Jaksa tuntut terdakwa kasus pencabulan anak kandung 15 tahun penjara

Elshinta
Senin, 04 Juli 2022 - 16:47 WIB |
Jaksa tuntut terdakwa kasus pencabulan anak kandung 15 tahun penjara
JPU Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Dwi Dutha Arie saat di kantornya, Senin (4/7/2022). (ANTARA/Akhyar)

Elshinta.com - Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyatakan terdakwa berinisial BH (57) kasus pencabulan dua anak kandung yang terjadi awal 2022 di Desa Jago, Kecamatan Praya, dituntut 15 Tahun penjara.

"Terdakwa yang merupakan ayah kandung korban dituntut 15 tahun penjara dengan denda Rp2 miliar dan subsider 6 bulan kurungan," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lombok Tengah, Dwi Dutha Arie di kantornya, Senin.

Terdakwa dinyatakan bersalah karena telah merenggut kesucian kedua korban brrinisial SK dan SF yang merupakan anak kandungnya sendiri. Selain itu terdakwa mengakibatkan korban trauma dengan perbuatan yang dilakukannya sejak korban masih duduk dibangku sekolah serta terdakwa selalu berbelit-belit dalam persidangan.

"Atas perbuatan terdakwa dijerat pasal 76D Undang-undang perlindungan anak," katanya.

Dari pengakuan terdakwa, ia melakukan perbuatan tersebut, karena kesepian ditinggalkan oleh Istrinya bekerja di luar negeri. Dimana pada periode pertama saat ditinggal, terdakwa mencabuli korban SK (anak pertamanya, red) yang saat itu sedang duduk dibangku SMP atau usia 14 Tahun dan korban memilih untuk menikah dini saat SMA.

"Tidak sampai di situ, setelah korban berpisah dengan suaminya, terdakwa kembali melakukan pencabulan terhadap korban yang saat itu harus pulang ke rumahnya setelah bercerai," katanya.

Pada periode kedua, terdakwa juga mencabuli korban SF (anak keduanya) pada saat korban masih kelas satu SMA selama setahun. Para korban dicabuli dalam keadaan terpaksa atau di bawah ancaman oleh terdakwa.

"Kedua korban dicabuli di rumah terdakwa pada malam hari," katanya.

Kasus ini terbongkar setelah kedua korban tidak kuat dengan perbuatan ayah kandungnya tersebut dan menceritakan kejadian itu kepada keluarganya, sehingga dilaporkan ke pihak Polres Lombok Tengah.

"Korban saat itu sama-sama menangis. Ternyata terdakwa melakukan hal yang sama kepada kedua anaknya. Sehingga para korban bercerita kepada pamannya," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Imigrasi Mataram deportasi WNA asal Rusia
Selasa, 09 Agustus 2022 - 20:05 WIB

Imigrasi Mataram deportasi WNA asal Rusia

Petugas Kantor Imigrasi Mataram, Nusa Tenggara Barat, mendeportasi seorang pria warga negara asing ...
Komnas HAM tegaskan penetapan tersangka tidak hambat penyelidikan
Selasa, 09 Agustus 2022 - 18:29 WIB

Komnas HAM tegaskan penetapan tersangka tidak hambat penyelidikan

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI menegaskan penetapan tersangka sejumlah ajudan Irj...
Lemkapi minta Polri jamin keamanan Bharada E
Selasa, 09 Agustus 2022 - 15:48 WIB

Lemkapi minta Polri jamin keamanan Bharada E

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan meminta P...
Polisi patroli untuk pastikan situasi kondusif di Mulyorejo Jember
Selasa, 09 Agustus 2022 - 13:58 WIB

Polisi patroli untuk pastikan situasi kondusif di Mulyorejo Jember

Aparat kepolisian intensif melakukan patroli ke sejumlah titik rawan untuk memastikan situasi kondus...
Kejari Aceh Utara tegaskan tak ragu tuntaskan kasus Monumen Samudera Pasai
Selasa, 09 Agustus 2022 - 12:44 WIB

Kejari Aceh Utara tegaskan tak ragu tuntaskan kasus Monumen Samudera Pasai

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara Diah Ayu H. L Iswara Akbari menanggapi serius pernyataan Anggota ...
Polri umumkan tersangka baru tewasnya Brigadir J sore ini
Selasa, 09 Agustus 2022 - 09:23 WIB

Polri umumkan tersangka baru tewasnya Brigadir J sore ini

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bakal mengumumkan tersangka baru kasus meninggalnya Bri...
Mahfud: Konstruksi hukum kasus Brigadir J akan tuntas di polisi
Selasa, 09 Agustus 2022 - 08:59 WIB

Mahfud: Konstruksi hukum kasus Brigadir J akan tuntas di polisi

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam RI) Mahfud...
LPSK ke Bareskrim Polri koordinasi `justice collaborator` Bharada E
Selasa, 09 Agustus 2022 - 08:35 WIB

LPSK ke Bareskrim Polri koordinasi `justice collaborator` Bharada E

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengagendakan ke Bareskrim Polri pada hari Selasa untuk...
Komnas HAM buka peluang pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob
Senin, 08 Agustus 2022 - 18:17 WIB

Komnas HAM buka peluang pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI membuka peluang pemeriksaan atau permintaan ketera...
Mahfud MD sebut sudah ada tiga tersangka kasus tewasnya Brigadir J
Senin, 08 Agustus 2022 - 18:08 WIB

Mahfud MD sebut sudah ada tiga tersangka kasus tewasnya Brigadir J

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan sudah...

InfodariAnda (IdA)