Potret tradisi Nyucun Pahakh di kejuaraan selancar Krui Pro 2022

Elshinta
Senin, 13 Juni 2022 - 17:59 WIB |
Potret tradisi Nyucun Pahakh di kejuaraan selancar Krui Pro 2022
Para wanita tengah menjunjung pahakh berupa beragam makanan tradisional pada acara Nyucun Pahakh di ajang Krui Pro. Pesisir Barat (11/6/2022) ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Elshinta.com - Sektor Pariwisata tak hanya melekat pada keindahan destinasi wisata, namun ada daya tarik kuat yang dihasilkan dari integrasi sejumlah hal seperti tradisi, kearifan lokal, ekonomi kreatif yang dibalut menjadi satu kesatuan menjadi suatu kegiatan.

Integrasi itu secara nyata telah tersaji pada pelaksanaan kejuaraan selancar internasional Krui Pro 2022 yang diselenggarakan di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung pada 11-17 Juni.

Kejuaraan selancar internasional yang bertempat di Pantai Tanjung Setia itu tak hanya menyuguhkan tontonan adu tangkas para peselancar menaklukkan gulungan ombak biru yang ada di perairan arus besar Samudera Hindia, untuk saling memperebutkan penghargaan dan pengakuan sebagai sang penakluk ombak di daerah yang memiliki spot selancar terbaik.

Tapi juga menjadi salah satu ajang memperkenalkan kearifan lokal, tradisi yang telah lama melekat dan tumbuh di kehidupan keseharian masyarakat Pesisir Barat.

Kali ini potret terjaganya tradisi warisan nenek moyang masyarakat adat Sai Batin itu terlihat dari salah satu kearifan lokal yang di miliki yaitu “Nyucun Pahakh” yang masih terus dilaksanakan di daerah yang resmi berdiri pada 2012 silam setelah mengalami pemekaran dari Kabupaten Lampung Barat.

Para wanita tengah mementaskan tari Nyucun Pahakh sembari menjunjung pahakh berupa beragam makanan tradisional pada acara Nyucun Pahakh di ajang Krui Pro. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

"Masyarakat Lampung itu sangat menghargai makanan, ini terlihat dari tradisi menjunjung makanan di kepala dan menutup makanan dengan kain atau yang dikenal tradisi Nyucun Pahakh," ujar Ketua Harian Dewan Kesenian Kabupaten Pesisir Barat, Eli Darmawati dengan bersemangat.

“Nyucun Pahakh” secara peristilahan Bahasa Lampung terdiri dari dua kosakata kata yaitu kata Nyucun dan Pahakh.

Dimana Nyucun berarti meletakkan barang di atas kepala, sedangkan Pahakh adalah benda yang terbuat dari kuningan dan sejenisnya berbentuk bulat serta memiliki leher dengan diameter seukuran kepala, yang berfungsi sebagai penyangga kepala saat menjunjung barang di atas kepala perempuan atau yang dikenal oleh masyarakat lokal Lampung dengan “bebai”.

Sehingga secara harafiah Nyucun Pahakh dapat dikatakan sebagai salah satu kebiasaan masyarakat pesisir untuk menghargai alam ciptaan Yang Maha Kuasa, dengan menghargai setiap makanan yang diolah dari beragam hasil alam dan menjalin kebersamaan antar sesama manusia.

Tradisi Nyucun Pahakh ini juga telah resmi tercatat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada 2017 dan terdaftar pula pada 2018 sebagai salah satu Warisan Budaya Tak benda Indonesia.

Potret tradisi penghargaan atas alam semesta melalui menjunjung dan menata makanan oleh masyarakat Lampung pesisir itu, tetap terjaga lestari dan berkesinambungan pada berbagai kesempatan yaitu saat berlangsungnya acara adat ngejelang kubor (ziarah kubur), ngejalang balak, ngejalang masjid, dan nayuh.

Bukan tanpa isi setiap wadah yang dijunjung oleh para wanita itu berisi beragam makanan tradisional masyarakat pesisir suku Sai Batin di Pesisir Barat.

Seperti sayur kuno sarrak pulang tiyung (rendang terong putih), gulai tua adat retak renai suak belulang (sayur santan kacang merah yang di campur kikil), sambol halom (ayam dimasak manis menggunakan lada dan kecap), sambol gedang (pepaya parut goreng yang dicampur kelapa), gulai taboh ikan tuhuk, gulai halom (gulai daging), dan gulai buah kelor.

Selanjutnya, nasi putih, buah-buahan, hingga kue tradisional seperti kue tat, dan cucur tersusun berputar meramaikan sajian di atas pahakh, yang ditutup dengan tudung warna merah menyala dengan sulaman benang emas Tapis dengan motif khas Pesisir Barat yang disebut tuala.

Satu porsi makanan dalam pahakh dapat dinikmati dua orang dengan aturan duduk antar orang harus berhadapan.

Dalam tradisi makan bersama itu selain beragam jenis kuliner kuno peninggalan nenek moyang yang tersaji. Ada sejumlah peralatan pelengkap lain salah satunya kasur alas duduk yang dihiasi Tapis di bagian depan kasur yang disebut kasur kepundak.

Kasur itu menjadi lambang penghormatan kepada tamu yang berkunjung dan siap menyantap makanan yang di bawa oleh para wanita pada tradisi Nyucun Pahakh.

