Mendag bahas pengesahan RUU RCEP dan IK CEPA bersama DPR

Elshinta
Rabu, 06 Juli 2022 - 11:10 WIB |
Mendag bahas pengesahan RUU RCEP dan IK CEPA bersama DPR
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan seusai meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Kosambi di Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/6/2022). ANTARA/Ajat Sudrajat

Elshinta.com - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengesahan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) bersma Komisi VI DPR RI.

“Persetujuan RCEP dan IK-CEPA akan memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia, khususnya terhadap kinerja ekspor," kata Mendag lewat keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu, lanjut Mendag, mengingat semakin banyaknya peluang akses pasar yang akan didapatkan dalam memanfaatkan kedua perjanjian tersebut.

Anggota RCEP menyumbang 30 persen produk domestik bruto (PDB) global dan 28 persen perdagangan global.

Sementara itu, IK-CEPA memberikan top up atas komitmen pembukaan akses pasar barang dan jasa kedua negara di ASEAN-Korea FTA yang dapat dimanfaatkan secara optimal bagi dunia usaha. IK-CEPA juga memiliki cakupan kerja sama ekonomi yang dapat disesuaikan dengan kepentingan nasional Indonesia.

Selanjutnya, mayoritas fraksi menyampaikan dukungannya agar RUU tentang Pengesahan Persetujuan RCEP dan IK-CEPA dapat dibahas dalam tahap selanjutnya, yaitu pada rapat paripurna sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Mendag mengatakan, secara umum, dukungan Komisi VI DPR RI terhadap pengesahan kedua perjanjian tersebut memiliki catatan tersendiri. Persetujuan RCEP diharapkan dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi serta solusi ketidakpastian ekonomi global di kawasan Asia Pasifik.

Pemerintah diharapkan dapat bekerja sama dengan para pelaku usaha dalam meningkatkan daya saing guna memanfaatkan persetujuan RCEP secara maksimal. Hal ini dapat dilakukan, salah satunya melalui birokrasi yang lebih baik serta transparan.

Sementara terkait IK-CEPA, perwakilan DPR RI mengingatkan, penghapusan hambatan tarif dan nontari, tidak dapat menghilangkan ketentuan sertifikasi halal pada produk impor asal Republik Korea, terutama produk makanan dan minuman.

Pemerintah juga diharapkan terus meningkatkan daya saing produk Indonesia dan nilai tambah produk dalam negeri, sehingga Indonesia dapat mendorong ekspor produk-produk bernilai tinggi ke Republik Korea.

Republik Korea mempunyai permintaan yang tinggi atas produk panel kayu, garmen, pulp, kimia dasar, dan rumput laut. Hal ini perlu dimanfaatkan oleh pelaku usaha nasional.

Selain itu, Komisi VI DPR RI juga menyampaikan pentingnya sosialisasi dan rencana aksi untuk membantu pelaku usaha dalam memahami peluang yang ditawarkan dan memitigasi tantangan yang ada dari kedua perjanjian ini.

Mendag Zulhas juga mengungkapkan persetujuan Indonesia-Uni Emirat Arab CEPA (IUEA-CEPA) baru saja ditandatangani pada 1 Juli lalu.

"Kami berharap proses ratifikasi pengesahan perjanjian tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dua atau tiga bulan mendatang. Ini supaya manfaatnya dapat segera dirasakan. Kembali saya mengingatkan, hal tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Mendag.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Gelar sembako murah, Ok Oce kolaborasi bersama KADIN Jakarta Pusat
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 15:05 WIB

Gelar sembako murah, Ok Oce kolaborasi bersama KADIN Jakarta Pusat

Gerakan Sosial Ok Oce melalui Ok Oce Kemanusiaan terus bergerak menggelar Bazaar Sembako Murah.
BLT 64 ribu buruh rokok di Kudus cair
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 13:05 WIB

BLT 64 ribu buruh rokok di Kudus cair

Wajah ibu-ibu buruh rokok PR Rajan Nabadi yang ada di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT), Desa M...
Serapan gabah Bulog Kediri berkurang, dampak serangan hama tikus
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 08:34 WIB

Serapan gabah Bulog Kediri berkurang, dampak serangan hama tikus

Capaian serapan gabah Perum Bulog Kediri semester tahun ini mengalami penurunan.
Wamen Pahala dorong PT PIM bangun ketahanan pangan dan energi
Jumat, 12 Agustus 2022 - 21:06 WIB

Wamen Pahala dorong PT PIM bangun ketahanan pangan dan energi

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury mendorong PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) berperan besa...
Rupiah Jumat pagi menguat 29 poin terhadap dolar AS
Jumat, 12 Agustus 2022 - 10:54 WIB

Rupiah Jumat pagi menguat 29 poin terhadap dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi, mengu...
IHSG Jumat dibuka melemah 3,83 poin
Jumat, 12 Agustus 2022 - 10:42 WIB

IHSG Jumat dibuka melemah 3,83 poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, dibuka melemah 3,83 poin
 Bupati Kudus serahkan bantuan untuk korban kebakaran
Jumat, 12 Agustus 2022 - 10:06 WIB

Bupati Kudus serahkan bantuan untuk korban kebakaran

Kebakaran yang melanda rumah Ahmadi warga desa Ngembal Rejo Kecamatan Bae Kabupaten Kudus Jawa Tenga...
Menkeu: Dana asing 50 miliar dolar kabur dari obligasi emerging market
Kamis, 11 Agustus 2022 - 23:35 WIB

Menkeu: Dana asing 50 miliar dolar kabur dari obligasi emerging market

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan dana asing bersih sebesar 50 miliar dolar AS atau ...
Sri Mulyani: Ekonomi RI kuartal II sangat impresif
Kamis, 11 Agustus 2022 - 22:35 WIB

Sri Mulyani: Ekonomi RI kuartal II sangat impresif

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022...
Presiden minta rumah tangga manfaatkan lahan pekarangan tanam cabai
Kamis, 11 Agustus 2022 - 15:19 WIB

Presiden minta rumah tangga manfaatkan lahan pekarangan tanam cabai

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta adanya pemanfaatan lahan pekarangan di rumah tangga untuk mena...

InfodariAnda (IdA)