Hitungan detik, Satgultor TNI-Polri lumpuhkan aksi terorisme di Bandara Soekarno-Hatta
Elshinta
Kamis, 23 Juni 2022 - 21:07 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Hitungan detik, Satgultor TNI-Polri lumpuhkan aksi terorisme di Bandara Soekarno-Hatta
Sumber foto: Mus Mulyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Pasukan elit Satuan Penanggulangan Teror TNI (Satgultor TNI) berhasil mengamankan pelaku aksi terorisme di Bandara Soekarno-Hatta hanya dalam hitungan detik. 

Pelaku aksi terorisme terkonfirmasi berada di pesawat yang dioperasikan salah satu maskapai nasional, serta di ruang tunggu (boarding lounge) di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta. 

Sejalan dengan kejadian ini, Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengaktifkan Emergency Operation Center dan mengumpulkan anggota komite untuk menetapkan kondisi merah karena aksi terorisme sudah terkonfirmasi. Sesuai dengan dokumen Airport Security Programme, komando pengendalian untuk penanggulangan aksi terorisme ini kemudian dipegang oleh Kapolres Bandara Soekarno-Hatta.

Pasukan elit Satgultor TNI pun diterjunkan untuk menjalankan operasi pembebasan sandera dan melumpuhkan teroris yang sudah menguasai pesawat dan boarding lounge. Satgultor TNI tersebut terdiri dari Sat-81 Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL dan Satbravo 90 Kopasgat TNI AU. 

Hanya dalam hitungan detik, pasukan khusus dari Tri Matra yang memang sudah sangat terlatih berhasil melumpuhkan teroris yang menguasai Pesawat Sriwijaya Air dan ruang tunggu penumpang Bandara Soekarno-Hatta. 

Peristiwa itu merupakan bagian dari simulasi latihan berdurasi total 60 menit yang digelar Satgultor TNI, Polres Bandara Soekarno-Hatta dan PT Angkasa Pura II KCU Bandara Soekarno-Hatta pada 21 Juni 2022. 

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan latihan bersama ini guna mengantisipasi ancaman terorisme dan tindak kejahatan yang mengancam penerbangan khususnya di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

“Seluruh prosedur terkait keamanan dan penanggulangan aksi teror dijalankan dengan baik dan tepat saat latihan. Latihan yang digelar Satgultor TNI, Polres Bandara dan AP II ini senada dengan program Bandara Soekarno-Hatta yaitu Contigency Exercise skala besar (Full Scale Program) untuk  penanggulangan keadaan darurat keamanan penerbangan nasional. Simulasi latihan dilaksanakan sebagai kesiapan sebelum digelarnya pertemuan KTT G 20 di Bali pada bulan Nopember 2022 mendatang,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Mus Mulyadi, Kamis (23/6),

“PT Angkasa Pura II KCU Bandara Soekarno-Hatta menggelar latihan bersama setiap dua tahun sekali untuk menguji kemampuan komunikasi, peralatan, dan personel saat tengah menghadapi ancaman keamanan dan terorisme di bandara,” ujar Agus Haryadi.

Lebih lanjut, Agus Haryadi menuturkan kegiatan simulasi latihan ini juga merupakan suatu bentuk latihan penanggulangan tindakan melawan hukum, yang bertujuan menjaga keamanan negara dan dari sisi Bandar Udara dalam hal meningkatkan kinerja fasilitas, prosedur dan personel keamanan di Bandara Soekarno-Hatta.

Adapun latihan ini diakhiri ketika Kapolres Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyatakan kondisi aman terkendali (hijau), dan komando pengendalian kembali diserahkan kepada Executive General Manager.

Bandara Soekarno Hatta merupakan salah satu objek vital nasional yang harus dijaga keamanannya. Di bandara ini, setiap hari terdapat 100 hingga 900 penerbangan baik domestik maupun internasional dengan jumlah penumpang lebih dari 120.000 orang.

Menutup kegiatan, Agus Haryadi pun berharap agar dengan latihan ini, keamanan dan pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta terus meningkat dan seluruh jajaran yang terlibat senantiasa waspada.

"Harapan ke depannya agar semua aspek di Bandara Soekarno-Hatta semakin baik, tentunya semua demi keamanan dan kenyamanan pelanggan," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BPOM: Empat obat mendapat izin sebagai terapi COVID-19
Kamis, 30 Juni 2022 - 11:52 WIB
Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Badan Pengawas Obat dan Ma...
UMKM asal Surabaya bersaing di Jakarta Fair Kemayoran
Kamis, 30 Juni 2022 - 08:59 WIB
Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Surabaya, Jawa Timur berupaya bersaing memamerkan ...
Legislator: Tambahan subsidi BBM dan LPG kurangi beban masyarakat
Kamis, 30 Juni 2022 - 08:47 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo mengharapkan tambahan anggaran pemerintah untuk BBM dan LPG...
Bisnis pertashop di Tapin Kalsel mampu sumbang pendapatan asli desa
Kamis, 30 Juni 2022 - 08:35 WIB
Sejumlah desa di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan berhasil menambah pemasukan untuk pendapatan as...
Wali Kota Medan: 12 rumah dibedah di pesisir Belawan harus layak huni
Kamis, 30 Juni 2022 - 08:23 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution menyebutkan, sebanyak 12 unit rumah yang dibedah di pesisir Belawan ...
Jemaah meninggal dunia di Tanah Suci bertambah dua jadi 16 orang
Kamis, 30 Juni 2022 - 06:45 WIB
Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Mekkah mencatat dua calon haji meninggal...
Wabah PMK merebak kurban Iduladha tahun ini aman
Kamis, 30 Juni 2022 - 00:23 WIB
Menjelang perayaan Iduladha atau hari raya kurban, wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menye...
Pemerintah Kabupaten Tangerang janji memfasilitasi karyawan Holywings
Rabu, 29 Juni 2022 - 23:35 WIB
Pemerintah Kabupaten Tangerang di Provinsi Banten berjanji untuk memfasilitasi karyawan Holywings ...
Kemenkeu terbitkan SUN Program Pengungkapan Sukarela Rp746,62 miliar
Rabu, 29 Juni 2022 - 23:11 WIB
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, mencatat transaksi penerbit...
Warga korban erupsi Semeru jalan kaki dari Lumajang ke Istana Negara
Rabu, 29 Juni 2022 - 22:23 WIB
Tiga  warga Desa Sumber Wuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur yang merupakan korban bencana erupsi...
InfodariAnda (IdA)