MemoRI 21 Mei
21 Mei 1998: Soeharto mundur dari jabatannya
Elshinta
Penulis : Calista Aziza | Editor : Administrator
21 Mei 1998: Soeharto mundur dari jabatannya
Presiden Soeharto saat mengumumkan pengunduran diri di Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 1998. (WIkimedia/Creative Commons)

Elshinta.com - 23 tahun lalu tepatnya pada tanggal 21 Mei 1998, Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden. Lengsernya Presiden yang sudah menjabat selama 32 tahun ini tidak terlepas dari pergerakan mahasiswa serta elemen masyarakat yang melawan rezim orde baru.

Mengutip Tempo, Mantan aktivis '98, Wahab Talaohu, menyebut para mahasiswa saat itu sudah terlalu jengah dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) oleh rezim Soeharto. Selain itu, mereka juga sudah muak dengan sistem politik yang tersentralisasi oleh Golkar dan ABRI, hingga kebebasan berekspresi dan berpendapat yang dibungkam. 

Para mahasiswa melalui gerakan bawah tanah terus melakukan konsolidasi. Dibuntuti, dipukuli, hingga ditangkap aparat sudah menjadi makanan para aktivis saat itu. Mereka harus diam-diam mengkonsolidasikan kekuatan mulai dari Jakarta hingga ke daerah-daerah.

Tumbangnya Soeharto tak lepas dari aksi-aksi maraton dari gerakan mahasiswa. Bahkan pada 12 Mei, mahasiswa Trisakti menggelar demonstrasi. Aksi yang awalnya berjalan kondusif berubah jadi peristiwa berdarah dengan tewasnya empat mahasiswa Trisakti. Aparat menembaki massa yang menuntut reformasi secara membabi buta, hingga saat ini kasus pertanggungjawaban tewasnya empat mahasiswa tersebut belum tuntas. Tragedi Trisakti menjadi pemicu puncak gerakan konsolidasi mahasiswa.

Kalangan intelektual pada masa itu pun turut ambil suara. Budayawan asal Yogyakarta, Emha Ainun Nadjib, bahkan menggalang pertemuan dengan para tokoh. Salah satu pertemuan berlangsung di Hotel Wisata pada 17 Mei 1998. Nurcholis Madjid hadir dalam pertemuan ini. Pertemuan ini menjadi pembicaraan. 

Bahkan Soeharto sempat berbicara dengan Nurcholish via telepon. "Saat itu juga saya langsung bicara dengan Pak Harto. Saya menceritakan apa adanya isi pertemuan itu," kata Nurcholish, dikutip dari laporan Majalah Tempo edisi Mei 2003.

Yang membuat Nurcholish terkejut adalah jawaban Soeharto, "Sudah, kalau begitu saya umumkan." Nurcholish lalu bertanya kepada Soeharto, "Kapan?" "Besok," jawab Soeharto. Nurcholish sama sekali tak menduga jawaban itu. "Saya kaget, kok cepat sekali. Eh, malah dia (Soeharto) yang menggugat saya. 'Lo, katanya tadi hitungannya detik'," kata Nurcholish. Soeharto berencana mengumumkan bersama tokoh-tokoh masyarakat. Ada sembilan nama tokoh masyarakat, nama-nama itu datang dari Nurcholish Madjid dan Soeharto. 

Pada 21 Mei 1998 pukul 09.00, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya. Ia menggelar pidato kenegaraan terakhir di credential room Istana Negara: "Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, Kamis, 21 Mei 1998".

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sekjen PDIP bantah ada pertemuan politik Ganjar dan AHY
Sabtu, 25 Juni 2022 - 22:15 WIB
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membantah jika ada pertemuan politik yang diniatkan anta...
Presiden dijadwalkan resmikan SPAM Kali Dendeng Kupang pada Juli
Sabtu, 25 Juni 2022 - 18:47 WIB
Wali Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jefri Riwu Kore mengatakan Presiden Joko Widodo dija...
PSI dukung Jokowi `ojo kesusu` untuk tetapkan calon presiden
Sabtu, 25 Juni 2022 - 07:15 WIB
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan dukungan kepada Presiden Jokowi dengan memajang sejuml...
Anggota DPR usulkan Pemerintah bangun rumah sakit di Madinah
Jumat, 24 Juni 2022 - 21:17 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis mengusulkan Pemerintah membangun fasilitas rumah sakit ...
KJRI Kuching pulangkan 59 pekerja migran Indonesia dari Malaysia
Jumat, 24 Juni 2022 - 20:29 WIB
Konsulat Jenderal RI (KJRI) Kuching, kembali membantu Pemerintah Sarawak, Malaysia, memulangkan 59 p...
Litbang Sin PO: Selain PDIP, Gerindra berpeluang usung capres dari internal
Jumat, 24 Juni 2022 - 17:45 WIB
Meski pagelaran pemilu legislatif 2024 masih menyisakan waktu 20 bulan lagi, namun para elit parpol ...
Hasil survei sebut Anis tak dapat tiket Pilpres, pengusaha ini tantang Cyrus Network
Jumat, 24 Juni 2022 - 17:25 WIB
Lembaga survei Cyrus Network mendapat tantangan dari pengusaha beras Billy Haryanto. Pasalnya, lemba...
Pemkot Tangerang berikan hibah Rp3,5 miliar ke 10 parpol
Jumat, 24 Juni 2022 - 15:03 WIB
Pemerintah Kota Tangerang Banten pada tahun 2022 memberikan dana hibah sebesar Rp3.549.952.000 yang ...
Moeldoko: Semua perintah Presiden harus berjalan di lapangan
Jumat, 24 Juni 2022 - 12:18 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan segala sesuatu yang menjadi perintah, keinginan, dan pe...
Gerindra dan PKB Salatiga komitmen koalisi
Kamis, 23 Juni 2022 - 23:22 WIB
DPC Partai Gerindra dan DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Salatiga, Jawa Tengah mulai membang...
InfodariAnda (IdA)