Charlie Hebdo bela keputusan pasang kartun Nabi Muhammad
Elshinta
Rabu, 14 Januari 2015 - 02:59 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
Charlie Hebdo bela keputusan pasang kartun Nabi Muhammad
<content type="xhtml" xml:lang="id"> <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" dir="ltr"> <p>Wartawan majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, membela keputusan memasang kartun Nabi Muhammad di edisi pertama mingguan ini setelah diserang oleh dua orang bersenjata pekan lalu.</p> <p> <a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150113_dunia_charliehebdo_sampul.shtml"> Edisi dengan sampul Nabi Muhammad</a> ini terbit hari Rabu (14/01) dan dicetak tak kurang dari tiga juta eksemplar.</p> <p>Biasanya Charlie Hebdo hanya dicetak sekitar 60.000 kopi.</p> <p>Para wartawan majalah ini mengatakan sampul ini lembut, jenaka, dan menggambarkan semangat yang ingin dibawa oleh Charlie Hebdo.</p> <p>Sepuluh wartawan Charlie Hebdo, termasuk pemimpin redaksi, tewas dalam <a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/lapsus_charlie_hebdo"> serangan yang dilancarkan dua pria bersenjata</a>.</p> <h2>Menangis</h2> <p>Para wartawan yang selamat dari serangan orang-orang berhaluan Islam ini memutuskan memasang gambar Nabi Muhammad menangis dan memegang poster yang berbunyi "Je suis Charlie" ("Saya adalah Charlie").</p> <p>Di atas gambar ini ada tulisan yang berbunyi "semuanya dimaafkan".</p> <p>"Ini bukan sampul yang diinginkan dunia tetapi yang kami inginkan. Bukan yang diinginkan para teroris, sebab tidak ada teroris di dalamnya," kata kartunis Charlie Hebdo yang dikenal dengan nama Luz.</p> <p>"Hanya ada gambar orang yang menangis. Itu gambar Mohammad. Saya minta maaf kami harus menggambarnya lagi. Tetapi Mohammad yang kita gambar sedang menangis. Tak lebih dari itu," jelasnya.</p> <p>Sejumlah lembaga pemberitaan di dunia, termasuk BBC, memutuskan untuk memasang ulang kartun tersebut.</p> <p>Menanggapi keputusan redaksi Charlie Hebdo ini, otoritas Islam di Mesir menyebutkan sebagai "provokasi yang tidak bisa diterima".</p> </div> </content>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir Tanggap Soal Kunjungan Menteri Keuangan AS ke Tiongkok
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Makau Menentang Catatan HAM AS
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Aturan Hukum Seputar Foto Di Tempat Publik di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Bayangkan ini - Anda berada di rumah dan di halaman belakang bersama anak-anak Anda. Anda melihat te...
Serangan Suriah: Kelompok pro jihadis di Indonesia 'berterima kasih' pada serangan AS
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Serangan sekutu AS ke Suriah tidak berdampak langsung pada Indonesia namun bagi kelompok pro jihadis...
Ekspor Anggur Australia Ke China Naik 16 Persen
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Angka ekspor minuman anggur (wine) dari Australia ke China mencapai angka tertinggi dalam 10 tahun t...
Perempuan Palestina berada di garis depan protes anti-Israel
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Dalam pemandangan langka, perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan Jumat (13/4) de...
Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk maka itu ...
Arab Saudi hancurkan rudal yang ditembakkan ke Jazan dari Yaman
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh gerilyawan...
Bom di dalam stadion saat pertandingan: polisi terluka, 22 penonton ditahan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Seorang polisi perempuan terluka parah akibat ledakan bom di Stadion Vasil Levski saat pertandingan ...
Dilarikan ke UGD setelah menyantap cabai paling pedas di dunia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Gara-gara makan cabai yang tingkatr pedasnya 30-50 kali lipat dibanding cabe rawit paling pedas, seo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)