Menkeu: Arus kas operasional Pertamina defisit 2,44 miliar dolar AS
Elshinta
Kamis, 19 Mei 2022 - 23:11 WIB |
Menkeu: Arus kas operasional Pertamina defisit 2,44 miliar dolar AS
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2022). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.)

Elshinta.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan arus kas operasional PT Pertamina mengalami defisit sebesar 2,44 miliar dolar AS pada Maret 2022 karena kenaikan harga minyak mentah (ICP) yang signifikan.

"Pertamina harus menanggung perbedaan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (HJE BBM) dan harga keekonomian sejak Januari," ungkap Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Kamis.

Maka dari itu, Pertamina membutuhkan dukungan pemerintah untuk menanggung selisih yang ada dari lonjakan harga minyak dunia.

Walaupun selisih HJE dan harga keekonomian meningkat tajam, pemerintah berkomitmen untuk menjaga pasokan BBM serta satu harga BBM dan LPG yang terjangkau masyarakat.

Maka dari itu, Sri Mulyani menuturkan pemerintah akan menambah subsidi dan kompensasi energi pada tahun 2022 sebesar Rp291 triliun menjadi Rp443,6 triliun.

Dari alokasi tersebut, subsidi BBM dan LPG ditetapkan sebesar Rp149,4 triliun atau naik Rp71,8 triliun dari Rp77,5 triliun, sedangkan kompensasi BBM senilai Rp213,2 triliun atau meningkat Rp194,7 triliun dari Rp18,5 triliun.

"Jika tidak ada tambahan penerimaan dari pemerintah, maka pada Desember 2022 arus kas operasional Pertamina akan defisit 12,98 miliar dolar AS," jelasnya.

Menurut dia, seluruh rasio keuangan Pertamina mengalami pemburukan yang signifikan sejak awal 2022.

Hal tersebut berpotensi menurunkan peringkat utang atau credit rating Pertamina dan pada akhirnya akan berdampak pada credit rating pemerintah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bupati Biak Numfor dianugerahi penghargaan Seven Media Asia Awards
Minggu, 26 Juni 2022 - 09:45 WIB
Bupati Biak Numfor, Provinsi Papua Herry Ario Naap dianugerahi penghargaan Seven Media Asia Awards s...
Wali Kota Medan gencarkan sosialisasi UMKM cantumkan halal di produk
Minggu, 26 Juni 2022 - 09:01 WIB
Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Bobby Nasution menggencarkan sosialisasi agar pelaku usaha mikro, k...
Tiga olahraga tradisional Bali akan tampil saat Presidensi G20
Minggu, 26 Juni 2022 - 07:45 WIB
Ketua Umum Persatuan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Provinsi Bali Ida Ayu Ketut ...
Program kemitraan ubi jalar Jember buka potensi pasar Jepang
Minggu, 26 Juni 2022 - 07:15 WIB
Program kemitraan bersama petani dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi,...
Warga Buton tangkap buaya sepanjang 4,3 meter dengan berat 1 ton
Sabtu, 25 Juni 2022 - 23:45 WIB
Warga di Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menangka...
Emirates hadirkan kembali penerbangan harian ke Bali
Sabtu, 25 Juni 2022 - 23:31 WIB
Emirates akhirnya menghadirkan kembali penerbangan harian ke Bali seperti saat sebelum pandemi COVID...
Vaksin booster COVID-19 penting untuk kesehatan lansia
Sabtu, 25 Juni 2022 - 23:01 WIB
Vaksinasi penguat (booster) COVID-19 adalah penting bagi warga lanjut usia untuk menjaga kesehatan m...
Kominfo bahas peluang investasi pusat data di Batam
Sabtu, 25 Juni 2022 - 21:15 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate melakukan kunjungan kerja ke Batam, Ke...
PPIH Embarkasi Batam berangkatkan JCH asal Jambi ke Tanah Suci
Sabtu, 25 Juni 2022 - 21:01 WIB
Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, memberangkatk...
Petani cabai rawit hiyung di Kalsel raup untung
Sabtu, 25 Juni 2022 - 20:01 WIB
Petani cabai rawit hiyung di Kabupaten Tapin, meraup untung, antara Rp40.000 hingga Rp50.000 per Kg,...
InfodariAnda (IdA)