Puan ceritakan kisah Bung Karno berjualan kain di Ende
Elshinta
Minggu, 08 Mei 2022 - 19:35 WIB |
Puan ceritakan kisah Bung Karno berjualan kain di Ende
Taman Perenungan Bung Karno di Ende. ANTARA/Kornelis Kaha

Elshinta.com - Ketua DPR, Puan Maharani, menceritakan kisah Proklamator Bung Karno yang pernah berjualan kain saat diasingkan ke Ende, Flores oleh pemerintah Hindia Belanda sejak 14 Januari 1934 sampai 18 Oktober 1938.

Puan dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu, mengatakan, sebagai orang buangan Belanda, Bung Karno hanya memperoleh tunjangan dari pemerintah kolonial dengan nilai tidak mencapai 10 dolar seminggu setelah dikurangi pajak.

"Oleh karena itu kakek saya mencari tambahan penghasilan dengan menjualkan bahan pakaian dari sebuah toko tekstil di Bandung," tutur cucu Soekarno ini. Bung Karno saat itu bekerja sama dengan pengusaha tekstil asal kota Bandung yang memang sudah lama menjadi kenalannya.

Puan mengatakan, Soekarno memperoleh komisi 10 persen dari setiap barang yang berhasil dijualnya. 

Sosok pejuang kemerdekaan yang belakangan terpilih menjadi presiden pertama Indonesia itu bahkan berkeliling dari rumah ke rumah dengan membawa contoh pakaian yang ditawarkan. "Bung Karno saat itu tahu betul kain yang dijualnya akan laku karena harganya lebih murah dari toko-toko di Ende, namun kualitasnya lebih baik," kata Puan.

Setelah ada yang tertarik dan memesan, Bung Karno lalu mengirimkan uangnya via pos wesel ke toko itu. Selang beberapa waktu, kain pesanan itu pun datang. 

Pemerintah Belanda mengasingkan Bung Karno didasari pertimbangan-pertimbangan bahwa tokoh ini yang secara terus terang memperjuangkan kemerdekaan daerah jajahan Belanda. Namun dalam pengasingannya di Ende itu lah Bung Karno justru berhasil merumuskan Pancasila yang menjadi dasar negara Republik Indonesia.

Belakangan, tulisan tangan Soekarno saat bersurat dengan pengusaha kain di Bandung itu dimuat di koran Sipatahoenan pada terbitan 12 Juni 1936. Yang memuat iklan itu tak lain adalah sang pengusaha kain, Tan Tjoei Gin. Dalam iklan itu, terlihat tulisan tangan Soekarno memuji kain yang diproduksi Tan.

Berikut bunyi lengkap tulisan tangan Soekarno tersebut, yang ditujukan kepada Tan tertanggal 5 Mei 1936.

"Toean poenja kain-kain wol memang djempol. Doeloe, waktoe masih ada di Bandoeng, semoea saja poenja keperloean pakaian saja selaloe ambil dari dari toean poenja toko. Dan sekarang di Endeh, walaupoen boeat saja sendiri saja tidak bisa beli apa-apa, maka toch boeat saja poenja sobat-sobat orang Endeh jang ingin berpakaian bagoes, saja tolong pesankan bakal-bakal pakaian kepada toean poenja toko djoega. Dan saban kain-kain datang, mereka selaloe berkata dengan gembira: "pawe he, toea, pawe! " Artinya: "Bagus selaloe, toean, bagoes sekali!

Tulisan tangan itu diakhiri goresan tanda tangan Bung Karno. Dalam iklan itu, Tan juga menuliskan sejumlah kata-kata yang mengajak orang berbelanja ke tokonya. Terlihat betul ada nada-nada nasionalisme atau pergerakan kebangsaan dalam tulisan tersebut meskipun cuma berupa iklan.

Tak lama setelah iklan itu terbit, Tan sempat ditangkap dan diinterogasi Belanda karena dianggap menyebarkan iklan provokatif. Tan baru dilepaskan setelah dia menjelaskan bahwa tidak ada tujuan politik di sana. Hanya promosi kain semata.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saga gelar deklarasi di Karawang dan Asahan
Sabtu, 02 Juli 2022 - 18:44 WIB
Pada Sabtu (2/7), Sahabat Ganjar sangat fokus menggalang dukungan untuk menghantarkan sosok Ganjar P...
Teman Sandi galang dukungan milenial lewat e-sport dan skateboard di Kota Medan
Sabtu, 02 Juli 2022 - 18:05 WIB
Relawan Teman Sandi kembali beraksi dengan sejumlah kegiatan sosial dan pergelaran lomba yang dilaks...
Plt Bupati Langkat minta pokok pikiran DPRD Langkat, 1.352 usulan segera dimasukkan ke SIPD
Sabtu, 02 Juli 2022 - 10:37 WIB
Plt Bupati Langkat, Sumatera Utara, Syah Afandin hadiri rapat paripurna dalam rangka penetapan pokok...
Pengamat: Presiden ke Ukraina-Rusia torehkan sejarah damaikan konflik
Jumat, 01 Juli 2022 - 17:33 WIB
Pengamat Pertahanan Anton Aliabbas berpendapat Presiden Joko Widodo ingin menorehkan sejarah bagi ba...
Moeldoko: Tjahjo Kumolo tokoh yang fokus dalam bekerja
Jumat, 01 Juli 2022 - 15:52 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko melayat mendiang Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reforma...
Wapres Ma`ruf Amin akan salatkan jenazah MenPAN-RB Tjahjo Kumolo
Jumat, 01 Juli 2022 - 15:30 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin akan menyalatkan jenazah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reform...
Presiden: Polri hadir di tengah rakyat tanpa jeda
Jumat, 01 Juli 2022 - 14:54 WIB
Presiden Joko Widodo mengatakan Polri hadir di tengah rakyat tanpa jeda waktu demi mewujudkan Indone...
Jenazah Mendagri Tjahjo Kumolo akan disemayamkan di Masjid PAN RB
Jumat, 01 Juli 2022 - 13:34 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Kumolo telah meninggal...
Menteri PANRB Tjahjo Kumolo meninggal dunia
Jumat, 01 Juli 2022 - 13:10 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo meninggal dunia di Rumah...
Bupati Puncak: Pemekaran tiga wilayah jadi sejarah bagi Papua
Jumat, 01 Juli 2022 - 06:57 WIB
Bupati Puncak, Provinsi Papua, Willem Wandik mengapresiasi disetujuinya tiga Rancangan Undang-Undan...
InfodariAnda (IdA)