P2G desak Pemprov DKI Jakarta hentikan PTM 100 persen
Elshinta
Rabu, 26 Januari 2022 - 16:31 WIB |
P2G desak Pemprov DKI Jakarta hentikan PTM 100 persen
Dokumentasi - Pelajar mengikuti PTM terbatas di salah satu sekolah di Jakarta Selatan, Jumat (9/4/2021). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

Elshinta.com - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak Pemprov DKI Jakarta agar menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen, menyusul ditemukannya kasus positif COVID-19 di 90 sekolah.

“Sebanyak 90 sekolah di DKI Jakarta ditutup dan dihentikan proses PTM 100 persen karena siswa dan guru positif COVID-19,” kata Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim, di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, kondisi itu membuat para guru, orang tua dan siswa merasa cemas dalam melaksanakan PTM 100 persen yang masih berjalan. PTM 100 persen dinilai tidak aman bagi guru dan siswa.

Kata Satriwan, skema PTM 100 persen Jakarta di tengah menghadapi kondisi gelombang ketiga COVID-19, secara psikologis membuat para guru dan orang tua cemas.

"Coba rasakan, bagaimana guru, siswa berinteraksi kayak sekolah normal, sebab 100 persen siswa masuk setiap hari. Sementara itu angka kasus meningkat tajam tiap hari. Ini mengganggu pikiran dan kenyamanan belajar di sekolah," kata dia.

Satriwan menambahkan, data yang dihimpun P2G menunjukkan ada beberapa sekolah di Jakarta sudah menghentikan PTM 100 persen sebanyak dua kali, hanya dalam jarak waktu dua pekan, karena berulang siswa dan gurunya positif COVID-19.

Jumlah sekolah yang menghentikan PTM 100 persen, katanya, terus bertambah tiap pekan. Semula 39 sekolah, lalu 43 sekolah, dan sekarang 90 sekolah. Padahal Jakarta belum satu bulan PTM 100 persen.

"Ada beberapa sekolah semula PTM 100 persen, lalu siswa kena COVID-19, PTM dihentikan 5×24 jam. Setelah itu PTM lagi, setelah beberapa hari PTM ada siswa positif lagi, terpaksa PTM dihentikan kembali. Ini kan tidak efektif. Sekolah buka tutup, buka tutup terus, tidak tahu sampai kapan," ujar Satriwan.

Jadi, menurut dia, pelaksanaan skema PTM 100 persen tidak sepenuhnya aman, lancar, dan efektif. Di sisi lain, P2G masih menemukan banyak pelanggaran PTM 100 persen yang terjadi, yakni jarak 1 meter dalam kelas yang sulit dilakukan karena ruang kelas relatif kecil ketimbang jumlah siswa, ruang sirkulasi udara tidak ada atau ventilasi udara tidak dibuka karena kelas menggunakan pendingin ruangan, siswa berkerumun dan nongkrong bersama sepulang sekolah, dan masih ada kantin sekolah buka secara diam-diam. Kondisi demikian akibat lemahnya pengawasan dari satgas COVID-19, termasuk dinas terkait. Kedisiplinan terhadap protokol kesehatan harus terus digaungkan, mulai dari rumah, di jalan, angkutan umum, di sekolah dan pulang sekolah.

Berdasarkan kondisi yang sudah mengkhawatirkan itu, P2G mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, termasuk kepala daerah sekitar daerah aglomerasi, menghentikan skema PTM 100 persen demi keselamatan dan kesehatan semua warga sekolah.

"Kami memohon agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengembalikan kepada skema PTM terbatas 50 persen. Dengan metode belajar blended learning, sebagian siswa belajar dari rumah, dan sebagian dari sekolah. Metode ini cukup efektif mencegah learning loss sekaligus life loss," pinta Satriwan.

Lagi pula, katanya, guru-guru dan siswa di DKI Jakarta sudah berpengalaman menggunakan skema PTM T 50 persen dengan metode hibrida tersebut.

"Para guru dan siswa rata-rata sudah memiliki gawai pintar, bahkan laptop/komputer, sinyal internet bagus, relatif tak ada kendala dari aspek infrastruktur digital. Tentu dengan catatan, ada pendampingan orang tua dari rumah selama PJJ," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kali kesebelas, Kota Depok kembali raih WTP dari BPK
Selasa, 24 Mei 2022 - 11:04 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris, sumringah, pasalnya, Pemerintah Kota depok kembali meraih predikat W...
Anies promosi Kepulauan Seribu untuk pekerja digital
Selasa, 24 Mei 2022 - 10:02 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempromosikan kawasan Kepulauan Seribu sebagai tempat bekerja se...
Polda Metro buka SIM Keliling di lima lokasi Jakarta
Selasa, 24 Mei 2022 - 08:15 WIB
Polda Metro Jaya kembali membuka layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) Keliling di lima lokasi DKI Jaka...
BMKG prakirakan sebagian DKI diguyur hujan dan angin kencang
Selasa, 24 Mei 2022 - 07:27 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah DKI Jakarta diguy...
Polrestro Jakbar tangani kasus kekerasan di Pintu Tol Tanjung Duren
Senin, 23 Mei 2022 - 22:17 WIB
Polres Metro Jakarta Barat memastikan menangani kasus tindak kekerasan yang dilakukan pengemudi mobi...
Pemkot Jaktim ukur lahan terdampak kebakaran di Pasar Gembrong
Senin, 23 Mei 2022 - 21:35 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) mengukur luas lahan yang terdampak kebakaran di Pasar ...
DKI gelar perayaan HUT ke-495 selama sebulan
Senin, 23 Mei 2022 - 21:21 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar perayaan HUT ke-495 Jakarta selama sebulan penuh mulai 24 ...
DKI hadirkan Niki dan Rich Brian saat peresmian JIS
Senin, 23 Mei 2022 - 18:18 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menghadirkan penyanyi Niki dan Rich Brian saat ...
Warga korban kebakaran Pasar Gembrong mulai tempati Rusun CBU
Senin, 23 Mei 2022 - 17:47 WIB
Warga korban kebakaran Pasar Gembrong RW 01, Jakarta Timur, mulai menempati lokasi penampungan semen...
Pemkot Jakbar periksa kedai kopi diduga penyedia pijat prostitusi
Senin, 23 Mei 2022 - 16:42 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) memeriksa kedai kopi diduga penyedia jasa pijat prost...
InfodariAnda (IdA)