"Ini namanya kasur kepundak untuk alas duduk, ini lambang penghormatan kepada tamu. Sebab orang Lampung sangat menghormati tamu, dan memang kebanyakan makanan tradisi kita memakai ikan terutama ikan tuhuk, dan santan," kata Eli Darmawati  sembari menepuk kasur berlapis Tapis yang ia pakai sebagai alas duduk.

Wanita yang gemar menulis ragam tradisi Pesisir Barat itu mengatakan upaya pelestarian tradisi Nyucun Pahakh itu terus dilakukan salah salah satunya dengan menghadirkan tradisi tersebut pada setiap kesempatan di luar acara adat, seperti di kegiatan pariwisata ataupun ajang internasional salah satunya Krui Pro.

"Tradisi ini kalau bukan kita yang menjaga dan memperkenalkan maka bisa hilang. Jadi pada setiap kesempatan akan diusahakan terus menghadirkan tradisi-tradisi asli Pesisir Barat," ucapnya.

Ia melanjutkan selain itu ada pula upaya pelestarian melalui pembentukan dan pementasan tarian kreasi yang berakar dari tari Sembah dengan nama yang serupa dengan tradisi tersebut yaitu tari Nyucun Pahakh, tarian itu menjadi tari penyambutan tamu yang nantinya penari akan mengantarkan pahakh berupa sekapur sirih.

Sukacita masyarakat Pesisir Barat untuk memperkenalkan budaya dan tradisinya kepada wisatawan domestik dan juga wisatawan mancanegara dikatakan oleh salah seorang warga Jihan

"Sudah masak dengan tetangga-tetangga sejak subuh bahkan cari buah kelor yang sedang tidak musim untuk hidangan pahakh, belum lagi kita junjung di kepala sewaktu jalan ke sini agak berat. Tapi senang rasa lelah hilang waktu lihat bule-bule dan tamu peselancar duduk makan menikmati sekali seperti orang sini," kata Jihan.

Menurut wanita berkulit putih bersih kelahiran Krui itu adanya tradisi Nyucun Pahakh di setiap ajang dapat membantu menjaga kelestarian tradisi bagi generasi penerus serta jadi ajang promosi kepada wisatawan.

Potret kehadiran tradisi lokal di ajang kejuaraan Krui Pro 2022 menjadi upaya masyarakat dan pemerintah setempat bersinergi menjaga dan mempromosikan tradisi lokal untuk mengembangkan sektor pariwisata daerah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Berwisata menikmati suasana Alun-alun Kota Tegal
Selasa, 09 Agustus 2022 - 16:35 WIB

Berwisata menikmati suasana Alun-alun Kota Tegal

 Alun-Alun Kota Tegal menjadi ikon kebanggaan masyarakat Kota Tegal, Jawa Tengah, sehingga para wis...
Wali Kota Magelang dukung IPI promosikan pariwisata Magelang
Minggu, 07 Agustus 2022 - 18:34 WIB

Wali Kota Magelang dukung IPI promosikan pariwisata Magelang

Wali Kota Magelang, Jawa Tengah dr Muhammad Nur Azis menyambut baik  para pegiat wisata yang terga...
Kunjungi Desa Wisata Ulee Lheu, Sandiaga Uno `tarek pukat` bersama nelayan
Kamis, 04 Agustus 2022 - 22:44 WIB

Kunjungi Desa Wisata Ulee Lheu, Sandiaga Uno `tarek pukat` bersama nelayan

Desa Ulee Lheue kecamatan Meuraxa Banda Aceh menjadi salah satu desa yang masuk nominasi 50 besar An...
Agen jasa wisata kembali berikan layanan di Bandara Komodo NTT
Rabu, 03 Agustus 2022 - 15:37 WIB

Agen jasa wisata kembali berikan layanan di Bandara Komodo NTT

Agen perjalanan wisata kembali memberikan layanan jasa wisata kepada wisatawan atau tamu yang berkun...
Dinas Parekraf awasi kegiatan hotel di Kebayoran Lama
Rabu, 03 Agustus 2022 - 15:13 WIB

Dinas Parekraf awasi kegiatan hotel di Kebayoran Lama

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta mengawasi kegiatan sejumlah hotel di kaw...
The Heritage Palace Gembongan segera dikaji sebagai cagar budaya
Sabtu, 23 Juli 2022 - 16:37 WIB

The Heritage Palace Gembongan segera dikaji sebagai cagar budaya

Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Jawa Tengah menetapkan beka...
Tersedia kamar mandi modern di rest area Banjaratma Brebes
Senin, 18 Juli 2022 - 14:59 WIB

Tersedia kamar mandi modern di rest area Banjaratma Brebes

Bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan pulang kampung ke Jawa Tengah, Jawa Timur dan sekitarny...
Tiga destinasi alam Asia Tenggara untuk liburan musim panas keluarga
Kamis, 14 Juli 2022 - 11:20 WIB

Tiga destinasi alam Asia Tenggara untuk liburan musim panas keluarga

Industri pariwisata diprediksi akan meningkat seiring dengan mendekatnya liburan musim panas yang ja...
NTT buat destinasi baru tingkatkan kunjungan wisatawan
Sabtu, 09 Juli 2022 - 18:05 WIB

NTT buat destinasi baru tingkatkan kunjungan wisatawan

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai membentuk destinasi-destinasi wisata baru guna m...
Bukit Mamake dan Papake, salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Kota baru
Jumat, 08 Juli 2022 - 18:34 WIB

Bukit Mamake dan Papake, salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Kota baru

Bukit Mamake dan  Papake di Kabupaten Kota Baru Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) belum lama in...

InfodariAnda (IdA)