Polri kenakan wajib lapor 2 tersangka Indosurya cegah melarikan diri

Elshinta
Sabtu, 25 Juni 2022 - 22:01 WIB |
Polri kenakan wajib lapor 2 tersangka Indosurya cegah melarikan diri
Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri memasang tanda sita pada mobil mewah milik tersangka KSP Indosurya, di Gedung Indosurya Center Jalan MH THamrin, Jakarta Pusat, Kamis (10/3/2022). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Elshinta.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mewajibkan dua tersangka penipuan investasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya untuk wajib lapor seminggu dua kali, setelah keduanya dibebaskan dari tahanan karena masa berlaku penahanan sudah habis.

"Kami minta tersangka wajib lapor seminggu 2 kali sehingga keberadaannya bisa diketahui, karena kami tidak bisa melakukan penahanan lagi," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Dua tersangka KSP Indosurya yang dibebaskan dari penahanan karena masa tahanan sudah habis 120 hari, yakni HS selaku pendiri dan ketua KSP Indosurya dan JI selaku kepada administrasi.

Meski keduanya dibebaskan dari penahanan, kasus Indosurya tetap berjalan menunggu berkas dinyatakan lengkap (P-21) oleh kejaksaan. Keduanya masih berstatus tersangka.

Guna mengantisipasi tersangka kabur atau melarikan diri seperti yang dilakukan oleh salah satu tersangka, Suwito Ayub selaku Managing Director KSP Indosurya, yang masuk daftar pencarian orang (DPO), penyidik mengajukan pencekalan terhadap kedua tersangka.

"Sebagai langkah Polri untuk mengawasi tersangka, Polri melakukan pencekalan, sehingga tidak bisa ke luar negeri, disamping kami minta wajib lapor," kata Whisnu.

Menurut Whisnu, dengan dikeluarkannya tersangka dari tahanan demi hukum, tidak berarti perkaranya bebas dari jeratan hukum, tetapi hanya dikeluarkan dari tahanan karena masa penahanan sudah habis dan tidak dapat diperpanjang lagi.



"Penanganan perkara tetap masih berlanjut sampai selesai atau sampai berkas perkara dinyatakan lengkap oleh JPU," kata Whisnu.

Hingga masa penahanan habis 120 hari, berkas perkara masih berada di pihak kejaksaan. Whisnu mengaku tidak mengetahui apa kekurangannya sehingga berkas belum dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum (JPU).

"Berkas perkara yang kami sampaikan ke kejaksaan belum dinyatakan lengkap masih ada kekurangan, kami belum tahu kekurangannya apa, karena sampai saat ini berkas perkara ada di kejaksaan," ujar Whisnu.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana saat dikonfirmasi terpisah mengatakan perkara tersebut belum dinyatakan lengkap (P-21), karena terkendala belum dipenuhinya P-19 oleh penyidik dari JPU.

Ia menegaskan, Kejaksaan RI berkomitmen menuntaskan perkara tindak pidana penipuan investasi yang merugikan masyarakat dalam jumlah besar.

Sehingga, kata dia, masa penahanan tersangka yang sudah habis tidak ada kaitannya dengan pemenuhan petunjuk dari penuntut umum.

Ia mengatakan diperlukan kolaborasi antara jaksa penuntut umum dan penyidik Polri dalam penyelesaian perkara KSP Indosurya tersebut.

"Harapan kami semua koordinasikan lebih intensif antara penyidik dengan penuntut umum. Termasuk dalam hal ini, bila mana perlu laksanakan gelar perkara," kata Ketut.

Dalam perkara ini, penyidik menetapkan tiga orang tersangka, yakni HS selaku pendiri dan Ketua KSP Indosurya, JI selaku kepala administrasi dan SA selaku Managing Director KSP Indosurya yang berstatus buronan.

HS dan JI telah dilakukan penangkapan dan penahanan. Sementara SA masih dalam pengejaran, penyidik telah mengajukan red notice (pemberitahuan) kepada Interpol untuk mencari keberadaan tersangka.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Polreta Padang usut korupsi pengadaan sarana belajar untuk SLB
Jumat, 12 Agustus 2022 - 18:37 WIB

Polreta Padang usut korupsi pengadaan sarana belajar untuk SLB

Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat, mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan sarana belajar...
Kejagung periksa dua petinggi perusahaan terkait kasus impor baja
Jumat, 12 Agustus 2022 - 18:11 WIB

Kejagung periksa dua petinggi perusahaan terkait kasus impor baja

Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agun...
Kejari Lombok Timur tetapkan tiga tersangka korupsi proyek alsintan
Jumat, 12 Agustus 2022 - 17:47 WIB

Kejari Lombok Timur tetapkan tiga tersangka korupsi proyek alsintan

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menetapkan tiga tersangka...
KPK turut amankan uang dari OTT Bupati Pemalang dan kawan-kawan
Jumat, 12 Agustus 2022 - 16:47 WIB

KPK turut amankan uang dari OTT Bupati Pemalang dan kawan-kawan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengamankan sejumlah uang dari operasi tangkap tangan (OTT)...
Delapan remaja Semarang jadi geng pembacok
Jumat, 12 Agustus 2022 - 14:35 WIB

Delapan remaja Semarang jadi geng pembacok

Jajaran Polda Jateng menangkap sembilan remaja yang menjadi anggota geng dan melakukan pembacokan te...
Komnas HAM periksa Ferdy Sambo dan Bharada E di Mako Brimob sore ini
Jumat, 12 Agustus 2022 - 12:40 WIB

Komnas HAM periksa Ferdy Sambo dan Bharada E di Mako Brimob sore ini

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menyebutkan Komnas HAM akan memeriksa Bharada E ...
Sanksi denda Perda KTR di Surabaya berlaku juga untuk rokok elektronik
Jumat, 12 Agustus 2022 - 12:16 WIB

Sanksi denda Perda KTR di Surabaya berlaku juga untuk rokok elektronik

Pemerintah Kota Surabaya menyatakan sanksi denda pelanggar Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Kawasan ...
Jaksa ajukan kasasi perkara lima taruna PIP yang tewaskan juniornya
Jumat, 12 Agustus 2022 - 10:18 WIB

Jaksa ajukan kasasi perkara lima taruna PIP yang tewaskan juniornya

Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Kota Semarang akan mengajukan kasasi terhadap putusan banding p...
Sidang pelecehan seksual di SPI diwarnai aksi tebar selebaran
Jumat, 12 Agustus 2022 - 09:36 WIB

Sidang pelecehan seksual di SPI diwarnai aksi tebar selebaran

Sidang ke 23 kasus pelecehan seksual dengan terdakwa Julianto Eka Putra , `BOS` sekolah Selamat Pagi...
Samuel ayah Brigadir Yoshua binggung atas keterangan Sambo
Jumat, 12 Agustus 2022 - 09:15 WIB

Samuel ayah Brigadir Yoshua binggung atas keterangan Sambo

Samuel Hutabarat, ayah almarhum Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat, mengaku bingung dengan ketera...

InfodariAnda (IdA)