Kerabat pejuang Ukraina yang dievakuasi dari Azovstal cari kabar

Elshinta
Selasa, 31 Mei 2022 - 09:18 WIB |
Kerabat pejuang Ukraina yang dievakuasi dari Azovstal cari kabar
Tentara Ukraina, yang menyerahkan diri di pabrik baja Azovstal yang terkepung di Mariupol selama konflik Ukraina-Rusia, duduk di dalam sebuah bus saat kedatangan mereka yang dikawal militer pro Rusia di pemukiman Olenivka di Donetsk, Ukraina, Jumat (20/5/2022). REUTERS/Alexander Ermochenko

Elshinta.com - Kerabat para pejuang Ukraina yang tinggal selama berminggu-minggu di pabrik baja Azovstal yang terkepung mengatakan pada Senin (30/5) bahwa mereka tidak menerima berita tentang keberadaan orang yang mereka cintai.

Sejak para pejuang itu dievakuasi ke daerah Ukraina yang dikuasai Rusia, tak ada kabar tentang mereka.

Ketidakpastian menyelimuti nasib ratusan pejuang itu, sebagian besar dari batalyon Azov, yang ditahan Rusia pada pertengahan Mei. 

Para pejuang tersebut pada dasarnya diperintahkan untuk menyerahkan diri ketika pasukan Rusia menggempur pabrik dan kota terdekat Mariupol di Ukraina selatan.

Para kerabat pejuang itu, semuanya perempuan, mengatakan mereka telah membentuk Dewan Istri dan Ibu, untuk memastikan para pejuang diperlakukan sesuai dengan Konvensi Jenewa tentang tawanan perang.

"Kami diminta untuk tetap diam agar tidak memperburuk keadaan," kata Tetyana Horko, saudara perempuan komandan marinir Serhiy Horko, dalam konferensi pers.

"Tapi orang tidak boleh berpikir bahwa kisah pahlawan Azovstal sudah berakhir. Mereka membutuhkan dukungan, mereka perlu dibawa pulang."

Sandra Krotevich, saudara perempuan wakil komandan pertama resimen Azov, Bohdan Krotevich, mengatakan bahwa kerabat tidak tahu apa yang terjadi pada para pejuang yang ditahan.

"Di mana mereka, apa yang terjadi pada mereka, dalam kondisi apa mereka, kami tidak tahu," kata Krotevich.

"Kami sangat berharap Rusia memperlakukan mereka sesuai dengan Konvensi Jenewa, sesuai dengan hukum internasional seperti Ukraina memperlakukan tawanan perang Rusia."

Natalia Zarytska, istri seorang prajurit resimen Azov, mengatakan dia telah dihubungi oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC), yang membantu mengawasi evakuasi massal.

"Saya diberi tahu sudah ada daftar bahwa dia meninggalkan pabrik Azovstal tapi pertanyaan saya --apakah dia masih hidup, dalam kondisi apa dia, di mana mereka dibawa-- tak satu pun dijawab," kata Zarytska.

Dia mengatakan dia melihat sedikit bukti aktivitas ICRC, tapi menambahkan dia ingin perwakilannya hadir bersama para pejuang itu "untuk memastikan Konvensi Jenewa dipatuhi".

Pihak-pihak berwenang Ukraina mengatakan mereka mengharapkan para pejuang itu menjadi bagian dari pertukaran dengan tawanan perang Ukraina.

Beberapa politisi Rusia telah menyarankan para pejuang Azov, bagian dari milisi sayap kanan sebelum dimasukkan ke dalam Garda Nasional Ukraina pada tahun 2014, harus diadili.

Para pejuang itu telah bersumpah untuk tidak pernah menyerah kepada pasukan Rusia, yang menggempur pabrik dan jaringan terowongan di bawahnya.

Tapi, pihak berwenang pada dasarnya memerintahkan mereka untuk menyerah, dengan mengatakan bahwa misi mereka membela Ukraina telah selesai.

Sebelum para pejuang menyerah, ada ratusan warga sipil yang bersembunyi di lantai bawah tanah bersama mereka.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
PBB minta semua kegiatan militer di PLTN Ukraina segera dihentikan
Jumat, 12 Agustus 2022 - 16:11 WIB

PBB minta semua kegiatan militer di PLTN Ukraina segera dihentikan

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak agar semua kegiatan m...
Rusia tuding Ukraina lakukan terorisme nuklir
Jumat, 12 Agustus 2022 - 15:47 WIB

Rusia tuding Ukraina lakukan terorisme nuklir

Rusia menuduh Kiev melakukan `terorisme nuklir` dan mengklaim bahwa penembakan yang dilakukan Ukrain...
BNI perkenalkan rempah di pasar Hong Kong melalui Food Expo 2022
Kamis, 11 Agustus 2022 - 20:35 WIB

BNI perkenalkan rempah di pasar Hong Kong melalui Food Expo 2022

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus mengoptimalkan potensi produk rempah dan maka...
Foto-foto pemandangan alam Indonesia dipamerkan di China
Rabu, 10 Agustus 2022 - 12:35 WIB

Foto-foto pemandangan alam Indonesia dipamerkan di China

Sebanyak 20 foto tentang pemandangan alam Indonesia dipamerkan di Beijing, China oleh ASEAN-China Ce...
Dolar jatuh dari level tertinggi, investor tunggu data inflasi AS
Selasa, 09 Agustus 2022 - 16:22 WIB

Dolar jatuh dari level tertinggi, investor tunggu data inflasi AS

Dolar jatuh menjadi di bawah tertinggi baru-baru ini di perdagangan Asia pada Selasa sore, karena pa...
Australia berduka atas kepergian Olivia Newton-John
Selasa, 09 Agustus 2022 - 15:35 WIB

Australia berduka atas kepergian Olivia Newton-John

Australia turut berduka saat mendengar kabar bahwa bintang pop ikon 1970-an dan 80-an Olivia Newton-...
Indonesia jadi ketua Komite ASEAN di Beijing
Selasa, 09 Agustus 2022 - 13:26 WIB

Indonesia jadi ketua Komite ASEAN di Beijing

Indonesia mendapatkan giliran menjadi ketua Komite ASEAN di Beijing (ASEAN Committee in Beijing/ACB...
Masyarakat Indonesia di Sri Lanka ikuti lomba, peringati kemerdekaan
Selasa, 09 Agustus 2022 - 11:36 WIB

Masyarakat Indonesia di Sri Lanka ikuti lomba, peringati kemerdekaan

Masyarakat Indonesia di Sri Lanka mengikuti berbagai kegiatan lomba khas 17 Agustus untuk memperinga...
Resmikan Kesennuma Minato Matsuri, Dubes Heri ikut parade budaya Indonesia
Senin, 08 Agustus 2022 - 19:58 WIB

Resmikan Kesennuma Minato Matsuri, Dubes Heri ikut parade budaya Indonesia

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi menghadiri Kesennuma Minato Matsu...
Pakistan ikut mengutuk serbuan Israel ke Masjid Al Aqsa
Senin, 08 Agustus 2022 - 16:55 WIB

Pakistan ikut mengutuk serbuan Israel ke Masjid Al Aqsa

Pakistan bergabung dengan negara-negara Muslim lain untuk mengutuk serbuan Israel ke kompleks Masji...

InfodariAnda (IdA)