DPR ingatkan Kementan jangan remehkan PMK seperti awal COVID-19
Elshinta
Selasa, 24 Mei 2022 - 07:39 WIB |
DPR ingatkan Kementan jangan remehkan PMK seperti awal COVID-19
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi. ANTARA/HO-DPR RI

Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengingatkan agar Kementerian Pertanian (Kementan) tidak meremehkan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sama halnya seperti penanganan awal COVID-19 di Indonesia.

"Jangan sampai juga perspektif berpikir kita menangani wabah ini persis perspektif berpikir kita ketika menangani COVID-19 waktu awal, ini yang yang ingin kita sampaikan," kata Dedi dalam rapat kerja bersama Kementerian Pertanian di Gedung Parlemen Jakarta, Senin.

Dedi mengingatkan bahwa ketika pertama kali COVID-19 masuk ke Indonesia, pemerintah menganggap penyakit tersebut tidak berbahaya dan bisa disembuhkan dengan ramuan-ramuan. Namun setelahnya penyebaran COVID-19 yang semula dianggap kecil datang dengan gelombang-gelombang besar dan menyebabkan banyak kematian di masyarakat maupun tenaga kesehatan.

Dedi Mulyadi menyampaikan hal tersebut setelah mendengar paparan dari Menteri Pertanian yang menyebutkan bahwa PMK pada hewan bisa disembuhkan dengan obat-obatan, vitamin, dan antibiotik.

"Kemarin kami di Lampung datang ke sana dua yang membawa virus sembuh, Bapak, minta maaf. Dan mereka ada yang kasih kunyit, ada yang kasih antibiotik, tiga kali intervensi PCR-nya pun negatif. Jadi kita enggak boleh juga panik berlebih, tidak berarti kita tidak harus awas karena ini memang seperti itu," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Anggota Komisi IV DPR RI yang memiliki latar belakang sebagai dokter hewan, Slamet, menyebut bahwa pemerintah lalai dalam menjaga Indonesia tetap bebas dari PMK yang sudah berlangsung selama 20 tahun.

Menurut Slamet, akan membutuhkan waktu yang lama lagi agar Indonesia bisa kembali terbebas dari penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.

Slamet juga mengingatkan agar Kementerian Pertanian menyampaikan informasi yang tepat bahwa penanganan penyebaran PMK hanya bisa dilakukan dengan menggunakan vaksin.

"Masalahnya kan ini adalah virus, Pak, yang tidak akan bisa ditangani oleh antibiotik dan lain-lainnya kecuali dengan vaksin," kata Slamet.

Slamet mengakui bahwa PMK pada hewan bukan merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan hewan pada manusia. Namun dia menekankan bahwa virus yang menyebabkan hewan ternak menjadi sakit tidak bisa dihilangkan dengan menggunakan obat-obatan, antibiotik, atau vitamin.

Menurutnya, obat-obatan dan vitamin sifatnya hanya suportif bukan kuratif atau menyembuhkan. Dia menekankan cara penanganan PMK yang tepat adalah dengan membuat kekebalan kelompok pada hewan ternak menggunakan vaksin agar virus tidak bisa menyebar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Muhaimin Iskandar siap dicalonkan sebagai Presiden 2024
Jumat, 01 Juli 2022 - 23:57 WIB
Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar siap dicalonkan sebagai Presiden 2024. PKB akan meyakinkan kepada p...
Suksesi BIAN, Pemkab Cirebon gandeng semua unsur
Jumat, 01 Juli 2022 - 22:56 WIB
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan, menargetkan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak N...
Kota Cirebon juara I pameran investasi di Blitar
Jumat, 01 Juli 2022 - 22:48 WIB
Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon, Jawa Barat meraih juara pertama dalam agenda pameran investa...
Pemkab Kudus dapat 500 dosis vaksin untuk tangkal sebaran PMK
Jumat, 01 Juli 2022 - 22:26 WIB
Antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Kabupaten Kudus Jawa Te...
Jelang HUT Bhayangkara ke 76, Kapolda Sumut pimpin upacara ziarah di makam pahlawan
Jumat, 01 Juli 2022 - 21:46 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol. R. Z. Panca Putra S memimpin upacara ziarah rombongan dalam rangka HUT Bhay...
Gubernur Jatim terima penganugerahan pin emas dan penghargaan dari Kapolri
Jumat, 01 Juli 2022 - 21:13 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendapat penganugerahan pin emas dan piagam penghargaa...
Penindakan pelaku illegal mining di Pidie diwarnai aksi penghadangan 
Jumat, 01 Juli 2022 - 21:05 WIB
Situasi pasca penghadangan yang dilakukan warga saat penindakan terhadap pelaku illegal mining di Ja...
Wabup Subang: Momentum Harganas ke-29 untuk turunkan stunting
Jumat, 01 Juli 2022 - 20:44 WIB
Sebanyak 23 penghargaan diberikan kepada perorangan dan kelompok yang telah memberikan kinerja terba...
Pertamina imbau masyarakat tak panik dengan sistem pembelian Pertalite
Jumat, 01 Juli 2022 - 20:16 WIB
PT Pertamina (Persero) mengimbau masyarakat tidak panik dengan sistem pembelian bahan bakar Pertalit...
Pulau Jawa punya potensi lahan kering untuk biomassa 916 ribu hektare
Jumat, 01 Juli 2022 - 19:33 WIB
Direktur Pusat Penelitian Bioenergi dan Surfaktan IPB Meika Syahbana Rusli mengatakan Pulau Jawa mem...
InfodariAnda (IdA)