Studi: Perjalanan luar angkasa berdampak pada pengeroposan tulang

Elshinta
Minggu, 03 Juli 2022 - 07:31 WIB |
Studi: Perjalanan luar angkasa berdampak pada pengeroposan tulang
Arsip - Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) difoto oleh anggota awak Ekspedisi 56 dari pesawat ruang angkasa Soyuz, 4 Oktober 2018. (NASA/Roscosmos/HO via Reuters/as)

Elshinta.com - Sebuah studi tentang keropos tulang pada 17 astronaut yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang efek perjalanan ruang angkasa pada tubuh manusia dan langkah-langkah yang dapat mengurangi kekeroposan itu.

Hasil studi itu merupakan pengetahuan penting menjelang kemungkinan misi masa depan luar angkasa yang ambisius.

Penelitian ini mengumpulkan data baru tentang keropos tulang pada astronaut yang disebabkan oleh kondisi gravitasi mikro di ruang angkasa dan sejauh mana kepadatan mineral tulang dapat diperoleh kembali di bumi.

Studi ini melibatkan 14 astronaut pria dan tiga wanita, rata-rata berusia 47 tahun, yang misinya berkisar antara empat hingga tujuh bulan di luar angkasa, dengan rata-rata sekitar 5 bulan 15 hari.

Setahun setelah kembali ke bumi, para astronaut rata-rata menunjukkan penurunan kepadatan mineral tulang 2,1 persen di tulang kering --salah satu tulang kaki bagian bawah-- dan kekuatan tulang berkurang 1,3 persen. Sembilan astronaut tidak mengalami pemulihan kepadatan mineral tulang setelah penerbangan luar angkasa, mengalami kehilangan permanen.

"Kami tahu bahwa astronaut mengalami keropos tulang pada penerbangan luar angkasa jangka panjang. Apa yang baru tentang penelitian ini adalah kami mengikuti astronaut selama satu tahun setelah perjalanan ruang angkasa mereka untuk memahami apakah dan bagaimana tulang pulih," kata profesor Universitas Calgary, Leigh Gabel, seorang ilmuwan olahraga yang merupakan penulis utama penelitian itu, yang diterbitkan minggu ini di jurnal Scientific Report.

"astronaut mengalami keropos tulang yang signifikan selama enam bulan penerbangan luar angkasa --kehilangan yang kita perkirakan terjadi pada orang dewasa yang lebih tua selama dua dekade di bumi, dan mereka hanya memulihkan sekitar setengah dari kehilangan itu setelah satu tahun kembali ke bumi," kata Gabel.

Keropos tulang terjadi karena tulang yang biasanya memikul beban di bumi tidak membawa beban di luar angkasa. Badan-badan antariksa perlu meningkatkan tindakan pencegahan --praktik olahraga dan nutrisi-- untuk membantu mencegah keropos tulang, kata Gabel.

"Selama penerbangan luar angkasa, struktur tulang halus menipis, dan akhirnya beberapa batang tulang terputus satu sama lain. Begitu astronaut kembali ke bumi, sambungan tulang yang tersisa dapat menebal dan menguat, tetapi tulang yang terputus di luar angkasa tidak dapat dibangun kembali, jadi keseluruhan struktur tulang astronaut berubah secara permanen," kata Gabel.

Para astronaut yang ditelaah itu terbang di stasiun luar angkasa sejak tujuh tahun lalu. Studi itu tidak menyebut kewarganegaraan mereka tetapi mereka berasal dari badan antariksa AS NASA, Badan Antariksa Kanada, Badan Antariksa Eropa dan Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang.

Perjalanan luar angkasa menimbulkan berbagai tantangan bagi tubuh manusia. Hal ini menjadi perhatian utama bagi badan antariksa saat mereka merencanakan eksplorasi baru. Misalnya, NASA sedang berencana mengirim astronaut kembali ke bulan, paling cepat 2025. Itu bisa menjadi awal dari misi astronaut masa depan ke Mars atau tinggal lama di permukaan bulan.

"Gravitasi mikro mempengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk otot dan tulang," kata Gabel.

Sistem kardiovaskular juga mengalami banyak perubahan. Tanpa gravitasi yang menarik darah ke kaki, astronaut mengalami pergeseran cairan yang menyebabkan lebih banyak darah terkumpul di tubuh bagian atas. Keadaan ini dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular dan penglihatan.

"Radiasi juga merupakan masalah kesehatan yang besar bagi astronaut karena semakin jauh mereka melakukan perjalanan dari bumi, semakin besar paparan radiasi matahari dan peningkatan risiko kanker," kata Gabel.

