Bupati Klaten dukung kebijakan tak gunakan masker di ruang terbuka
Elshinta
Rabu, 18 Mei 2022 - 16:46 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Bupati Klaten dukung kebijakan tak gunakan masker di ruang terbuka
Sumber foto: Wiwik Endarwati/elshinta.com.

Elshinta.com - Bupati Klaten, Sri Mulyani menyikapi  kebijakan lepas masker di ruang terbuka yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

Mulyani mengaku mendukung kebijakan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo tersebut, namun ia tetap meminta warga Klaten untuk tetap bijaksana dalam memperhatikan kebijakan tersebut, mengingat Kabupaten Klaten masih dalam pandemi Covid-19. Selain itu mewaspadai serangan virus hepatitis akut.

"Apa yang disampaikan Bapak Presiden juga baik, tidak ada masalah. Namun kita juga melihat kondisi masing-masing bagaimana, mengingat Kabupaten Klaten saat ini masih memiliki kasus aktif Covid-19 dan perlu mewaspadai bersama serangan virus hepatitis akut.
Kalau saya pribadi saat ini merasa nyaman bermasker," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Wiwik Endarwati, Rabu (18/5).

Mulyani menambahkan, pemakaian masker saat ini juga masih diperlukan lantaran saat ini virus hepatitis akut perlu diwaspadai secara bersama. Apalagi pola penularannya juga berkaitan dengan menjaga kesehatan, meski di Klaten belum ada kasus hepatitis akut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memperbolehkan masyarakat untuk tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Namun tetap mengenakan saat beraktivitas di dalam ruangan atau saat berada di transportasi publik.

Selain itu, Presiden menyarankan masyarakat yang sedang sakit batuk, pilek, lansia serta kelompok masyarakat yang memiliki komorbid untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kebun warga di Desa Kotakeo 1 Nagekeo hancur karena longsor
Sabtu, 02 Juli 2022 - 19:47 WIB
Kebun cengkih, vanili, dan pala milik warga Desa Kotakeo 1, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, ...
Analis: Pencairan gaji ke-13 dukung pertumbuhan ekonomi
Sabtu, 02 Juli 2022 - 19:33 WIB
Analis kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Slamet Rosyadi menil...
Upaya mewariskan tradisi di desa-desa Ngada
Sabtu, 02 Juli 2022 - 19:19 WIB
Lima perempuan anggota Kelompok Anyaman Subinana berkumpul di teras sebuah rumah di Desa Nginamanu,...
Wawali minta MBR di Surabaya manfaatkan PPDB Afirmasi Mitra Warga
Sabtu, 02 Juli 2022 - 18:25 WIB
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji meminta masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) manfaatkan penerimaan...
Kemenko PMK sambut baik usulan cuti melahirkan enam bulan
Sabtu, 02 Juli 2022 - 18:11 WIB
Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyambut baik usula...
Komik digital jadi peluang bagi komikus Indonesia untuk mendunia
Sabtu, 02 Juli 2022 - 17:45 WIB
Ilustrator dan komikus Indonesia Is Yuniarto mengatakan komik digital menjadi peluang bagi seniman d...
Pemkot Surabaya tunggu petunjuk beli minyak goreng gunakan aplikasi
Sabtu, 02 Juli 2022 - 17:03 WIB
Pemerintah Kota Surabaya saat ini masih menunggu petunjuk teknis detail tata cara pembelian minyak g...
Gubernur Jawa Timur berangkat ke Tanah Suci bersama putrinya
Sabtu, 02 Juli 2022 - 16:21 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan berangkat ke Tanah Suci bersama putri pertamanya,...
Sebanyak 4.550 rumah warga di Bengkulu terdampak banjir
Sabtu, 02 Juli 2022 - 15:53 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa sebanyak 4.550 rumah ...
Disdagin Bandung pastikan harga minyak goreng normal jelang Idul Adha
Sabtu, 02 Juli 2022 - 15:39 WIB
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung memastikan harga minyak goreng kembali n...
InfodariAnda (IdA)