Menlu G20 sepatutnya tindaklanjuti hasil misi Jokowi ke Ukraina, Rusia

Elshinta
Minggu, 03 Juli 2022 - 09:55 WIB |
Menlu G20 sepatutnya tindaklanjuti hasil misi Jokowi ke Ukraina, Rusia
Arsip - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menuntaskan lawatannya ke Kyiv, Ukraina, Rabu (29/6) dan akan melanjutkan lawatan perdamaian ke Moskow, Rusia, untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

Elshinta.com - Para menteri luar negeri G20 yang akan bertemu di Bali sudah semestinya menindaklanjuti hasil positif kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Rusia baru-baru ini, kata seorang diplomat veteran RI.

"Hasil positif kunjungan Pak Jokowi itu harus segera ditindaklanjuti semua anggota G20 saat pertemuan Menlu G20 di Bali pada 8-10 Juli 2022," kata Sugeng Rahardjo, mantan Dubes RI untuk Afrika Selatan ketika dihubungi ANTARA dari Bogor, Sabtu.

G20 adalah forum kerja sama beranggotakan Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Republik Korea, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Untuk pertama kalinya, Indonesia memegang presidensi forum internasional yang fokus pada koordinasi kebijakan di bidang ekonomi dan pembangunan ini dari 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022.

Menurut diplomat veteran ini, setidaknya ada empat poin positif dari kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina, dan Rusia seusai menghadiri KTT G7 di Jerman.

"Pertama, didorong adanya ruang untuk berdialog serta mencari titik temu guna mencapai kesepakatan damai. Kedua, Ukraina dan Rusia sepakat membuka jalur ekspor gandung dari Ukraina dan komoditas biji-bijian serta pupuk dari Rusia," kata Sugeng.

Poin ketiga terkait dengan kesepakatan negara-negara anggota Group of 7 (G7) untuk tidak mengenakan sanksi ekonomi atas komoditas biji-bijian serta pupuk Rusia, katanya.

"Keempat, G7 dan Rusia menyepakati gandum, komoditas biji-bijian, dan pupuk masuk kembali dalam rantai pasok pasar dunia," kata mantan Irjen Deplu RI (kini Kemlu) dan penerima Satya Lencana Karya Satya ini.

Saat menghadiri KTT G7 di Elmau, Jerman, pada 27 Juni 2022, Presiden Jokowi menekankan komitmen dan upaya Indonesia untuk perubahan iklim dan transisi energi namun Indonesia membutuhkan investasi dalam jumlah besar disertai transfer teknologi.

Setelah menghadiri KTT yang dihadiri para pemimpin Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Kanada, Prancis, dan Italia, serta India itu, Presiden Jokowi melanjutkan lawatannya untuk misi perdamaian ke Ukraina dan Rusia.

Presiden RI itu diterima Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kyiv, pada 29 Juni, serta Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, pada 30 Juni.

Amanat Konstitusi

Seperti disampaikan Sekretariat Kabinet RI, kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia "merupakan wujud amanat konstitusi Indonesia untuk berkontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia".

"Isu perdamaian dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Konstitusi Indonesia mengamanatkan agar Indonesia selalu berusaha berkontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia. Dalam konteks inilah, saya melakukan kunjungan ke Kyiv dan ke Moskow," kata Presiden Jokowi dalam pernyataan pers bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia.

Pada saat pertemuan, Presiden Jokowi dan Putin juga membahas masalah terganggunya rantai pasok pangan dan pupuk yang bisa berdampak kepada ratusan juta masyarakat dunia, terutama di negara berkembang.

"Saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan pasokan pangan dan pupuk dari Ukraina maupun Rusia. Ini sebuah berita yang baik," kata Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga menegaskan dukungan terhadap upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mereintegrasi komoditas pangan Rusia dan Ukraina ke dalam rantai pasok global.

"Demi kemanusiaan, saya juga mendukung upaya PBB untuk reintegrasi komoditi pangan dan pupuk Rusia dan komoditi pangan Ukraina untuk masuk lagi dalam rantai pasok dunia. Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut, tadi sekali lagi Presiden Putin sudah memberikan jaminannya," katanya.

