Bina hubungan pusat dan daerah, BSKDN Kemendagri tekankan kolaborasi dan komunikasi intensif
Elshinta
Selasa, 24 Mei 2022 - 22:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Bina hubungan pusat dan daerah, BSKDN Kemendagri tekankan kolaborasi dan komunikasi intensif
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), Eko Prasetyanto mengatakan kolaborasi dan komunikasi intensif menjadi kunci dalam memperkuat hubungan pusat dan daerah. Dengan langkah tersebut, antar lembaga pemerintahan dapat saling memberi saran dan perbaikan kinerja masing-masing. Demikian disampaikan dalam acara Rapat Koordinasi Pembinaan Hubungan Pusat dan Daerah dalam Kebijakan Dalam Negeri, di Yogyakarta, Selasa (24/5).

“Pada pertemuan ini, Bapak dan Ibu, kami mengajak kita semua untuk meningkatkan kolaborasi dan komunikasi dengan turut berpartisipasi, dengan memberikan saran dan masukan untuk perbaikan kinerja kita ke depan,” ucapnya. 
 
Kolaborasi dan komunikasi yang intensif antara lembaga pemerintah, terang Eko, juga bentuk realisasi dari nilai-nilai BerAKHLAK yang menjadi pegangan para aparatur negara. “Kita akan terus mendorong _core value_ BerAKHLAK ini; berorientasi pelayanan kepada masyarakat, mengerjakan segala sesuatu dengan kompeten, akuntabel, harmonis, loyal. Kemudian adaptif dan kolaboratif,” tambahnya. 
 
Lebih lanjut Ia menyakini, dengan nilai tersebut, tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dapat dituntaskan. “Saya kira ini kunci yang perlu kita lakukan,” tekannya pada nilai-nilai BerAKHLAK. 
 
Selain itu, ia mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkecil kesalahan dalam pengambilan keputusan. “Sebagaimana yang sering disampaikan Bapak Menteri Dalam Negeri bahwa bekerja dengan meminimalkan persoalan dan berprestasi tinggi,” tambah Eko. 
 
Hal tersebut, lanjutnya, karena tuntutan dan tantangan pemerintah daerah saat ini demikian besar. “Permasalahan yang kita hadapi semakin kompleks. Namun tetap harus kita selesaikan. Sebab itu, dengan nilai-nilai BerAKHLAK ini dan kerja keras, kita dorong untuk dapat terselesaikan,” pungkasnya. 
 
Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Pakualaman X, menyepakati hal tersebut. Ia pun mengakui Yogyakarta tidak lepas dari tantangan yang ada. “Permasalahan pembangunan di DIY saat ini semakin kompleks dan dinamis Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator sasaran dalam RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah) DIY 2017-2022 yang belum tercapai secara optimal,” ungkap Pakualaman X. 
 
Lebih lanjut, Wakil Gubernur DI Yogyakarta tersebut mengatakan diperlukan peningkatan kinerja dan strategi penyelenggaraan pemerintahan yang baik dalam menuntaskan permasalahan tersebut. “Kualitas dan pelaksanaan program harus terus ditingkatkan, dibarengi dengan upaya peningkatan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, agar terlaksana pembangunan yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di Yogyakarta, tanpa terkecuali,” lanjutnya. 
 
Dalam kesempatan tersebut, ia pun meminta bantuan BSKDN untuk terus membantu DI Yogyakarta, termasuk dengan mengadakan diskusi seperti yang tengah dilaksanakan. “Besar harapan kami agar kegiatan ini dapat meningkatkan sinergitas antar pemerintah pusat dan DIY, terutama dalam menjalankan praktik baik dimana penyelenggaraan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pada seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya. 
 
Menyambut hal tersebut, Kepala BSKDN berkomitmen untuk terus memperhatikan perkembangan Yogyakarta sebagai daerah yang potensial. Ia juga mengharapkan ada masukan yang sama dari Pemerintah Daerah Yogyakarta terus berkolaborasi. “Kita ketahui bersama, Daerah Istimewa Yogyakarta adalah provinsi yang memiliki kemajuan dan keunggulan, yang perlu menjadi perhatian kita. Oleh karena itu, masukan dari Bapak dan Ibu dalam kegiatan ini, tentu kami butuhkan,” ucap Eko.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kalteng usul penambahan frekuensi penerbangan di Bandara Tjilik Riwut
Rabu, 06 Juli 2022 - 10:47 WIB
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan usulan kepada pemerintah pusat dan pihak terkait,...
Daop 6 Yogyakarta tambah tujuh perjalanan kereta selama Juli
Rabu, 06 Juli 2022 - 10:35 WIB
PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta menambah tujuh perjalanan kereta sepanjang Juli sebagai salah sat...
BMKG ingatkan waspada potensi hujan lebat di sejumlah provinsi
Rabu, 06 Juli 2022 - 09:32 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk waspada akan po...
Tingkatkan keamanan transportasi dengan teknologi, Perum PPD-PT TKDN <i>teken</i> MoU
Rabu, 06 Juli 2022 - 09:06 WIB
PT Teknologi Karya Digital Nusa (TKDN) menandatangani MoU dengan Perusahaan Umum Pengangkutan Penump...
Kemenag: Daftar tunggu haji di Subang selama 23 tahun
Rabu, 06 Juli 2022 - 08:43 WIB
Kementerian Agama Kabupaten Subang, Jawa Barat menyebutkan daftar tunggu atau waiting list keberan...
Tangerang kembali batasi kapasitas mal karena masuk PPKM level 2
Rabu, 06 Juli 2022 - 08:31 WIB
Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten akan kembali membatasi jumlah pengunjung pusat perbelanjaan a...
Baznas Bazis ajak warga Pulau Seribu pakai bongsang gantikan plastik
Rabu, 06 Juli 2022 - 08:17 WIB
Badan Amil Zakat Nasional Badan Amil Zakat Infak dan Sedekah (Baznas Bazis) Kepulauan Seribu mengaja...
BMKG prakirakan sebagian besar Jakarta cerah berawan
Rabu, 06 Juli 2022 - 06:55 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Jakarta ...
Presiden Jokowi bagikan bansos sambil pantau harga di Pasar Peterongan
Rabu, 06 Juli 2022 - 06:31 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat penerima manfaat ...
BPJS Kesehatan: Penghapusan kelas rawat inap tidak bisa tergesa-gesa
Rabu, 06 Juli 2022 - 06:15 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menegaskan bahwa penghapusan kelas rawat inap menjad...
InfodariAnda (IdA)