Miris, warga Setrokalangan Kudus tinggal di gubug dari banner bekas di usia senja
Elshinta
Selasa, 17 Mei 2022 - 15:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Miris, warga Setrokalangan Kudus tinggal di gubug dari banner bekas  di usia senja
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Seorang warga Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah bernama Amir (67) tinggal seorang diri di sebuah gubug yang terbuat dari banner bekas untuk menahan panas dan hujan. Tidak ada barang yang mewah di tempat itu hanya ada galon dan beberapa plastik peralatan makan. Untuk tidur menggunakan kasur yang sudah usang pemberian orang. Ia tinggal di lahan kosong depan masjid desa setempat sedangkan untuk kebutuhan makan menunggu uluran tangan dari warga yang peduli sebab untuk berjalan pun harus menggunakan bantuan tongkat.

Menurut Amir, dia tinggal di gubug sudah 5 tahunan. Sebelumnya ia mengaku tidur di atas becak namun setelah mengalami kecelakaan dan susah berjalan akhirnya membuat gubug tersebut. Dimana anak-anaknya sudah menikah ikut suami sedangkan anak laki-lakinya sudah meninggal dunia.

"Dulu saya punya rumah namun rumah itu sudah ditempati anak bersama keluarganya jadi saya terpaksa pergi dari rumah dan tinggal di sini", katanya, Selasa (23/5).

Diceritakan Amir, untuk keperluan makan sehari-hari terpaksa menunggu uluran tangan warga, bahkan terkadang tidak makan. "Kalau pas ada uang saya jajan di warung dekat sini, tapi kalau tidak ada uang dan tidak ada yang ngasih makanan terkadang tidak makan", ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini

Terkait bantuan dari pemerintah, dia sempat mendapatkan BLT Covid-19. "Untuk bantuan Covid saya dapat, kalau bantuan seperti PKH atau yang setiap bulan diterima warga miskin lainnya saya tidak dapat", imbuh mbah Amir.

Terpisah, Kepala Desa Setrokalangan Didik Handono mengatakan sudah melakukan berbagai upaya mediasi terkait permasalahan Amir. Dimana, pada awal menjadi kades tahun 2020 sudah mempertemukan antara Mbah Amir dan anaknya namun sama-sama keras kepala.

"Dulu rumah Mbah Amir di belakang rumah saya yang sekarang ditempati anaknya, sebenarnya masih ada sisa bangunan sedikit untuk ditempati namun karena banjir tahun 2021 lalu akhirnya bangunan ambruk", katanya.

Pihak desa juga berupaya memasukan ke data warga kurang mampu untuk memperoleh bantuan, termasuk memasukan dalam data PKH namun masih proses.

"Saya pribadi juga membantu termasuk membuatkan gubug yang ditempati sekarang, untuk makan juga dikasih dari warga sekitar jika ada acara", imbuh Didik. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polres Belitung tanam 10.000 bibit mangrove di lahan bekas tambang
Jumat, 24 Juni 2022 - 23:41 WIB
Kepolisian Resor Belitung, Polda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menanam 10.000 bibit mangrove d...
PUPR bangun Terminal Wisata Seruni terintegrasi jembatan gantung kaca
Jumat, 24 Juni 2022 - 22:41 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun Terminal Wisata Seruni Point y...
Kemenag sebut ada tiga kriteria jamaah yang bisa dibadalhajikan
Jumat, 24 Juni 2022 - 22:29 WIB
Kementerian Agama menyiapkan program badal haji di setiap operasional penyelenggaraan ibadah haji da...
Indonesia-Korsel jalin kerja sama bangun Pusat Data senilai Rp2,3 T
Jumat, 24 Juni 2022 - 21:53 WIB
Proyek pembangunan Pusat Data Nasional yang akan dibangun di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, memilik...
Pemkot Pekalongan evakuasi warga karena tanggul sungai bocor
Jumat, 24 Juni 2022 - 21:41 WIB
Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengevakuasi warga terdampak banjir akibat tanggul sungai M...
Epidemiolog Lampung sebut masker mampu cegah penularan subvarian baru
Jumat, 24 Juni 2022 - 21:05 WIB
Epidemiolog Lampung Ismen Mukhtar mengatakan bahwa penggunaan masker yang konsisten mampu mencegah m...
Kepala BNPB: Presiden perintahkan `lockdown` daerah terinfeksi PMK
Jumat, 24 Juni 2022 - 20:41 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memaparkan sejumlah arahan...
Ekonom UNS minta peralihan ke kompor listrik jangan bebani masyarakat
Jumat, 24 Juni 2022 - 20:17 WIB
Ekonom dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Lukman Hakim meminta agar rencana peralihan el...
Kementan targetkan 800 ribu ternak divaksinasi sebelum Idul Adha
Jumat, 24 Juni 2022 - 20:05 WIB
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah menyebut pemerintah...
Organda harap pemerintah cermat terkait wacana syarat perjalanan
Jumat, 24 Juni 2022 - 19:39 WIB
Organisasi Angkutan Darat (Organda) berharap agar pemerintah lebih cermat dalam menentukan kebijakan...
InfodariAnda (IdA)