KPK panggil lima saksi terkait korupsi Bupati Penajam Paser Utara
Elshinta
Selasa, 22 Februari 2022 - 16:36 WIB |
KPK panggil lima saksi terkait korupsi Bupati Penajam Paser Utara
Logo KPK. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima saksi dalam penyidikan kasus yang melibatkan tersangka Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud (AGM).

Mas'ud merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada 2021-2022.

"Hari ini, lima saksi diperiksa untuk tersangka AGM," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Lima saksi itu adalah Kepala Direksi PT Midi Utama Indonesia, Solihin, Kepala Cabang PT Midi Utama Indonesia, Gunardi, Kepala Cabang PT Indomarco Prismatama, Widodo, staf hukum PT Indomarco Prismatama, Sarifudin, dan supir Mas'ud, Rizky Amanda Putra.

Sebelumnya pada Kamis (13/1), KPK menetapkan enam tersangka terkait kasus korupsi tersebut yang terdiri atas lima penerima suap dan satu pemberi suap

Penerima suap adalah Mas'ud, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Mulyadi (MI), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara, Edi Hasmoro (EH), Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara, Jusman (JM), dan Nur Afifah Balqis (NAB) dari pihak swasta/bendahara umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, serta pemberi suap adalah Achmad Zuhdi alias Yudi (AZ) dari pihak swasta.

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan pada 2021, Kabupaten Penajam Paser Utara mengagendakan beberapa proyek pekerjaan yang ada pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara.

Nilai kontrak proyek itu berkisar Rp112 miliar. Di antaranya, proyek tahun jamak peningkatan Jalan Sotek-Bukit Subur dengan nilai kontrak Rp58 miliar dan pembangunan gedung perpustakaan bernilai Rp9,9 miliar.

Untuk beberapa proyek itu, Mas'ud diduga memerintahkan tersangka Mulyadi, Hasmoro, dan Jusman untuk mengumpulkan sejumlah uang dari para rekanan yang sudah mengerjakan beberapa proyek fisik di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Selain itu, Mas'ud pun diduga menerima sejumlah uang atas penerbitan beberapa perizinan, seperti izin hak guna usaha lahan sawit dan izin pemecah batu pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara.

KPK menduga Mulyadi, Hasmoro, dan Jusman merupakan orang pilihan sekaligus kepercayaan dia untuk menjadi representasi dalam menerima atau mengelola uang dari berbagai proyek. Kemudian, uang itu digunakan untuk keperluan dia.

Di samping itu, dia juga diduga bekerja sama dengan Balqis. Mereka menerima, menyimpan, serta mengelola uang-uang dari para rekanan dalam rekening bank milik Balqis yang dipergunakan untuk keperluan Mas'ud.

KPK menduga pula Mas'ud telah menerima uang tunai Rp1 miliar dari Zuhdi yang mengerjakan proyek jalan di Kabupaten Penajam Paser Utara bernilai kontrak Rp64 miliar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polres Sukabumi buru pembunuh pemuda di Palabuhanratu
Minggu, 03 Juli 2022 - 15:23 WIB
Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sukabumi memburu pelaku pembunuhan seorang pemuda berinisial S (2...
Polres Bengkulu tangkap pemasok minuman keras Karaoke Ayu Ting Ting
Sabtu, 02 Juli 2022 - 20:01 WIB
Kepolisian Resor Bengkulu menangkap seseorang yang diduga memasok minuman keras oplosan ke Karaoke A...
Polda Kepri gagalkan pengiriman 42 pekerja migran ilegal ke Malaysia
Sabtu, 02 Juli 2022 - 19:05 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan r...
Polres Anambas amankan 36 kilogram kokain terdampar di Pantai Tunjuk
Sabtu, 02 Juli 2022 - 17:59 WIB
Polres Anambas, Polda Kepulauan Riau, mengamankan 36 kilogram narkotika golongan satu jenis kokain y...
Polisi Palembang benarkan ada korban tewas saat gedung sekolah runtuh
Sabtu, 02 Juli 2022 - 15:11 WIB
Kepolisian di Palembang, Sumatera Selatan membenarkan ada satu korban tewas tertimpa gedung sekolah ...
Kejaksaan Rote Ndao tahan tiga tersangka korupsi pembangunan puskesmas
Sabtu, 02 Juli 2022 - 12:39 WIB
Penyidik tindak pidana korupsi Kejaksaan Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan penahanan...
Polisi periksa tiga saksi robohnya gedung sekolah di Palembang
Sabtu, 02 Juli 2022 - 11:39 WIB
Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang, Sumatera Selatan, memeriksa tiga orang s...
 Sidang perdana TSO dimulai, Razman minta DPRD Palas terima tim hukum TSO
Jumat, 01 Juli 2022 - 22:13 WIB
Bupati Padang Lawas (Palas) Nonaktif Ali Sutan Harahap yang disapa Tengku Sutan Oloan (TSO) menghadi...
Polda Banten ungkap sindikat peredaran narkoba internasional
Jumat, 01 Juli 2022 - 18:09 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Banten berhasil mengungkap sindikat peredaran narkoba jaringan lintas prov...
Bareskrim Polri mendalami laporan Ahmad Sahroni terhadap Adam Deni
Jumat, 01 Juli 2022 - 17:10 WIB
Bareskrim Polri tengah mendalami laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Wakil Ketu...
InfodariAnda (IdA)