PMK tersebar di 15 provinsi dengan kematian 0,36 persen
Elshinta
Senin, 23 Mei 2022 - 17:56 WIB |
PMK tersebar di 15 provinsi dengan kematian 0,36 persen
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Indonesia tersebar di 15 provinsi yang terdampak pada 3.910.310 ekor ternak dengan tingkat kematian 0,36 persen.

"Data pelaporan sampai dengan 17 Mei 2022 menunjukkan telah terdeteksi PMK di 15 provinsi dan 52 kabupaten-kota. Dengan dari total populasi ternak dari 15 provinsi itu adalah 13,8 juta ekor, jumlah ternak yang terdampak sebanyak 3,9 juta ekor," kata Mentan Syahrul dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI yang dipantau di Jakarta, Senin (23/5).

Sebanyak 15 provinsi yang terdampak yaitu Aceh 47.802 ekor, Bangka Belitung 10.347 ekor, Banten 678 ekor, DIY 55.490 ekor, Jawa Barat 165.319 ekor, Jawa Tengah 689.319 ekor, Jawa Timur 1.941.131 ekor.

Selanjutnya,  Kalimantan Barat 14.186 ekor, Kalimantan Selatan 71.831 ekor, Kalimantan Tengah 26.993 ekor, Lampung 24.175 ekor, Nusa Tenggara Barat 363.770 ekor, Sumatera Barat 151.660 ekor, Sumatera Selatan 1.281 ekor, dan Sumatera Utara 346.179 ekor.

Jika dilihat dari total populasi hewan ternak di 15 provinsi tersebut yang sebanyak 13.810.749 ekor, sebanyak 3.910.310 ekor terdampak penyakit PMK. Dari total yang terdampak, sebanyak 13.965 ekor positif terinfeksi PMK berdasarkan uji PCR laboratorium atau sekitar 0,36 persen dari total yang terdampak.

Dari total hewan yang sakit tersebut sebanyak 2.630 ekor atau 18,83 persennya telah sembuh dan sebanyak 99 ekor atau 0,71 persennya mati.

Penyakit mulut dan kuku menyerang hewan ternak berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Penularan PMK cukup cepat yaitu melalui kontak langsung, melalui udara atau airborne.

Kejadian PMK dalam skala luas akan memberi dampak kerugian ekonomi akibat turunnya produktivitas, kematian, dan harga jual murah. Selain itu PMK juga akan berdampak dalam perdagangan internasional baik ternak hidup maupun produk ternak karena adanya larangan ekspor.

"Namun demikian, ternak yang terkena PMK tidak menular kepada manusia dan daging ternak yang tertular tetap dapat dikonsumsi oleh manusia dengan cara pemotongan yang ketat di RPH, dan organ terinfeksi harus dimusnahkan sesuai protokol kesehatan hewan yang ada," kata Mentan Syahrul.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tiga olahraga tradisional Bali akan tampil saat Presidensi G20
Minggu, 26 Juni 2022 - 07:45 WIB
Ketua Umum Persatuan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Provinsi Bali Ida Ayu Ketut ...
Program kemitraan ubi jalar Jember buka potensi pasar Jepang
Minggu, 26 Juni 2022 - 07:15 WIB
Program kemitraan bersama petani dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi,...
Warga Buton tangkap buaya sepanjang 4,3 meter dengan berat 1 ton
Sabtu, 25 Juni 2022 - 23:45 WIB
Warga di Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menangka...
Emirates hadirkan kembali penerbangan harian ke Bali
Sabtu, 25 Juni 2022 - 23:31 WIB
Emirates akhirnya menghadirkan kembali penerbangan harian ke Bali seperti saat sebelum pandemi COVID...
Vaksin booster COVID-19 penting untuk kesehatan lansia
Sabtu, 25 Juni 2022 - 23:01 WIB
Vaksinasi penguat (booster) COVID-19 adalah penting bagi warga lanjut usia untuk menjaga kesehatan m...
Kominfo bahas peluang investasi pusat data di Batam
Sabtu, 25 Juni 2022 - 21:15 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate melakukan kunjungan kerja ke Batam, Ke...
PPIH Embarkasi Batam berangkatkan JCH asal Jambi ke Tanah Suci
Sabtu, 25 Juni 2022 - 21:01 WIB
Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, memberangkatk...
Petani cabai rawit hiyung di Kalsel raup untung
Sabtu, 25 Juni 2022 - 20:01 WIB
Petani cabai rawit hiyung di Kabupaten Tapin, meraup untung, antara Rp40.000 hingga Rp50.000 per Kg,...
Petani program peremajaan sawit rakyat di Muara Enim mulai panen
Sabtu, 25 Juni 2022 - 19:45 WIB
Puluhan petani, yang menjalankan program peremajaan sawit rakyat (PSR) di Kabupaten Muara Enim, Suma...
Kasus PMK ternak di Lampung meluas ke Kota Metro
Sabtu, 25 Juni 2022 - 18:35 WIB
Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Provinsi Lampung meluas ke Kota Metro setelah adanya te...
InfodariAnda (IdA)