Pemkot respons positif kebijakan ganti rugi sapi mati akibat PMK

Elshinta
Senin, 27 Juni 2022 - 14:58 WIB |
Pemkot respons positif kebijakan ganti rugi sapi mati akibat PMK
Ilustrasi: Kondisi kandang sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Majeluk Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala

Elshinta.com - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memberikan respons positif terhadap rencana kebijakan pemerintah yang akan memberikan ganti rugi sebesar Rp10 juta untuk sapi yang mati akibat virus penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Kendati di Mataram sampai hari ini belum ada kasus sapi mati akibat PMK, tapi kebijakan itu bisa memberikan angin segar bagi para peternak," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Drh Dijan Riyatmoko di Mataram, Senin.

Pernyataan itu disampaikannya menyikapi rencana pemerintah yang akan mengganti kerugian peternak yang sapinya mati karena terserang virus PMK senilai Rp10 juta.

Sementara di Kota Mataram, katanya, sampai Senin (27/6) ini kasus kematian sapi atau ternak lainnya akibat virus PMK belum ada. Tapi ada 3 ekor sapi dipotong darurat karena terserang PMK.

"Karena kita tidak ada sapi mati akibat PMK, kami akan coba usulkan 3 ekor sapi yang dipotong paksa karena terserang PMK," katanya.

Terkait dengan itu, pihaknya segera menyiapkan berbagai dokumen dan berita acara sebagai bukti adanya sapi peternak yang dipotong darurat karena virus PMK.

Harapannya, itu juga bisa menjadi atensi pemerintah sebab peternak yang potong paksa sapi PMK juga mengalami kerugian karena harga jual yang rendah.

"Jika pemerintah berencana memberikan ganti rugi bagi sapi PMK mati sebesar Rp10 juta. Untuk sapi potong darurat, bisa diberikan Rp3-5 juta," katanya.

Namun demikian, tambah Dijan, untuk mengusulkan 3 ekor sapi yang dipotong darurat itu akan menunggu dan melihat petunjuk teknis selanjutnya dari pemerintah seperti apa, agar usulan sesuai aturan yang ada.

Berdasarkan data Distan Selasa (21/6) tercatat ternak yang terserang virus PMK sebanyak 449 ekor sapi dan 287 ekor diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

Dari 449 ekor sapi yang kena PMK, sebanyak 287 ekor dinyatakan sembuh, 110 ekor masih dalam penyembuhan, dijual 49 ekor, dan dipotong darurat 3 ekor.

Dalam upaya penyembuhan Distan telah mengoptimalkan petugas yang untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap ternak yang dalam masa penyembuhan dengan memberikan obat penurun demam.

"Sapi yang masih sakit kita isolasi dan berikan obat-obatan seadanya, sebab stok obat kita sudah hampir habis," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Rupiah Jumat pagi menguat 29 poin terhadap dolar AS
Jumat, 12 Agustus 2022 - 10:54 WIB

Rupiah Jumat pagi menguat 29 poin terhadap dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi, mengu...
IHSG Jumat dibuka melemah 3,83 poin
Jumat, 12 Agustus 2022 - 10:42 WIB

IHSG Jumat dibuka melemah 3,83 poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, dibuka melemah 3,83 poin
 Bupati Kudus serahkan bantuan untuk korban kebakaran
Jumat, 12 Agustus 2022 - 10:06 WIB

Bupati Kudus serahkan bantuan untuk korban kebakaran

Kebakaran yang melanda rumah Ahmadi warga desa Ngembal Rejo Kecamatan Bae Kabupaten Kudus Jawa Tenga...
Menkeu: Dana asing 50 miliar dolar kabur dari obligasi emerging market
Kamis, 11 Agustus 2022 - 23:35 WIB

Menkeu: Dana asing 50 miliar dolar kabur dari obligasi emerging market

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan dana asing bersih sebesar 50 miliar dolar AS atau ...
Sri Mulyani: Ekonomi RI kuartal II sangat impresif
Kamis, 11 Agustus 2022 - 22:35 WIB

Sri Mulyani: Ekonomi RI kuartal II sangat impresif

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022...
Presiden minta rumah tangga manfaatkan lahan pekarangan tanam cabai
Kamis, 11 Agustus 2022 - 15:19 WIB

Presiden minta rumah tangga manfaatkan lahan pekarangan tanam cabai

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta adanya pemanfaatan lahan pekarangan di rumah tangga untuk mena...
Mendag pastikan tak ada kenaikan harga mi instan sampai 3 kali lipat
Kamis, 11 Agustus 2022 - 11:48 WIB

Mendag pastikan tak ada kenaikan harga mi instan sampai 3 kali lipat

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memastikan harga mi instan tidak akan mengalami kenaika...
Kalbar gelar pangan murah untuk jaga stabilitas harga dan HUT RI
Kamis, 11 Agustus 2022 - 10:38 WIB

Kalbar gelar pangan murah untuk jaga stabilitas harga dan HUT RI

Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-77 dengan gelar pangan murah Kalbar kembali dihadir...
Program stimulus pelaku ekraf film dibuka hingga 24 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022 - 10:27 WIB

Program stimulus pelaku ekraf film dibuka hingga 24 Agustus 2022

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengadakan program stimulus Lensa Kreatif...
Badan Pangan Nasional meluncurkan situs panel harga
Kamis, 11 Agustus 2022 - 10:05 WIB

Badan Pangan Nasional meluncurkan situs panel harga

Badan Pangan Nasional (BPN) meluncurkan situs panel harga pangan untuk memberikan informasi Harga Ac...

InfodariAnda (IdA)