Kemenkop tetapkan KSP Indosurya berstatus dalam pengawasan khusus

Elshinta
Kamis, 30 Juni 2022 - 10:21 WIB |
Kemenkop tetapkan KSP Indosurya berstatus dalam pengawasan khusus
Penyidik Bareskrim Polri memasang tanda sita pada mobil mewah milik tersangka KSP Indosurya di Gedung Indosurya Center, Jalan MH THamrin, Jakarta Pusat, Kamis (10/3/2022). ANTARA/Laily Rahmawaty

Elshinta.com - Kementerian Koperasi dan UKM menetapkan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya berstatus koperasi dalam pengawasan khusus karena proses pembayaran kewajiban terhadap anggota belum tuntas serta proses hukum yang masih berjalan.

Penetapan status tersebut memastikan segala aktivitas yang dilakukan KSP Indosurya dalam pengawasan Kemenkop.

"Setelah ditetapkan sebagai koperasi dalam pengawasan khusus, maka KSP Indosurya harus melaporkan segala tindakan yang akan dilakukan oleh koperasi dan harus mendapat persetujuan dari Kementerian Koperasi dan UKM," ujar Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop Ahmad Zabadi lewat keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Dengan demikian, lanjutnya, seluruh perilaku pengurus dapat dipantau dan dikawal oleh Kemenkop untuk menjamin tidak ada tindakan pengurus yang merugikan anggota.

Lebih lanjut, proses hukum kasus KSP Indosurya masih bergulir di Bareskrim Mabes Polri atas dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, serta pencucian uang.

Proses penegakan hukum dipastikan masih berjalan walaupun para tersangka berinisial HS dan JI sudah dilepas dari Rutan Bareskrim karena masa tahanan 120 hari sudah habis.

Jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan berkas perkara masih belum lengkap (P-18), sehingga polisi diminta melengkapi berkas perkara (P-19) agar kasus tersebut dapat segera diproses di pengadilan.

"Bebasnya HS dan JI dari tahanan tidak serta merta menghilangkan sifat/dugaan pidana yang dilakukan HS dan JI, sebab mereka masih berstatus tersangka. Oleh karena itu, dilepaskannya HS dan JI tidak disertai dengan dikembalikannya atau dihentikannya penyitaan aset," ujar Zabadi.

Pihaknya bersama Satuan Tugas Penanganan Koperasi Bermasalah berkepentingan menyelesaikan kewajiban Indosurya membayarkan tahapan skema perdamaian penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) kepada anggota.

Mengingat proses hukum belum rampung dan masih berjalan, ia mengharapkan aset yang disita penyidik bisa dibuka sehingga dapat diketahui nilai aset untuk pemenuhan kewajiban Indosurya kepada para anggota.

"Untuk mendukung hal tersebut, segera mungkin kami juga akan melakukan langkah-langkah konsultatif dengan beberapa pihak yang terkait," katanya.

Menurut Zabadi, Kabareskrim dapat memberikan informasi kepada Kemenkop terkait aset yang telah disita dari HS sehingga bisa digunakan sebagai pencairan aset (asset based resolution) dalam pengembalian dana simpanan anggota sesuai putusan homologasi.

Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah juga telah meminta KSP Indosurya segera melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) dengan terlebih dahulu melakukan audit eksternal/kantor akuntan publik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Mahfud sebut birokrasi korup dapat menghambat pelayanan publik
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 10:01 WIB

Mahfud sebut birokrasi korup dapat menghambat pelayanan publik

Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Mah...
Polri ungkap peran enam perwira halangi penyidikan Duren Tiga
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 07:45 WIB

Polri ungkap peran enam perwira halangi penyidikan Duren Tiga

Direktur Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Pol Asep Edi Suhari mengungkap...
Komnas Perempuan ingatkan hak Putri Candrawathi harus dihormati
Jumat, 19 Agustus 2022 - 23:59 WIB

Komnas Perempuan ingatkan hak Putri Candrawathi harus dihormati

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bersama Komnas Perempuan mengingatkan dan berharap ag...
Polisi periksa pengelola ponpes terkait perkelahian tewaskan santri
Jumat, 19 Agustus 2022 - 23:35 WIB

Polisi periksa pengelola ponpes terkait perkelahian tewaskan santri

Polresta Tangerang memeriksa dua orang pengelola Pondok Pesantren (Ponpes) Daar El-Qolam di Kecamat...
Polres Malang tangkap pelaku curanmor libatkan anak perempuan
Jumat, 19 Agustus 2022 - 23:11 WIB

Polres Malang tangkap pelaku curanmor libatkan anak perempuan

Kepolisian Resor (Polres) Malang, Jawa Timur, menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanm...
Kompolnas: Penetapan Istri Sambo tersangka bukti keseriusan Kapolri
Jumat, 19 Agustus 2022 - 22:11 WIB

Kompolnas: Penetapan Istri Sambo tersangka bukti keseriusan Kapolri

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mohammad Dawam mengapresiasi Kapolri Jenderal Pol. Li...
Polisi dalami pelecehan anak di bawah umur oleh oknum guru bela diri
Jumat, 19 Agustus 2022 - 21:59 WIB

Polisi dalami pelecehan anak di bawah umur oleh oknum guru bela diri

Kepolisian Resor (Polres) Malang melakukan pendalaman terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan...
Polda Riau tangani 145 kasus judi dengan 228 tersangka
Jumat, 19 Agustus 2022 - 21:47 WIB

Polda Riau tangani 145 kasus judi dengan 228 tersangka

Polda Riau dan jajarannya menangani sebanyak 145 kasus perjudian dengan 228 tersangka di berbagai da...
Mahfud MD serahkan kasus Putri Candrawathi ke polisi
Jumat, 19 Agustus 2022 - 21:23 WIB

Mahfud MD serahkan kasus Putri Candrawathi ke polisi

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyerahkan sepenu...
KPK sebut laporan dugaan korupsi Gibran dan Kaesang tidak jelas
Jumat, 19 Agustus 2022 - 20:35 WIB

KPK sebut laporan dugaan korupsi Gibran dan Kaesang tidak jelas

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan laporan dugaan korupsi yan...

InfodariAnda (IdA)