Launching pelayanan, Bupati Cirebon sebut RSUD Waled terus berinovasi
Elshinta
Kamis, 23 Juni 2022 - 22:48 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Launching pelayanan, Bupati Cirebon sebut RSUD Waled terus berinovasi
Sumber foto: Yohanes Charles/elshinta.com.

Elshinta.com - Bupati Cirebon, H. Imron mengaku senang dengan berbagai terobosan yang dilakukan RSUD Waled, sebagai sarana pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hal tersebut dikatakan bupati usai melakukan Launching Skrining/Pelayanan Talasemia dan Tuberkulosis Resisten Obat, Kamis (23/6) di RSUD Waled.

Dikatakan Bupati, perkembangan zaman dan teknologi membuat pemerintah sebagai pelayanan masyarakat harus ikut berkembang. Hal tersebut guna mengimbangi tuntutan kebutuhan warga yang ingin mendapatkan pelayanan, khususnya dibidang kesehatan.

"Saya menyambut baik dan senang dengan adanya pelayanan talasemia dan tuberkulosis resisten obat yang telah dibuka oleh RSUD Waled ini. Saya juga berterima kasih kepada Direktur RSUD Waled, yang telah berinovasi dalam setiap layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat," ujar bupati kepada Kontributor Elshinta, Yohanes Charles.

Bupati juga menyampaikan, cepatnya perkembangan teknologi dimasyarakat membuat setiap detail informasi lebih mudah diterima oleh warga. Dengan demikian, pelayanan apapun termasuk kesehatan, harus pula menyertakan kecepatan dan ketepatan penyampaian informasi kepada masyarakat.

"Di RSUD Waled ini juga saya dengar sudah bagus dalam layanan daringnya. Artinya, pasien yang hendak berobat bisa terlebih dahulu berkomunikasi dengan petugas rumah sakit mengenai gejala yang diderita. Sehingga kita harapkan, pasien yang datang bisa menerima pelayanan yang tepat sesuai dengan sakitnya," tambah bupati.

Diakhir, bupati berharap inovasi dan perkembangan RSUD Waled tidak berhenti dengan satu program saja. Sebagai rumah sakit yang berada di wilayah perbatasan, tentunya RSUD Waled harus lebih menunjukkan keunggulan dibanding rumah sakit lainnya.

"RSUD Waled ini berada di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, sehingga pelayanan yang diberikan harus lebih maksimal dibanding rumah sakit di daerah sebelah. Saya juga meminta pelayanan lainnya kepada masyarakat untuk lebih ditingkatkan tanpa melihat latar belakang dari pasien," tutupnya.

Senada dengan bupati, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. R. Nina Susana Dewi SPPK MKes MMRS sebut RSUD Waled sebagai wajah layanan kesehatan Jawa Barat. Berada di ujung wilayah yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, Nina sebut RSUD Waled sudah sangat baik dalam hal fasilitas layanan kesehatan.

"Saya lihat juga Pak Bupati sangat memberikan dukungan, khususnya kepada warga yang membutuhkan layanan kesehatan maksimal. Ini baik, karena memang wajah sarana kesehatan Jawa Barat ada di RSUD Waled yang berbatasan dengan Jawa Tengah," ungkap Nina.

Mengenai layanan Talasemia dan Tuberkulosis Resisten Obat, Nina menegaskan di wilayah Jawa Barat baru ada 16 rumah sakit layanan rujukan. Dengan pelayanan yang dibuka di RSUD Waled, Nina berharap sebuah temuan kasus bisa lebih cepat ditangani.

"Kuncinya adalah pelaporan dari tingkat puskesmas maupun dokter, baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Lebih cepat dilaporkan, maka akan lebih cepat pula penanganannya," imbuhnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sri Mulyani: Pertama dalam 12 tahun pendapatan negara capai target
Kamis, 30 Juni 2022 - 16:23 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan realisasi pendapatan negara pada tahun 2021 mencap...
Sri Muyani: PDB riil RI 2021 capai 101,6 persen dibanding pra pandemi
Kamis, 30 Juni 2022 - 15:35 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) riil Indonesia...
Huntara bagi korban abrasi di Minahasa Selatan ditargetkan siap 5 Juli
Kamis, 30 Juni 2022 - 13:38 WIB
Hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya rusak akibat abrasi di daerah pesisir Amurang, K...
Pemkot: 2.740 bangunan gedung di Surabaya belum miliki SLF
Kamis, 30 Juni 2022 - 13:14 WIB
Pemerintah Kota Surabaya menyatakan sebanyak 2.740 bangunan gedung bertingkat yang sudah berdiri dan...
BPOM: Empat obat mendapat izin sebagai terapi COVID-19
Kamis, 30 Juni 2022 - 11:52 WIB
Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Badan Pengawas Obat dan Ma...
UMKM asal Surabaya bersaing di Jakarta Fair Kemayoran
Kamis, 30 Juni 2022 - 08:59 WIB
Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Surabaya, Jawa Timur berupaya bersaing memamerkan ...
Legislator: Tambahan subsidi BBM dan LPG kurangi beban masyarakat
Kamis, 30 Juni 2022 - 08:47 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo mengharapkan tambahan anggaran pemerintah untuk BBM dan LPG...
Bisnis pertashop di Tapin Kalsel mampu sumbang pendapatan asli desa
Kamis, 30 Juni 2022 - 08:35 WIB
Sejumlah desa di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan berhasil menambah pemasukan untuk pendapatan as...
Wali Kota Medan: 12 rumah dibedah di pesisir Belawan harus layak huni
Kamis, 30 Juni 2022 - 08:23 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution menyebutkan, sebanyak 12 unit rumah yang dibedah di pesisir Belawan ...
Jemaah meninggal dunia di Tanah Suci bertambah dua jadi 16 orang
Kamis, 30 Juni 2022 - 06:45 WIB
Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Mekkah mencatat dua calon haji meninggal...
InfodariAnda (IdA)