Lahan pertanian rusak karena pipa saluran limbah PT. RUM, warga Nguter ngadu lagi ke DPRD
Elshinta
Kamis, 12 Mei 2022 - 22:24 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Lahan pertanian rusak karena pipa saluran limbah PT. RUM, warga Nguter <i>ngadu</i> lagi ke DPRD
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 20- an orang warga sekitar pabrik pengolahan serat rayon PT RUM di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah mendatangi kantor DPRD setempat.

Warga yang tergabung dalam Forum Peduli Lingkungan ini mengadukan sejumlah permasalahan terkait pengolahan limbah. Paling banyak adalah dampak kerusakan lahan pertanian karena pemasangan pipa disaluran sungai.

Salah satu warga Desa Gupit, Sutomo mengatakan, permasalahan limbah PT RUM terjadi sejak tahun 2017. Warga telah berulang kali menyampaikan protes, keluhan hingga aksi unjuk rasa dengan jumlah massa besar. Melibatkan seluruh warga yang terdampak limbah PT RUM.

Kemudian, melalui fasilitasi pemerintah daerah warga dengan pihak perusahaan menyepakati perbaikan pengolahan limbah. Secara bertahap memasang instalasi pengolahan limbah sejak tahun 2018. Namun, hasilnya tidak bisa menyelesaikan keluhan warga.

Limbah bau, limbah cair dibuang ke sungai dan pemasangan pipa tepat berada ditengah sungai. Jelas ada dampak ikutan lain dengan terhambatnya saluran drainase karena sampah tersangkut pipa pembuangan limbah.

Lebih mengkhawatirkan lagi, lahan pertanian warga yang dilewati pipa tergerus dan longsor karena pemasangan pemasangan yang asal-asalan. "Tanah kami yang dilewati pipa sering longsor ke sungai," kata Herman, Kamis (12/5).

Sumiyem, salah satu perwakilan warga juga menambahkan, sepetak sawah miliknya di Desa Gupit, yang dilewati pipa limbah PT RUM terus terkikis. Bahkan tepat dijalur yang ditanami pipa terbuka membentuk rongga yang cukup lebar. "Istilahnya nela dan semakin lebar," ujarnya.

Otomatis lahan tidak bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Produktivitas lahan turun dari biasanya bisa menghasilkan panen padi 15 karung saat ini maksimal hanya 10 karung gabah.

Kondisi ini diperparah lagi dengan bau busuk yang menyengat saat pabrik beroperasi. "Pasang pipa limbah ora genah. Apalagi sering bocor, kalau limbah keluar baunya busuk menyengat," lanjutnya.

Warga sudah mempertanyakan aturan pemasangan pipa limbah di aliran sungai. Pengelolaan sungai sendiri berada di balai besar wilayah sungai bengawan solo (BBWSBS). Sebagian ditanam melewati lahan pribadi milik warga. Menurut warga, masalah ini sudah berkali-kali dilaporkan hingga ke Jakarta tetapi tidak menemukan solusi.

Perwakilan warga terdampak limbah diterima oleh komisi III DPRD, dinas lingkungan hidup, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang, badan perizinan, pengelola saluran sungai serta pihak kecamatan. Warga mendesak komitmen pemerintah daerah dalam penyelesaian masalah ini.

Sementara Kepala Seksi Perencanaan Sumber Daya Air BBWSBS, Ambar Puspitosari menyatakan penempatan pipa limbah di saluran sungai jelas dilarang. Karena akan menghambat aliran sungai. Terkait hal tersebut, pihaknya sudah pernah memberikan teguran dan peringatan pada perusahaan. "Sudah pernah kami peringatkan," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.
 
Sekretaris Komisi III DPRD Sukoharjo, Moch Samrodin menyatakan keluhan warga ini ditampung. Kemudian secara resmi hasilnya akan diteruskan  ke pihak terkait dalam hal ini kementerian lingkungan hidup.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Satgas Pamtas Yonif 126/KC berikan pengobatan warga perbatasan Papua
Rabu, 29 Juni 2022 - 13:23 WIB
Tim Kesehatan Satgas Pamtas Yonif 126/KC Pos Yabanda memberikan pelayanan kesehatan berupa pengobata...
98 bangunan liar dibongkar Satpol PP Karawang tanpa kompensasi
Rabu, 29 Juni 2022 - 13:12 WIB
Sebanyak 98 bangunan liar di sepanjang Jalan Tanjungpura Karawang, Rabu (29/6) siang dibongkar 80 p...
KN Kuda Laut 403 dikerahkan cari korban kapal tenggelam di Perairan Sanipat
Rabu, 29 Juni 2022 - 11:37 WIB
Bakamla RI Zona Maritim Tengah mengerahkan KN Kuda Laut 403 untuk bergabung dengan Tim SAR gabungan ...
Dua wisatawan meninggal akibat kapal tenggelam di Labuan Bajo
Selasa, 28 Juni 2022 - 11:12 WIB
Dua wisatawan ditemukan dalam kondisi meninggal akibat kapal tenggelam di perairan Taman Nasional Ko...
Sejumlah warga memblokade gerbang SMA Negeri 2 Manokwari
Senin, 27 Juni 2022 - 16:24 WIB
Sejumlah warga pada Senin (27/6) siang memblokade gerbang SMA Negeri 2 Manokwari di Kota Manokwari, ...
Keluarga Ridwan Kamil berbagi dengan yatim piatu peringati HUT Eril 
Minggu, 26 Juni 2022 - 18:11 WIB
Bertepatan dengan hari ulang tahun Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril, keluarga Gubernur Jawa Barat Rid...
Minta KPK usut dugaan korupsi Formula E, massa gelar parodi pengalungan bunga
Jumat, 24 Juni 2022 - 17:13 WIB
Aksi Jumat Keramat kembali digelar massa Satgas Pemburu Koruptor Formula E di Gedung Merah Putih Kom...
Diduga cabuli anak didik, ANS Kemenag di Subang diamankan petugas
Kamis, 23 Juni 2022 - 20:25 WIB
Warga Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat diamankan jajaran Polres Subang diduga melaku...
 Puluhan bangkai kambing gegerkan warga Susukan, Semarang
Kamis, 23 Juni 2022 - 19:56 WIB
Penemuan puluhan bangkai kambing berjenis domba yang tergeletak di sekitar Jembatan Kali Serang Dusu...
 Tim SAR Gabungan temukan dua pelajar hanyut di Sungai Simonis 
Rabu, 22 Juni 2022 - 18:35 WIB
Tim SAR Gabungan dibantu warga juga melakukan pemasangan jaring di hilir Sungai guna mengantisipasi ...
InfodariAnda (IdA)