CORE: Kompensasi kepada Pertamina, komitmen kehadiran negara untuk rakyat

Elshinta
Senin, 04 Juli 2022 - 11:44 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
CORE: Kompensasi kepada Pertamina, komitmen kehadiran negara untuk rakyat
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, kompensasi BBM dan LPG subsidi dari Pemerintah kepada Pertamina merupakan bentuk komitmen kehadiran Negara kepada rakyat. Kompensasi dapat memperkuat arus kas Pertamina sehingga terus dapat berkontribusi pada perekonomian nasional. Dengan demikian, subisidi BBM dan juga LPG dapat terus diberikan Pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. 

'Iya, kompensasi BBM ini memang bentuk daripada turun tangannya pemerintah. Arus kas Pertamina menjadi lebih kuat, sehingga BBM dan LPG subsidi dapat terus diberikan. Karena itu pula, diharapkan membuat harga-harga lebih stabil," kata Faisal dalam keterangannya Senin (4/7).

Dia menambahkan, upaya pemerintah ini sangat penting. Terutama pada saat kondisi geopolitik saat ini yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Selain itu, upaya ini juga menjamin harga BBM bersubsidi seperti Pertalite  yang paling banyak digunakan, agar tidak mengalami kenaikan. 

"Ini memang harus ada campur tangan atau intervensi atau suntikan dana dari APBN karena dengan kenaikkan harga minyak dunia yang sudah di atas 100 dollar bahkan 120 dollar per barrel," kata dia lagi. 

Menurutnya, pembayaran kompensasi  memang sangat penting, karena bisa menjaga kesehatan finansial BUMN tersebut. Di sisi berbeda, jika BBM dan LPG subsidi hanya dibebankan kepada Pertamina, tentu berdampak terhadap kas keuangan Pertamina. "Jika hanya dibebankan kepada Pertamina tentu akan mengganggu finansial Pertamina. Apalagi beban subsidi terus meningkat," ujar Faisal. 

Sehingga, kata dia, memang harus ada intervensi APBN walaupun tidak dibayarkan sekaligus. 

Dengan turunnya pembayaran kompensasi BBM dan LPG subsidi awal bulan ini sebesar Rp64 triliun, Faisal berharap agar Pertamina bisa meningkatkan efisiensi. Meski harus diakui, bahwa kondisi saat ini, memang cukup berat bagi Pertamina untuk melakukan efisiensi. Tetapi yang jelas, imbuhnya, melalui kompensasi, diharapkan memang bisa membantu arus kas Pertamina ditengah melonjaknya harga minyak dunia dan situasi geopolitik global. 

“Ini tentu tantangan bagi Pertamina dalam melakukan efisiensi, terutama dengan margin yang semakin tipis karena ada beban subsidi," katanya. 

Hanya saja, lanjut Faisal, memang tidak ada jaminan bahwa Pertamina dengan mudah melakukan efisiensi. Tetap perlu upaya keras terkait dengan efisiensi di Pertamina. Tetapi paling tidak, pembayaran kompensasi tersebut bisa menjamin agar harga BBM bisa terjangkau oleh masyarakat dalam kondisi masih ada scarring effect akibat pandemi," terang Faisal. 

Itu sebabnya, masyarakat diharapkan juga sadar bahwa kondisi saat ini sangat berat. Tidak hanya bagi Petamina tetapi juga Pemerintah. Karena itu, hendaknya masyarakat lebih bijak dalam mengkonsumsi BBM dan LPG subsidi. Selain berhemat, hendaknya BBM dan LPG subsidi hanya dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah. 

Sebagaimana diketahui, awal Juli, Pertamina telah menerima pembayaran dari pemerintah atas kompensasi penyaluran BBM dan LPG Subsidi yang telah dilakukan pada tahun 2021 sebesar Rp. 64,5 Triliun. 

Pembayaran kompensasi tersebut, merupakan bagian dari beberapa pembayaran kompensasi yang sudah dilakukan Pemerintah atas penugasan distribusi BBM dan LPG Subsidi bagi masyarakat. Per April 2022 lalu, Pemerintah telah membayarkan kompensasi sebesar Rp29,0 triliun, sehingga secara keseluruhan, sepanjang 2022 total pembayaran subsidi dan kompensasi untuk periode hingga 2021 yang telah dibayarkan Pemerintah kepada Pertamina sebesar Rp93,5 triliun. Komitmen ini menunjukkan upaya keras Pemerintah dalam memperkuat arus kas Pertamina yang akan berdampak pada pemulihan ekonomi nasional dan memproteksi daya beli masyarakat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
 Direktur AKABI Kementan optimistis Cawas bisa jadi `soybean village`
Jumat, 19 Agustus 2022 - 19:12 WIB

Direktur AKABI Kementan optimistis Cawas bisa jadi `soybean village`

Gerakan merdeka panen kedelai bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Bupati Klaten dis...
Rupiah melemah tipis seiring surplusnya neraca transaksi berjalan
Jumat, 19 Agustus 2022 - 18:07 WIB

Rupiah melemah tipis seiring surplusnya neraca transaksi berjalan

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (19/8) sore melemah ti...
Rupiah Jumat pagi melemah 28 poin
Jumat, 19 Agustus 2022 - 09:59 WIB

Rupiah Jumat pagi melemah 28 poin

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah 28 poin
IHSG Jumat dibuka menguat 11,51 poin
Jumat, 19 Agustus 2022 - 09:47 WIB

IHSG Jumat dibuka menguat 11,51 poin

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka menguat 11,51 poin
Wapres: Ekonomi dan keuangan syariah penting dalam pemulihan ekonomi
Kamis, 18 Agustus 2022 - 19:09 WIB

Wapres: Ekonomi dan keuangan syariah penting dalam pemulihan ekonomi

Wakil Presiden RI Ma`ruf Amin menegaskan pentingnya peran ekonomi dan keuangan syariah dalam pemulih...
Sri Mulyani: Uang Rupiah kertas baru bentuk kebanggaan RI
Kamis, 18 Agustus 2022 - 11:47 WIB

Sri Mulyani: Uang Rupiah kertas baru bentuk kebanggaan RI

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan peluncuran tujuh pecahan Uang Rupiah Kert...
Rupiah Kamis pagi melemah 18 poin
Kamis, 18 Agustus 2022 - 09:47 WIB

Rupiah Kamis pagi melemah 18 poin

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi melemah 18 poin
IHSG Kamis dibuka menguat 10,76 poin
Kamis, 18 Agustus 2022 - 09:35 WIB

IHSG Kamis dibuka menguat 10,76 poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka menguat 10,76 poin
Peneliti sebut perlu kerja keras capai target inflasi 2023
Selasa, 16 Agustus 2022 - 21:01 WIB

Peneliti sebut perlu kerja keras capai target inflasi 2023

Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute (TII) Nuri Resti Chayyani mengatakan para pemangku ...
Kembangkan kelapa genjah, Sukoharjo dianugerahi Golden Certificate Award dari Kementan
Selasa, 16 Agustus 2022 - 16:34 WIB

Kembangkan kelapa genjah, Sukoharjo dianugerahi Golden Certificate Award dari Kementan

Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah diganjar penghargaan atas capaian budidaya kelapa genjah dari Kemen...

InfodariAnda (IdA)