KKP pastikan awak pesawat masuk wilayah RI tanpa izin negatif COVID-19
Elshinta
Sabtu, 14 Mei 2022 - 22:33 WIB |
KKP pastikan awak pesawat masuk wilayah RI tanpa izin negatif COVID-19
Ketiga awak pesawat type DA62 dari Johor, Malaysia yang melintas di wilayah teritorial NKRI tanpa izin saat menjalani pemeriksaan oleh petugas keamanan bandara Hang Nadim. (ANTARA/HO-Humas Lanud Hang Nadim)

Elshinta.com - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam memastikan tiga awak pesawat kalibrasi type DA62 dari Johor, Malaysia yang melintas di wilayah teritorial NKRI tanpa izin negatif COVID-19.

“Ketiga sudah melakukan test PCR dan hasil test PCR ketiganya dinyatakan negatif COVID-19,” ujar Kepala KKP Kelas I Batam, Achmad Farchany kepada ANTARA di Batam Kepulauan Riau, Sabtu (14/5).

Selain dinyatakan negatif COVID-19, Farchany juga menyebutkan bahwa ketiga awak pesawat yang melanggar izin masuk wilayah Indonesia tanpa izin itu sudah vaksin booster.

Selain test PCR dan vaksin booster, Kepala Dinas Operasi Lanud Hang Nadim Mayor Lek Wardoyo menjelaskan bahwa ketiganya juga tidak ada masalah medis lainnya.

“Untuk konsumsi alkohol dan narkoba saat penerbangan juga tidak ada, semua aman, negatif semua,” kata Wardoyo.

Wardoyo menyebutkan, ketiganya ditahan sementara itu memang hanya karena masalah perizinan saja.

“Jadi mereka itu tidak ada 'flight clearence' (izin keamanan) dan 'flight approval' (persetujuan terbang) di wilayah Indonesia,” ucap Wardoyo.

Diberitakan, TNI AU memerintahkan pesawat asing mendarat di Bandara Hang Nadim Kota Batam Kepulauan Riau karena memasuki wilayah teritorial NKRI tanpa izin, Jumat (13/5).

Pesawat kalibrasi itu membawa tiga orang awak, yang semuanya warga negara Inggris. Saat ini ketiganya sudah diamankan di ‘save house’, masih di kawasan Bandara Hang Nadim.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menko Luhut: Sabar, investasi Tesla butuh waktu dan proses
Selasa, 24 Mei 2022 - 00:23 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan renc...
Sri Mulyani: Inflasi tinggi hingga potensi ekonomi lemah ancam global
Senin, 23 Mei 2022 - 22:43 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan saat ini terdapat tiga hal yang sedang me...
Presiden Jokowi: Sumber pertumbuhan baru harus diperkuat
Senin, 23 Mei 2022 - 20:41 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan sumber-sumber pertumbuhan baru ekonomi di kawasan dan dunia...
Kota Bandung bangun kolam retensi seluas 1.500 meter persegi
Senin, 23 Mei 2022 - 19:59 WIB
Pemerintah Kota Bandung membangun kolam retensi seluas 1.500 meter persegi di Kompleks Pusat Kesenja...
Menteri Perhubungan menerima gelar doktor kehormatan dari UGM
Senin, 23 Mei 2022 - 19:47 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerima gelar doctor honoris causa atau doktor kehormatan bid...
Mentan: Penyiapan hewan kurban bukan dari daerah terjangkit PMK
Senin, 23 Mei 2022 - 18:52 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menerangkan bahwa penyiapan hewan kurban pada tahun 2022 bukan...
Bunga Rafflesia mekar sempurna di Kabupaten Agam
Senin, 23 Mei 2022 - 18:07 WIB
Satu individu bunga Rafflesia arnoldii ditemukan sudah mekar sempurna oleh pegiat wisata di kawasa...
PMK tersebar di 15 provinsi dengan kematian 0,36 persen
Senin, 23 Mei 2022 - 17:56 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewa...
FKUB Sulteng: Kenali ciri-ciri paham radikal agar tidak terpapar
Senin, 23 Mei 2022 - 16:55 WIB
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengimbau masyarakat di selu...
Satu mobil terperosok ke selokan di Gorontalo
Senin, 23 Mei 2022 - 16:09 WIB
Satu mobil menabrak pohon dan kemudian terperosok ke dalam selokan di Jalan Pangeran Hidayat, Kota G...
InfodariAnda (IdA)