Presiden Jokowi pun menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun kecuali ingin melihat perang dapat segera selesai dan rantai pasok pangan, pupuk, dan energi dapat segera diperbaiki.

"Saya mengajak seluruh pemimpin dunia untuk bekerja sama kembali menghidupkan semangat multilateralisme, semangat damai. dan semangat kerja sama. Hanya dengan spirit ini perdamaian dapat dicapai," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Surya Paloh: Peran parpol penting tentukan arah pembangunan bangsa
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 09:45 WIB

Surya Paloh: Peran parpol penting tentukan arah pembangunan bangsa

Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh menekankan pentingnya peran partai politik (parpol) dalam m...
Pergelaran seni jaranan, pecut dan 77 tumpeng warnai deklarasi dukung Moeldoko Capres 2024
Jumat, 19 Agustus 2022 - 15:11 WIB

Pergelaran seni jaranan, pecut dan 77 tumpeng warnai deklarasi dukung Moeldoko Capres 2024

Simpatisan serta elemen komunitas pendukung Purnawirawan Jendral TNI Moeldoko memiliki cara tersendi...
 IPO nilai pidato kenegaraan Puan tunjukkan kualitas sebagai capres
Jumat, 19 Agustus 2022 - 13:23 WIB

IPO nilai pidato kenegaraan Puan tunjukkan kualitas sebagai capres

Pidato Ketua DPR RI Puan Maharani saat sidang bersama DPD RI di gedung parlemen, Jakarta hari ini, S...
Wakil Ketua DPRD: HUT Jabar momentum bangkit dari pandemi
Jumat, 19 Agustus 2022 - 12:11 WIB

Wakil Ketua DPRD: HUT Jabar momentum bangkit dari pandemi

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Ineu Purwadewi Sundar...
Menteri PUPR: Istana Negara di IKN belum siap `groundbreaking`
Kamis, 18 Agustus 2022 - 15:10 WIB

Menteri PUPR: Istana Negara di IKN belum siap `groundbreaking`

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa pembangunan I...
F-Gerindra: Pidato Kenegaraan Ketua MPR sesuai hasil rapat gabungan
Kamis, 18 Agustus 2022 - 11:23 WIB

F-Gerindra: Pidato Kenegaraan Ketua MPR sesuai hasil rapat gabungan

Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR RI Sugiono mengatakan Pidato Kenegaraan Ketua MPR RI Bambang Soesat...
Pameran Tirtha Agra Rupa teruskan spirit adiluhung estetika pita maha
Kamis, 18 Agustus 2022 - 08:59 WIB

Pameran Tirtha Agra Rupa teruskan spirit adiluhung estetika pita maha

Pameran Seni Tirtha Agra Rupa yang digelar Yayasan Puri Kauhan Ubud ditujukan untuk meneruskan dan...
Pidato `Dua Sayap Burung` indikasikan Puan Maju di Pilpres 2024
Rabu, 17 Agustus 2022 - 23:11 WIB

Pidato `Dua Sayap Burung` indikasikan Puan Maju di Pilpres 2024

Pengamat politik A Khairul Umam berpendapat poin pidato politik Ketua DPR RI Puan Maharani yang meng...
Warga kampung nelayan Bandarlampung bersukacita rayakan HUT ke-77 RI
Rabu, 17 Agustus 2022 - 21:11 WIB

Warga kampung nelayan Bandarlampung bersukacita rayakan HUT ke-77 RI

Sejumlah warga yang bermukim di kampung nelayan Gudang Lelang Kota Bandarlampung bersukacita merayak...
Detik-detik Proklamasi diperingati di titik nol ibu kota negara baru
Rabu, 17 Agustus 2022 - 20:59 WIB

Detik-detik Proklamasi diperingati di titik nol ibu kota negara baru

Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 diperingati dalam sebuah upacara yang be...

InfodariAnda (IdA)