Pemerintah buka kesempatan 15.000 mahasiswa ikut Kampus Mengajar
Elshinta
Kamis, 26 Mei 2022 - 11:59 WIB |
Pemerintah buka kesempatan 15.000 mahasiswa ikut Kampus Mengajar
Tangkapan layar Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Plt. Direktur Belmawa), Ditjen Diktiristek, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati. (FOTO ANTARA/HO- Humas Kemendikbudristek)

Elshinta.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuka kesempatan bagi 15.000 mahasiswa untuk mengikuti program Kampus Mengajar angkatan IV yang mulai dibuka pada 25 Mei hingga 5 Juni 2022.

“Melalui program ini, kami berharap agar mahasiswa mampu memberikan transfer ilmu dan inspirasi kepada para siswa di sekolah untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang tertinggi. Kesempatan ini juga bisa menjadi momen di mana mahasiswa bisa melihat keberagaman budaya di Indonesia selama satu semester penuh,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek), Kemendikbudristek, Nizam, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan program Kampus Mengajar dirancang sebagai salah satu bentuk aktivitas pembelajaran di luar kelas bagi mahasiswa dengan tujuan memberikan solusi bagi dua permasalahan pendidikan secara simultan.

Solusi pertama berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi di satuan pendidikan dasar. Kedua, sebagai ‘latihan’ bagi mahasiswa untuk menyiapkan karirnya setelah tamat dari perguruan tinggi.

Sejak diluncurkan pada tahun 2020 oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, program Kampus Mengajar sudah menurunkan lebih dari 55.000 mahasiswa yang tersebar di berbagai sekolah di seluruh wilayah Indonesia.

Jumlah tersebut telah didistribusikan melalui pelaksanaan Kampus Mengajar angkatan perintis pada 2020, Kampus Mengajar angkatan I dan 2 pada 2021, serta Kampus Mengajar angkatan 3 yang saat ini masih dalam periode penugasan.

Animo mahasiswa terhadap program ini sangat besar yang dibuktikan dengan tingginya angka pendaftaran di setiap pembukaan program. Tercatat, sebanyak 33.000 mahasiswa ikut mendaftar sebagai peserta pada Kampus Mengajar angkatan I yang kemudian diseleksi menjadi 15.000 peserta.

Selanjutnya, melalui Kampus Mengajar angkatan II, sebanyak 21.710 mahasiswa terpilih diterjunkan ke SD dan SMP di seluruh penjuru Indonesia. Berikutnya, sebanyak 16.736 mahasiswa dipilih dari 40.000 lebih pendaftar pada program Kampus Mengajar angkatan III.

Tingginya angka pendaftar berbanding lurus dengan tingkat kepuasan peserta terhadap program Kampus Mengajar. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana tugas Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Plt. Direktur Belmawa), Ditjen Diktiristek, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, dalam Sosialisasi Program Kampus Mengajar angkatan 4 bagi perguruan tinggi negeri (PTN) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) seluruh Indonesia.

“Dari 36.000 peserta Kampus Mengajar di tahun 2021, sebanyak sebanyak 93,7 persen mahasiswa menyatakan puas terhadap pelaksanaan Program Kampus Mengajar. Dari jumlah tersebut, 94,3 persen peserta juga berpendapat bahwa program Kampus Mengajar patut direkomendasikan untuk diikuti oleh mahasiswa lainnya,” katanya.

Merujuk hasil evaluasi Program Kampus Mengajar pada 2021, dari 36.000 peserta program, sebanyak 94,8 persen mahasiswa merasakan adanya peningkatan kemampuan teknis (hard skill) yang berkaitan dengan studi masing-masing.

Selain itu, 35,6 persen peserta juga menyatakan bahwa keikutsertaannya di program Kampus Mengajar membuat mereka siap dan percaya diri untuk melanjutkan rencana usai lulus dari perguruan tinggi, demikian Kiki Yuliati.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wabah PMK merebak kurban Iduladha tahun ini aman
Kamis, 30 Juni 2022 - 00:23 WIB
Menjelang perayaan Iduladha atau hari raya kurban, wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menye...
Pemerintah Kabupaten Tangerang janji memfasilitasi karyawan Holywings
Rabu, 29 Juni 2022 - 23:35 WIB
Pemerintah Kabupaten Tangerang di Provinsi Banten berjanji untuk memfasilitasi karyawan Holywings ...
Kemenkeu terbitkan SUN Program Pengungkapan Sukarela Rp746,62 miliar
Rabu, 29 Juni 2022 - 23:11 WIB
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, mencatat transaksi penerbit...
Warga korban erupsi Semeru jalan kaki dari Lumajang ke Istana Negara
Rabu, 29 Juni 2022 - 22:23 WIB
Tiga  warga Desa Sumber Wuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur yang merupakan korban bencana erupsi...
Daop 6 Yogyakarta kampanye cegah kekerasan seksual di kereta
Rabu, 29 Juni 2022 - 21:47 WIB
PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta menggelar kampanye pencegahan tindak kekerasan dan pelecehan seks...
Konsumen kesulitan beli minyak goreng karena aturan `Pedulilindungi`
Rabu, 29 Juni 2022 - 20:59 WIB
Seorang pedagang sembako di Pasar Mandiri, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Ida (37) menyampaikan para ...
Polisi: Penanganan `anak aibon` butuh upaya bersama
Rabu, 29 Juni 2022 - 20:47 WIB
Penanganan terhadap anak-anak yang ketergantungan mengisap lem aiko aibon (anak aibon) di Manokwari...
Damri ungkap angkutan perintis terkendala pola pemberian subsidi
Rabu, 29 Juni 2022 - 20:23 WIB
Direktur Utama Perum Damri Setia N. Milatia Moemin mengungkapkan sejumlah kendala angkutan perintis,...
MUI dorong pengurangan pemakaian plastik dalam pembagian daging kurban
Rabu, 29 Juni 2022 - 20:11 WIB
Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong peng...
Rayakan Bulan Bung Karno, warga Desa Bergas tanam padi bergambar Soekarno 
Rabu, 29 Juni 2022 - 18:44 WIB
Alunan suara gamelan mengiringi pelaksanaan upacara wiwitan yang dihadiri langsung Gubernur Jawa Ten...
InfodariAnda (IdA)