Petugas pendamping UMKM akan periksa kegiatan usaha penerima BPUM
Elshinta
Jumat, 22 April 2022 - 15:13 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Petugas pendamping UMKM akan periksa kegiatan usaha penerima BPUM
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Mengingat ada trend peningkatan jumlah UMKM di Subang semenjak ada Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari pemerintah pusat, para pelaku UMKM akan didatangi oleh petugas lapangan. Petugas akan memeriksa apakah kegiatan usahanya ada atau tidak ada (fiktif).

Para petugas lapangan ini berasal dari pendamping UMKM dan perwakilan dari desa-desa yang akan memeriksa kegiatan usaha para pelaku UMKM, termasuk melakukan pendataan.

Kepala Bidang UMKM DKUPP Kabupaten Subang, Dedeh Agustin  menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UMKM membentuk petugas enumerator atau petugas lapangan. Di Subang ada 156 orang yang akan turun ke lapangan. Harapannya jika ada bantuan dari pemerintah bisa tepat sasaran dan juga tepat peruntukan usahanya.

Seperti diketahui pada saat pandemi Covid-19 pelaku UMKM di Subang yang mencapai 40 ribu. Kini melonjak drastis menjadi 78 ribu, pasca adanya program BPUM dari kementerian Perdagangan Koperasi dan UMKM.

“Iya jumlah pelaku UMKM melonjak naik,” ungkap Dedeh kepada Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Jumat (22/4).

Mereka akan mendata dan mengecek para pelaku UMKM. Petugas tersebut nanti dilengkapi tanda pengenal.

“Mereka melakukan verifikasi untuk dimasukan ke dalam aplikasi Smart. Sehingga data mengenai jumlah hingga jenis usaha dapat mudah terdeteksi.Tujuannya agar pemberian bantuan baik dari kementerian atau Provinsi Jawa Barat tepat sasaran dan peruntukan,” ungkapnya.

Dia mengakui, Dinas menerima keluhan dari masyarakat karena ada yang bukan pelaku usaha tapi menerima bantuan BPUM.

“Hal ini menjadi perhatian, maka kementerian bersama Badan Pusat Statistik melakukan verifikasi dan pengecekan, sehingga bisa terlihat datanya fiktif atau tidak,” ujarnya.

Program dari kementerian tersebut mulai dilakukan pada 1 April 2022. Berjalan selama lima bulan ke depan, Program tersebut
bukan tidak ada kendala.

“Di daerah yang sulit jaringan tentu jadi persoalan, sebab data akan diupload ke aplikasi,”terangnya.

Sementara itu, pelaku UMKM Subang mengaku belum mendapat bantuan BPUM. Ada temannya yang mendapat bantuan tapi tidak memiliki usaha.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pelaku UMKM di Magelang terima bantuan akses internet Fixed Broadband
Jumat, 01 Juli 2022 - 23:07 WIB
Pelaku UMKM di Desa Jayuskauman, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah bersuka cita, d...
Dikunjungi duta besar negara peserta G-20, Sukoharjo sodorkan tujuh UMKM unggulan
Minggu, 26 Juni 2022 - 18:45 WIB
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menerima tiga tamu delegasi kedutaan besar negara peserta G20. Duta...
Empat tips bagi UMKM yang ingin `go digital`
Minggu, 26 Juni 2022 - 13:28 WIB
Masuk platform digital diyakini bisa membantu usaha mikro, kecil dan menengah bertahan pada masa sul...
Tips menarik minat konsumen bagi UMKM lokal
Rabu, 22 Juni 2022 - 08:59 WIB
Bagi banyak pelaku UMKM, khususnya yang baru merintis bisnis di era digital saat ini, strategi menar...
 Wali Kota Magelang ajak pengusaha kecil manfaatkan ekosistem digital
Selasa, 21 Juni 2022 - 20:10 WIB
Sebagian pengusaha kecil mampu bertahan dan berkembang karena memanfaatkan ekosistem digital, bahkan...
MenKopUKM wujudkan program prioritas koperasi dan UMKM 
Selasa, 21 Juni 2022 - 13:35 WIB
Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menggandeng berbagai pihak mulai dari kementerian...
200 UMKM di Subang ditargetkan dapat manfaat Program UMKM Juara
Selasa, 14 Juni 2022 - 19:45 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan 4.000 pelaku UMKM di Jawa Barat mendapat manfaat Program ...
Produk UMKM Indonesia di #ShopeeJAVAinPARIS sukses jadi primadona
Sabtu, 11 Juni 2022 - 13:36 WIB
Joelle yang memang hobi berpelancong ke Bali, ternyata sudah sangat familiar dengan pakaian batik ...
 Tampilkan produk dalam negeri, Sumut Fashion Week 2022 digelar
Sabtu, 11 Juni 2022 - 10:06 WIB
Hafitaini Hijab menjadi salah satu peserta dalam event Sumut Fashion Week 2022 yang diselenggarakan ...
Naik 300 persen berkat Lapak Ganjar, pengusaha gerabah: `follower` Pak Ganjar jutaan
Sabtu, 28 Mei 2022 - 14:05 WIB
Galeri gerabah Sani Pottery, Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang ramai dikunju...
InfodariAnda (IdA)