Penetapan tersangka korupsi beasiswa di Aceh belum sentuh aktor utama
Elshinta
Rabu, 02 Maret 2022 - 16:14 WIB |
Penetapan tersangka korupsi beasiswa di Aceh belum sentuh aktor utama
Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian. ANTARA/HO-

Elshinta.com - Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian mengatakan penetapan status tersangka terhadap kasus korupsi beasiswa yang telah diumumkan oleh Polda Aceh, belum menyentuh aktor utama dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

"Kami melihat penetapan tersangka masih terfokus pada oknum pelaku di level kebijakan administrasi, dan belum menyentuh pada aktor utama 'pemilik modal' yang terlibat sejak awal dari perencanaan, penganggaran, dan mengusulkan nama nama penerima beasiswa," kata Alfian dalam keterangan tertulis diterima di Meulaboh, Rabu.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh menetapkan tujuh tersangka dugaan tindak pidana korupsi beasiswa Pemerintah Aceh tahun anggaran 2017 dengan nilai Rp22,3 miliar

Tujuh tersangka tersebut yakni berinisial SYR selaku Pengguna Anggaran (PA), FZ dan RSL selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), FY selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), serta SM, RDJ, dan RK selami koordinator lapangan beasiswa.

Menurut Alfian, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi beasiswa di Aceh tersebut, diduga terlibat 23 orang pelaku dengan istilah koordinator / perwakilan dari Anggota DPRA yang memiliki kewenangan dalam kasus beasiswa kepada mahasiswa.

"Secara hemat kami, lahirnya istilah koordinator/perwakilan anggota DPRA, berdasarkan perintah atau desain aktor. Karena di tingkatan tersebut pemotongan/korupsi beasiswa terjadi," ucap Alfian.

Selanjutnya kalimat koordinator/perwakilan tersebut, kata dia, tidak dikenal dalam administrasi negara atau daerah. Sehingga Polda Aceh penting dan patut mengembangkan penyidikan berlanjut terhadap keberadaan 23 orang tersebut, termasuk siapa saja yang memberikan kewenangan bagi mereka dan atas perintah siapa.

Dalam penetapan tersangka yang telah diumumkan Polda Aceh atas inisial RK, kata Alfian, RK disangkakan bukan atas sebagai koordinator/perwakilan dari Anggota DPRA. akan tetapi inisial tersebut sebelumnya juga menerima beasiswa pendidikan dan kembali mendapatkan beasiswa di tahun 2017 atau menerima dua kali beasiswa.

Alfian juga mengatakan kasus korupsi beasiswa Aceh secara konstruksi kasus tidak akan selesai kalau ada upaya aktor yang harus "diselamatkan", karena seharusnya kemauan yang kuat bagi Polda Aceh untuk mengusut secara utuh aktornya.

Sehingga tidak meninggalkan pesan pada publik, kalau politisi atau orang berpengaruh tidak dapat tersentuh hukum dan ini sangat berimplikasi pada kepercayaan publik. Padahal, modus pemotongan dalam kasus kejahatan luar biasa dengan sangat mudah untuk mengusut-nya.

"Kami juga mempertanyakan kepada Polda Aceh, apa urgensi-nya sehingga kasus korupsi beasiswa tidak diusut secara utuh dan upaya 'mengamankan' aktor sejak awal sangat kelihatan. Padahal publik sudah sangat sabar menunggu atas kinerja penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut dan ini menjadi tanda tanya publik sejak lama,” katanya menambahkan.

Untuk itu, perlu Political Will yang kuat untuk Kapolda Aceh dalam menyelesaikan kasus korupsi beasiswa secara utuh, dan pihaknya percaya kasus korupsi tersebut tidak berdiri pada orang orang di level kebijakan administrasi saja.

Akan tetapi sebagai pelaku utama atau "pemilik modal" aktor patut ditetapkan tersangka, sehingga rasa keadilan tidak selalu tercederai dan pelaku juga tidak tersandera oleh kasus tersebut, ucapnya menegaskan.

Sebelumnya Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Sony Sonjaya di Banda Aceh, Rabu, mengatakan penetapan tujuh tersangka tersebut setelah gelar perkara dilaksanakan.

"Dari hasil gelar perkara, tujuh orang tersebut dinilai memenuhi unsur untuk dijadikan tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dana pendidikan atau beasiswa tahun anggaran 2017," katanya.

Kombes Pol Winardy mengatakan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh juga sudah melaporkan gelar perkara penetapan tersangka tersebut baik ke Bareskrim Polri maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polresta Bandung bekuk pria bunuh ibu paruh baya karena utang judi
Senin, 04 Juli 2022 - 19:17 WIB
Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung membekuk pria berinisial DS (34) yang membunuh seorang ibu ...
Jaksa tuntut terdakwa kasus pencabulan anak kandung 15 tahun penjara
Senin, 04 Juli 2022 - 16:47 WIB
Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyatakan terdakwa berinisial BH (57)...
DPC Peradi Subang siap bantu masyarakat memperoleh keadilan
Senin, 04 Juli 2022 - 16:08 WIB
Ketua Harian DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), Dwiyanto Prihartono, SH,. MH., mewakili Ket...
KPK tetapkan Richard Louhenapessy jadi tersangka kasus pencucian uang
Senin, 04 Juli 2022 - 12:47 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota nonaktif Ambon Richard Louhenapessy (RL) seb...
Pelaku penusukan istri dan anak serahkan diri ke Polres Malang
Minggu, 03 Juli 2022 - 20:49 WIB
Seorang pelaku penusukan istri dan anak di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Ti...
Polres Sukabumi buru pembunuh pemuda di Palabuhanratu
Minggu, 03 Juli 2022 - 15:23 WIB
Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sukabumi memburu pelaku pembunuhan seorang pemuda berinisial S (2...
Polres Bengkulu tangkap pemasok minuman keras Karaoke Ayu Ting Ting
Sabtu, 02 Juli 2022 - 20:01 WIB
Kepolisian Resor Bengkulu menangkap seseorang yang diduga memasok minuman keras oplosan ke Karaoke A...
Polda Kepri gagalkan pengiriman 42 pekerja migran ilegal ke Malaysia
Sabtu, 02 Juli 2022 - 19:05 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan r...
Polres Anambas amankan 36 kilogram kokain terdampar di Pantai Tunjuk
Sabtu, 02 Juli 2022 - 17:59 WIB
Polres Anambas, Polda Kepulauan Riau, mengamankan 36 kilogram narkotika golongan satu jenis kokain y...
Polisi Palembang benarkan ada korban tewas saat gedung sekolah runtuh
Sabtu, 02 Juli 2022 - 15:11 WIB
Kepolisian di Palembang, Sumatera Selatan membenarkan ada satu korban tewas tertimpa gedung sekolah ...
InfodariAnda (IdA)