Kejari Bintan belum tetapkan tersangka kasus dugaan korupsi lahan TPA
Elshinta
Kamis, 12 Mei 2022 - 12:56 WIB |
Kejari Bintan belum tetapkan tersangka kasus dugaan korupsi lahan TPA
Kepala Kejari Bintan I Wayan Riana (ANTARA/Nikolas Panama)

Elshinta.com - Kejaksaan Negeri Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau belum menetapjan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan tempat pembuangan akhir (TPA), meski sudah meningkatkan proses hukum dari penyelidikan menjadi penyidikan umum beberapa waktu lalu.

Kepala Kejari Bintan I Wayan Riana, di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan proses penyidikan masih berlangsung untuk melengkapi barang bukti.

"Para pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini sudah diperiksa. Beberapa orang saksi masih dipanggil untuk memberikan keterangan," katanya.

Wayan menambahkan penyidik telah memeriksa 18 saksi terkait kasus pengadaan lahan TPA di Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara. Saksi tersebut berasal dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Bintan, Dinas Perkim Bintan, camat dan lurah setempat, BPN, dan Dinas Kehutanan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap para pihak terkait, penyidik menemukan dugaan korupsi.

"Pengadaan lahan seluas 2 hektare itu dilakukan tahun 2018 dengan menggunakan anggaran daerah senilai Rp2,4 miliar. Dari hasil penyelidikan ditemukan unsur melawan hukum," katanya.

Berdasarkan data, lahan seluas 2 hektare itu berada di dekat Jalan Tanjung Permai RT 12/RW 02 Tanjunguban Selatan milik Ari Syafdiansyah. Proyek pengadaan lahan itu juga melibatkan Heri Wahyu, Mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang saat ini menjabat sebagai Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bintan.

Penyidik sudah memeriksa Ari. Sementara Heri Wahyu diperiksa oleh penyidik Kejari Bintan pada 12 Januari 2022.

Selain itu, Kejari Bintan juga memeriksa mantan lurah sebagai saksi dalam kasus itu.

Wayan menjelaskan dalam proses pengadaan dan pembebasan lahan TPA itu, menurut dia terindikasi tidak prosedural sehingga lahan tersebut sampai sekarang belum bisa digunakan.

Selain itu, ditemukan juga dugaan 5.711 meter persegi dari lahan yang dibebaskan itu berada dalam kawasan hutan produksi terbatas sehingga ditemukan kerugian negara.

"Kami juga menemukan tumpang tindih kepemilikan lahan," ucapnya.

Wayan juga enggan merespons pertanyaan wartawan, apakah dua orang menjadi tersangka dalam kasus itu.

"Nanti setelah disampaikan setelah materi penyidikan lengkap, baru diumumkan siapa tersangkanya," tegas mantan penyidik KPK itu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polres Sukabumi buru pembunuh pemuda di Palabuhanratu
Minggu, 03 Juli 2022 - 15:23 WIB
Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sukabumi memburu pelaku pembunuhan seorang pemuda berinisial S (2...
Polres Bengkulu tangkap pemasok minuman keras Karaoke Ayu Ting Ting
Sabtu, 02 Juli 2022 - 20:01 WIB
Kepolisian Resor Bengkulu menangkap seseorang yang diduga memasok minuman keras oplosan ke Karaoke A...
Polda Kepri gagalkan pengiriman 42 pekerja migran ilegal ke Malaysia
Sabtu, 02 Juli 2022 - 19:05 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan r...
Polres Anambas amankan 36 kilogram kokain terdampar di Pantai Tunjuk
Sabtu, 02 Juli 2022 - 17:59 WIB
Polres Anambas, Polda Kepulauan Riau, mengamankan 36 kilogram narkotika golongan satu jenis kokain y...
Polisi Palembang benarkan ada korban tewas saat gedung sekolah runtuh
Sabtu, 02 Juli 2022 - 15:11 WIB
Kepolisian di Palembang, Sumatera Selatan membenarkan ada satu korban tewas tertimpa gedung sekolah ...
Kejaksaan Rote Ndao tahan tiga tersangka korupsi pembangunan puskesmas
Sabtu, 02 Juli 2022 - 12:39 WIB
Penyidik tindak pidana korupsi Kejaksaan Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan penahanan...
Polisi periksa tiga saksi robohnya gedung sekolah di Palembang
Sabtu, 02 Juli 2022 - 11:39 WIB
Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang, Sumatera Selatan, memeriksa tiga orang s...
 Sidang perdana TSO dimulai, Razman minta DPRD Palas terima tim hukum TSO
Jumat, 01 Juli 2022 - 22:13 WIB
Bupati Padang Lawas (Palas) Nonaktif Ali Sutan Harahap yang disapa Tengku Sutan Oloan (TSO) menghadi...
Polda Banten ungkap sindikat peredaran narkoba internasional
Jumat, 01 Juli 2022 - 18:09 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Banten berhasil mengungkap sindikat peredaran narkoba jaringan lintas prov...
Bareskrim Polri mendalami laporan Ahmad Sahroni terhadap Adam Deni
Jumat, 01 Juli 2022 - 17:10 WIB
Bareskrim Polri tengah mendalami laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Wakil Ketu...
InfodariAnda (IdA)