Seorang ibu selamat setelah sempat ditarik buaya ke dalam sungai
Elshinta
Selasa, 24 Mei 2022 - 09:39 WIB |
Seorang ibu selamat setelah sempat ditarik buaya ke dalam sungai
Srimahwiyah (42) korban disambar buaya saat di RSUD dr Murjani Sampit. Dia diterkam buaya saat mengambil air wudhu di sungai di depan rumahnya, Senin (23/5/2022) subuh. ANTARA/Norjani

Elshinta.com - Srimahwiyah (42) warga Gang Sepakat, Jalan Binjai Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur di Provinsi Kalimantan Tengah selamat dari terkaman buaya meskipu sempat ditarik hewan ganas itu hingga ke dalam sungai.

"Saya sempat tiga kali dibawa tenggelam. Saat muncul ke permukaan saya berteriak. Saya bersyukur bisa selamat," kata Srimahwiyah di Sampit, Selasa.

Perempuan yang akrab disapa Sri menceritakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB Senin (23/5). Saat itu dia sedang mengambil air wudhu di sungai untuk shalat Subuh.

Saat itu dia sempat melihat benda mengambang tidak jauh dari tempatnya berwudhu. Dia tidak menyadari bahwa benda yang dikiranya batang pohon yang mengambang itu ternyata seekor buaya.

Tanpa diduga, buaya menerkam kaki kiri Sri. Satwa ganas itu langsung menariknya ke dalam sungai. Dia merasa sedikitnya tiga kali buaya yang panjangnya diperkirakan sekitar tiga meter itu menariknya ke dalam sungai.

Saat dia berteriak, beberapa warga datang ke lokasi namun tidak bisa berbuat banyak karena tubuhnya dibawa ke dalam sungai. Sri yang terus berusaha berontak akhirnya berhasil membuat buaya melepaskan gigitannya.

Sri langsung ditolong warga dan dilarikan ke puskesmas setempat. Sri kemudian dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan penanganan intensif pada luka di kaki kiri akibat gigitan buaya tersebut.

"Ini kaki saya masih sakit. Mudah-mudahan tidak ada masalah. Mudahan segera sembuh," kata Sri usai menjalani pemeriksaan rontgen di rumah sakit.

Sementara itu Kepala Desa Bagendang Tengah Untung Sukardi ditemui di desanya mengatakan, serangan buaya terhadap manusia merupakan yang pertama kali terjadi di desanya. Kejadian ini kontan membuat warga setempat menjadi takut dan waswas.

"Saat kejadian ada orang disambar buaya, warga tidak kaget. Setelah kejadian itu terjadi di desa kami, kini warga menjadi waswas. Makanya kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan," kata Untung.

Dia menjelaskan, Sungai Sampit yang melintasi desa mereka dan bermuara di Sungai Mentaya, memang diketahui terdapat populasi buaya. Warga pernah melihat buaya muncul di perairan seberang permukiman warga, namun tidak mengira buaya akan menyerang manusia.

Pemerintah desa akan memasang rambu imbauan dan sosialisasi untuk mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai. Dia juga berharap instansi terkait melakukan upaya-upaya untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Sebagian masyarakat kami masih sering beraktivitas di sungai setiap harinya, makanya kami tentu khawatir dengan kejadian ini. Kami berharap ada upaya membantu ini," kata Untung.

Menurutnya, beberapa waktu lalu BKSDA pernah mencoba menangkap buaya di kawasan itu. Untung berharap upaya serupa kembali dilakukan BKSDA hingga buaya tersebut bisa ditangkap dan direlokasi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Muhaimin Iskandar siap dicalonkan sebagai Presiden 2024
Jumat, 01 Juli 2022 - 23:57 WIB
Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar siap dicalonkan sebagai Presiden 2024. PKB akan meyakinkan kepada p...
Suksesi BIAN, Pemkab Cirebon gandeng semua unsur
Jumat, 01 Juli 2022 - 22:56 WIB
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan, menargetkan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak N...
Kota Cirebon juara I pameran investasi di Blitar
Jumat, 01 Juli 2022 - 22:48 WIB
Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon, Jawa Barat meraih juara pertama dalam agenda pameran investa...
Pemkab Kudus dapat 500 dosis vaksin untuk tangkal sebaran PMK
Jumat, 01 Juli 2022 - 22:26 WIB
Antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Kabupaten Kudus Jawa Te...
Jelang HUT Bhayangkara ke 76, Kapolda Sumut pimpin upacara ziarah di makam pahlawan
Jumat, 01 Juli 2022 - 21:46 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol. R. Z. Panca Putra S memimpin upacara ziarah rombongan dalam rangka HUT Bhay...
Gubernur Jatim terima penganugerahan pin emas dan penghargaan dari Kapolri
Jumat, 01 Juli 2022 - 21:13 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendapat penganugerahan pin emas dan piagam penghargaa...
Penindakan pelaku illegal mining di Pidie diwarnai aksi penghadangan 
Jumat, 01 Juli 2022 - 21:05 WIB
Situasi pasca penghadangan yang dilakukan warga saat penindakan terhadap pelaku illegal mining di Ja...
Wabup Subang: Momentum Harganas ke-29 untuk turunkan stunting
Jumat, 01 Juli 2022 - 20:44 WIB
Sebanyak 23 penghargaan diberikan kepada perorangan dan kelompok yang telah memberikan kinerja terba...
Pertamina imbau masyarakat tak panik dengan sistem pembelian Pertalite
Jumat, 01 Juli 2022 - 20:16 WIB
PT Pertamina (Persero) mengimbau masyarakat tidak panik dengan sistem pembelian bahan bakar Pertalit...
Pulau Jawa punya potensi lahan kering untuk biomassa 916 ribu hektare
Jumat, 01 Juli 2022 - 19:33 WIB
Direktur Pusat Penelitian Bioenergi dan Surfaktan IPB Meika Syahbana Rusli mengatakan Pulau Jawa mem...
InfodariAnda (IdA)