Studi itu menunjukkan bahwa misi luar angkasa yang lebih lama menghasilkan lebih banyak keropos tulang dan kemungkinan pemulihan tulang yang lebih rendah sesudahnya.

Latihan dalam penerbangan ruang angkasa --latihan ketahanan di stasiun luar angkasa-- terbukti penting untuk mencegah keropos otot dan tulang. Astronaut yang melakukan lebih banyak angkat beban dibandingkan dengan apa yang biasanya mereka lakukan di bumi ditemukan lebih mungkin untuk memulihkan tulang setelah misi.

"Masih banyak yang belum kami ketahui mengenai bagaimana gravitasi mikro mempengaruhi kesehatan manusia, terutama pada misi luar angkasa lebih dari enam bulan, dan mengenai konsekuensi kesehatan jangka panjang," kata Gabel.

"Kami benar-benar berharap bahwa keropos tulang pada akhirnya akan stabil pada misi yang lebih lama, bahwa astronaut akan berhenti mengalami pengeroposan tulang, tapi kami tidak tahu."

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Al Zubara Manpower bantah pungut biaya PMI bekerja di Inggris
Jumat, 19 Agustus 2022 - 14:06 WIB

Al Zubara Manpower bantah pungut biaya PMI bekerja di Inggris

Agen penyalur tenaga kerja Al Zubara Manpower Indonesia membantah pihaknya memungut biaya hingga R...
Peringati HUT RI, Dubes Fadjroel ajak WNI di Kazakhstan kelola pandemi
Jumat, 19 Agustus 2022 - 13:11 WIB

Peringati HUT RI, Dubes Fadjroel ajak WNI di Kazakhstan kelola pandemi

Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan Fadjroel Rachman dalam acara peringatan hari ulang tah...
Ketika Indonesia tunjukkan tajinya di puncak kepemimpinan global
Jumat, 19 Agustus 2022 - 12:35 WIB

Ketika Indonesia tunjukkan tajinya di puncak kepemimpinan global

 Tahun 2022 menjadi momentum bagi Indonesia untuk menonjolkan perannya di kancah internasional.
Ratusan warga Palembang ikuti lomba makan pempek terbanyak
Kamis, 18 Agustus 2022 - 21:21 WIB

Ratusan warga Palembang ikuti lomba makan pempek terbanyak

Ratusan warga Kota Palembang, Sumatera Selatan mengikuti lomba makan pempek sebanyaknya-banyaknya da...
Pejabat eksekutif Olimpiade Tokyo ditangkap dalam kasus dugaan suap
Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:45 WIB

Pejabat eksekutif Olimpiade Tokyo ditangkap dalam kasus dugaan suap

Seorang pejabat eksekutif Olimpiade Tokyo, Haruyuki Takahashi, ditangkap pada Rabu (17/8) karena dic...
KBRI Pretoria beri penghargaan kepada WNI berprestasi di Afsel
Kamis, 18 Agustus 2022 - 17:46 WIB

KBRI Pretoria beri penghargaan kepada WNI berprestasi di Afsel

KBRI Pretoria memberi penghargaan Indonesian Fighter (Pejuang Indonesia) kepada sejumlah individu...
Terima suap, eks pentolan Partai Komunis China divonis hukuman mati
Kamis, 18 Agustus 2022 - 13:22 WIB

Terima suap, eks pentolan Partai Komunis China divonis hukuman mati

Mantan petinggi Partai Komunis China (CPC) Shi Wenqing divonis hukuman mati karena terlibat dalam ka...
KBRI ajak `Friends of Indonesia` di Venezuela rayakan HUT RI
Kamis, 18 Agustus 2022 - 13:10 WIB

KBRI ajak `Friends of Indonesia` di Venezuela rayakan HUT RI

Kedutaan Besar RI di Caracas mengajak para anggota Friends of Indonesia di Venezuela untuk turut ...
WNI di Belanda ikuti upacara secara fisik setelah dua tahun pandemi
Kamis, 18 Agustus 2022 - 12:55 WIB

WNI di Belanda ikuti upacara secara fisik setelah dua tahun pandemi

Lebih dari 500 WNI di Belanda akhirnya bisa kembali mengikuti upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ...
Korps musik Kepolisian Turki iringi pengibaran Merah Putih di Ankara
Kamis, 18 Agustus 2022 - 12:35 WIB

Korps musik Kepolisian Turki iringi pengibaran Merah Putih di Ankara

Korps Musik Elite Kepolisian Turki yang tergabung dalam Polis Bandosu mengiringi pengibaran Sang M...

InfodariAnda (IdA)