Cegah `stunting` dengan konsumsi makanan tambahan bergizi

Elshinta
Sabtu, 04 Juni 2022 - 09:47 WIB |
Cegah `stunting` dengan konsumsi makanan tambahan bergizi
Ilustrasi anak vegetarian. (Foto oleh Alex Green dari Pexels)

Elshinta.com - Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Ali Khomsan mengatakan pencegahan stunting harus dilakukan sedini mungkin, salah satunya dengan mengonsumsi makanan tambahan bergizi yang cukup.

“Melihat pola konsumsi di Indonesia saat ini, masyarakat harus meningkatkan konsumsi protein hewani, kacang-kacangan, umbi-umbian, buah dan sayur, sedangkan yang harus diturunkan adalah konsumsi beras dan terigu," kata Ali dalam webinar "Edukasi Gizi Untuk Keluarga Berkualitas: Pemenuhan Gizi Seimbang Melalui Sarapan Untuk Mendukung Kualitas Gizi", dikutip dari siaran resmi, Sabtu.

Dalam webinar yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), ia mengatakan menanam aneka tanaman seperti umbi juga memiliki keunggulan dalam budidaya, yakni mudah ditanam dan adaptif pada berbagai lingkungan dan terhadap perubahan iklim. Selain itu, ia menyarankan untuk mengonsumsi jus kacang hijau yang dapat meningkatkan berat badan balita, sedangkan tempe meningkatkan berat badan pada balita umur 12-18 bulan.

Data Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2021 menunjukkan, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen; turun 3,3 persen dari 27,7 persen pada tahun 2019. Momentum ini perlu terus dilanjutkan melalui kolaborasi antar sektor untuk mengurangi risiko kejadian stunting di masa yang akan datang.

Stunting dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, di mana di atas 70 persen kejadiannya disebabkan oleh pola hidup, seperti konsumsi pangan dan aktivitas fisik. Untuk mengatasi memenuhi gizi seimbang, konsumsi aneka ragam bahan pangan yang diolah jadi menu menarik bisa menjadi solusi memenuhi gizi keluarga.

Sarapan juga berkontribusi 30 persen dari kebutuhan gizi. Sarapan bergizi seimbang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, serta sayur dan buah dapat meningkatkan asupan gizi seimbang yang di kemudian hari mampu mendukung tumbuh kembang anak.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Tips menyusui agar kebutuhan kalori bayi tercukupi
Minggu, 07 Agustus 2022 - 17:23 WIB

Tips menyusui agar kebutuhan kalori bayi tercukupi

Bagi ibu baru pengalaman menyusui untuk kali pertama menjadi sebuah tantangan tersendiri, karena ibu...
Keterlibatan orang tua dorong keberhasilan edukasi gizi pada anak
Jumat, 05 Agustus 2022 - 08:39 WIB

Keterlibatan orang tua dorong keberhasilan edukasi gizi pada anak

Pakar gizi dan kesehatan dari Universitas Indonesia (UI) Ahmad Syafiq, Ir, MSc, PhD menilai keterli...
Ajak anak berkegiatan bantu kurangi kecanduan gadget
Jumat, 05 Agustus 2022 - 07:45 WIB

Ajak anak berkegiatan bantu kurangi kecanduan gadget

Menyediakan kegiatan lain untuk anak dapat membantu mereka terlepas dari kecanduan gadget, demikian ...
Wapres: Pemerintah fokus turunkan angka kasus stunting di 12 provinsi
Kamis, 04 Agustus 2022 - 15:25 WIB

Wapres: Pemerintah fokus turunkan angka kasus stunting di 12 provinsi

Wakil Presiden (Wapres) Ma\\\'ruf Amin mengatakan bahwa pemerintah fokus berusaha menurunkan angka ...
Dokter ingatkan orang tua kawal 1.000 hari pertama kehidupan anak
Selasa, 02 Agustus 2022 - 20:11 WIB

Dokter ingatkan orang tua kawal 1.000 hari pertama kehidupan anak

Dokter Spesialis Anak dr. Ardi Santoso mengatakan bahwa proses tumbuh kembang 1.000 hari pertama keh...
Dokter izinkan orang tua beri variasi rasa untuk makanan anak
Selasa, 02 Agustus 2022 - 16:57 WIB

Dokter izinkan orang tua beri variasi rasa untuk makanan anak

Dokter spesialis anak dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta Ardi Santoso mengizinka...
Cegah perkawinan anak jadi tanggung jawab bersama
Senin, 01 Agustus 2022 - 16:36 WIB

Cegah perkawinan anak jadi tanggung jawab bersama

Perkawinan anak  menjadi agenda pembangunan global, hal ini sesuai dengan target dan  tujuan pemb...
Cara orang tua dukung minat anak jadi `gamer` tanpa imbas kecanduan
Senin, 25 Juli 2022 - 07:31 WIB

Cara orang tua dukung minat anak jadi `gamer` tanpa imbas kecanduan

Psikolog anak, remaja dan keluarga Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd mengatakan orang tua tetap bis...
Penyebab dan cara atasi anak kecanduan `gadget`
Senin, 25 Juli 2022 - 06:15 WIB

Penyebab dan cara atasi anak kecanduan `gadget`

Psikolog Prof. Dr. H. Seto Mulyadi, S. Psi., M.Si atau yang akrab disapa Kak Seto menyebutkan bahwa ...
Kecanduan gawai bisa pengaruhi kesehatan mental anak
Senin, 25 Juli 2022 - 06:01 WIB

Kecanduan gawai bisa pengaruhi kesehatan mental anak

Kecanduan gadget (gawai) pada anak bisa memengaruhi bahkan menyebabkan gangguan mental jika tak ...

InfodariAnda (IdA)