Taliban akan gelar pertemuan dengan ulama, pemimpin suku Afghanistan

Elshinta
Rabu, 29 Juni 2022 - 10:35 WIB |
Taliban akan gelar pertemuan dengan ulama, pemimpin suku Afghanistan
Arsip - Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid berbicara dalam konferensi pers di Kabul, Afghanistan, 6 September 2021. (Reuters/Stringer)

Elshinta.com - Ribuan pemuka agama dan pemimpin suku dari seluruh Afghanistan akan berkumpul pekan ini untuk membahas isu-isu penting untuk pertama kali sejak Taliban mengambil alih kekuasaan di negara itu pada 2021.

Kelompok bersenjata itu telah diminta untuk menyertakan kaum perempuan dalam perhelatan tersebut.

"Pertemuan besar segera akan diadakan di Kabul," kata juru bicara pemerintahan Taliban, Zabihullah Mujahid.

Dia menambahkan bahwa para ulama dan pemimpin suku dari semua provinsi di Afghanistan akan berpartisipasi dalam pertemuan yang diusulkan oleh para ulama itu.

Pertemuan tersebut dimulai pada Rabu dan akan berlangsung selama tiga hari, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Sumber itu juga menyebutkan bahwa 3.000 orang akan hadir, namun belum ada agenda yang ditetapkan, dan para peserta akan mengangkat isu-isu yang ingin mereka diskusikan.

Sejauh ini, masih belum jelas apakah masalah penutupan sekolah menengah untuk anak perempuan akan dibahas, atau apakah perempuan akan ikut ambil bagian dalam pertemuan itu.

Tiga kelompok masyarakat sipil, yang mengadakan konferensi pers di Kabul pada Selasa (28/6), mengatakan mereka mendukung gagasan pertemuan dengan Taliban tetapi anggota masyarakat sipil dan perempuan perlu disertakan.

"Setiap keputusan tentang rakyat Afghanistan, terutama terkait perempuan, yang dibahas tanpa kehadiran perempuan, akan menjadi ketidakadilan," kata mereka.

Sejak mengambil alih kekuasaan pada Agustus 2021, Taliban telah memberlakukan lebih banyak pembatasan pada wanita, termasuk aturan yang mengharuskan mereka untuk menutupi wajah mereka dan membawa pendamping pria saat bepergian.

Jabatan-jabatan penting di pemerintahan semuanya ditempati laki-laki dan oleh anggota Taliban. Kelompok itu juga mengesampingkan rencana untuk menggelar pemilihan umum.

Pemerintah-pemerintah negara lain belum mengakui secara resmi pemerintahan Taliban.

Banyak pejabat negara Barat mengatakan Taliban perlu mengubah arah kebijakannya tentang hak-hak perempuan dan mewujudkan pemerintahan yang inklusif untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat internasional.

Perubahan itu juga diperlukan agar Afghanistan bisa lepas dari sanksi yang sangat menghambat perekonomiannya.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Dolar jatuh dari level tertinggi, investor tunggu data inflasi AS
Selasa, 09 Agustus 2022 - 16:22 WIB

Dolar jatuh dari level tertinggi, investor tunggu data inflasi AS

Dolar jatuh menjadi di bawah tertinggi baru-baru ini di perdagangan Asia pada Selasa sore, karena pa...
Australia berduka atas kepergian Olivia Newton-John
Selasa, 09 Agustus 2022 - 15:35 WIB

Australia berduka atas kepergian Olivia Newton-John

Australia turut berduka saat mendengar kabar bahwa bintang pop ikon 1970-an dan 80-an Olivia Newton-...
Indonesia jadi ketua Komite ASEAN di Beijing
Selasa, 09 Agustus 2022 - 13:26 WIB

Indonesia jadi ketua Komite ASEAN di Beijing

Indonesia mendapatkan giliran menjadi ketua Komite ASEAN di Beijing (ASEAN Committee in Beijing/ACB...
Masyarakat Indonesia di Sri Lanka ikuti lomba, peringati kemerdekaan
Selasa, 09 Agustus 2022 - 11:36 WIB

Masyarakat Indonesia di Sri Lanka ikuti lomba, peringati kemerdekaan

Masyarakat Indonesia di Sri Lanka mengikuti berbagai kegiatan lomba khas 17 Agustus untuk memperinga...
Resmikan Kesennuma Minato Matsuri, Dubes Heri ikut parade budaya Indonesia
Senin, 08 Agustus 2022 - 19:58 WIB

Resmikan Kesennuma Minato Matsuri, Dubes Heri ikut parade budaya Indonesia

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi menghadiri Kesennuma Minato Matsu...
Pakistan ikut mengutuk serbuan Israel ke Masjid Al Aqsa
Senin, 08 Agustus 2022 - 16:55 WIB

Pakistan ikut mengutuk serbuan Israel ke Masjid Al Aqsa

Pakistan bergabung dengan negara-negara Muslim lain untuk mengutuk serbuan Israel ke kompleks Masji...
Harga pangan dunia turun, ekspor biji-bijian Ukraina dimulai kembali
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 09:47 WIB

Harga pangan dunia turun, ekspor biji-bijian Ukraina dimulai kembali

Harga pangan dunia turun drastis pada Juli, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) yang b...
Menlu RI: Selandia Baru dapat jembatani ASEAN dan Pasifik Selatan
Jumat, 05 Agustus 2022 - 11:02 WIB

Menlu RI: Selandia Baru dapat jembatani ASEAN dan Pasifik Selatan

Selandia Baru dapat menjadi jembatan bagi hubungan ASEAN dengan negara-negara di kawasan Pasifik Sel...
Kloter terakhir jamaah haji tinggalkan Mekkah
Jumat, 05 Agustus 2022 - 06:15 WIB

Kloter terakhir jamaah haji tinggalkan Mekkah

Kelompok terbang (kloter) terakhir jamaah haji Indonesia gelombang kedua, yaitu Kloter 43 Embarkasi ...
RI-Jepang perkuat kerjasama pertanian dan tenaga kerja
Kamis, 04 Agustus 2022 - 15:12 WIB

RI-Jepang perkuat kerjasama pertanian dan tenaga kerja

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi dan Wakil Ketua DPR RI Koordinato...

InfodariAnda (IdA)