjadikannya berbeda dari produk yang sudah ada sebelumnya.<br><br>Robin Tosick, pemilik “Savvy Yogi” dan pelanggan “InYo” yang lain mengatakan, “Saya sangat suka dengan celana yang bermotif. Dulu saya selalu menggunakan warna hitam, atau satu warna untuk celana yoga, tapi saya selalu menginginkan sesuatu yang lebih menarik, dan ketika saya bertemu Rachel dan menemukan celana yoganya, saya senang. Akhirnya saya bisa berekspresi melalui warna dan bisa padu padan dengan atasan yang berbeda-beda", katanya pada VOA, dikutip Selasa (17/2).<br><br>Rachel menambahkan, “Celana yoga kami punya karet di bagian pantat, jadi memberikan siluet yang manis terhadap bentuk badan. Saya pikir yang unik tentang “InYo” adalah produk ini diciptakan oleh seseorang yang merancang pola, jadi saya banyak menghabiskan waktu dan tenaga saya untuk memastikan produk ini nyaman dipakai.”<br><br>“InYo” lahir dari ide Rachel Frey, anak muda keturunan Indonesia Amerika di San Francisco. Ia memulai bisnis ini melalui situs pencari modal, Kickstarter, yang berhasil memberinya modal awal sebesar 28 ribu dolar.<br><br>Rachel yang sudah jatuh cinta dengan menjahit sejak usia 7 tahun dan pernah mengambil kelas membuat pola, kemudian menjalankan sendiri perusahaannya, mulai dari mendesain hinga memasarkannya.<br><br>“Saya melakukan semuanya, menyortir bahan, memilih warna, mengirim, semua saya lakukan sendiri. Lalu saya punya pabrik di San Francisco yang membantu saya untuk menjahit. Dan itu satu-satunya bagian yang tidak saya lakukan sendiri, saya mempekerjakan orang lain untuk melakukannya,” kata Rachel.<br><br>Dengan menekan biaya operasional dan promosi melalui media sosial seperti Instagram, “InYo” mampu menjual produknya dengan harga lebih murah dari pesaingnya.<br><br>Kunci sukses anak muda berusia 29 tahun lulusan Universitas North Western, Chicago, jurusan Teknik Material ini adalah menjalani hal yang memang sesuai minatnya.<br><br>“Satu hal yang saya pelajari adalah, saat kita melakukan sesuatu yang benar-benar kita suka, kita kemudian menemukan jalan untuk membuatnya berhasil. Kedengarannya mungkin klise, tapi sudah terbukti berkali-kali,” kata Rachel menutup perbicangan dengan VOA.<br><br>Kini produk “InYo” memiliki 7 corak berbeda yang dapat dibeli online di inyowear.com.<br>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir Tanggap Soal Kunjungan Menteri Keuangan AS ke Tiongkok
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Makau Menentang Catatan HAM AS
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Aturan Hukum Seputar Foto Di Tempat Publik di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Bayangkan ini - Anda berada di rumah dan di halaman belakang bersama anak-anak Anda. Anda melihat te...
Serangan Suriah: Kelompok pro jihadis di Indonesia 'berterima kasih' pada serangan AS
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Serangan sekutu AS ke Suriah tidak berdampak langsung pada Indonesia namun bagi kelompok pro jihadis...
Ekspor Anggur Australia Ke China Naik 16 Persen
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Angka ekspor minuman anggur (wine) dari Australia ke China mencapai angka tertinggi dalam 10 tahun t...
Perempuan Palestina berada di garis depan protes anti-Israel
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Dalam pemandangan langka, perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan Jumat (13/4) de...
Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk maka itu ...
Arab Saudi hancurkan rudal yang ditembakkan ke Jazan dari Yaman
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh gerilyawan...
Bom di dalam stadion saat pertandingan: polisi terluka, 22 penonton ditahan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Seorang polisi perempuan terluka parah akibat ledakan bom di Stadion Vasil Levski saat pertandingan ...
Dilarikan ke UGD setelah menyantap cabai paling pedas di dunia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Gara-gara makan cabai yang tingkatr pedasnya 30-50 kali lipat dibanding cabe rawit paling pedas, seo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV