Arab Saudi dan Thailand sepakat pulihkan hubungan diplomatik
Elshinta
Rabu, 26 Januari 2022 - 13:11 WIB |
Arab Saudi dan Thailand sepakat pulihkan hubungan diplomatik
Dokumentasi - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mengikuti KTT G20 secara virtual di Riyadh, Kamis (26/3/2020). Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

Elshinta.com - Pemerintah Arab Saudi dan Thailand pada Selasa (25/1) sepakat memulihkan hubungan diplomatik, setelah kedua negara berselisih menyangkut kasus pencurian perhiasan oleh seorang petugas kebersihan asal Thailand yang bekerja di istana seorang pangeran Saudi, 30 tahun lalu.

Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman bertemu Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, yang sedang berkunjung ke Saudi dan mereka mengeluarkan pernyataan bersama di media negara Saudi.

Dalam pernyataan bersama, kedua pemimpin menyatakan sepakat untuk saling menempatkan duta besar di negara masing-masing "dalam waktu dekat" untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan.

Pertemuan Pangeran Mohammed dengan PM Prayuth itu merupakan yang pertama kalinya berlangsung antara pemimpin Saudi dan Thailand sejak kedua negara terlibat perselisihan tersebut.

Saudi sebelumnya menurunkan derajat hubungan dengan Bangkok setelah kedua negara terlibat perselisihan diplomatik menyangkut pencurian permata senilai 20 juta dolar AS (sekitar Rp286,7 miliar) pada 1989 oleh seorang warga Thailand yang bekerja sebagai petugas kebersihan di istana seorang pangeran Saudi.

Perselisihan itu kemudian dikenal sebagai "Blue Diamond Affair" atau kasus berlian biru.

Satu tahun setelah kasus pencurian, tiga diplomat Saudi di Thailand tewas dalam tiga pembunuhan terpisah, dalam satu malam.

Menurut pernyataan bersama pada Selasa, Prayuth menyatakan "secara tulus menyesalkan adanya kejadian tragis itu di Thailand antara 1989 dan 1990".

Prayuth menyatakan pemerintahnya siap "membawa kasus kepada otoritas terkait jika ada bukti baru yang relevan".

Pencurian perhiasan itu sendiri masih menjadi salah satu misteri besar yang belum terpecahkan di Thailand. Kasus tersebut diikuti dengan peristiwa berdarah penghilangan jejak, yang melibatkan beberapa jenderal polisi Thailand.

Sejumlah besar permata yang dicuri, termasuk berlian biru yang langka, masih belum ditemukan.

Pada 2014, pengadilan kejahatan di Thailand menghentikan kasus lima pria, termasuk seorang pejabat tinggi kepolisian, yang sebelumnya didakwa membunuh pengusaha Saudi bernama Mohammad al-Ruwaili.

Mohammad menghilang satu bulan setelah ia menyaksikan salah satu penembakan terhadap para diplomat Saudi.

Thailand ingin memulihkan hubungannya dengan Arab Saudi, negara yang kaya minyak, setelah perselisihan terjadi.

Perselisihan itu membuat perdagangan kedua dua-arah serta pemasukan dari sektor pariwisata mengalami kerugian miliaran dolar AS. Selain itu, puluhan ribu migran Thailand juga kehilangan pekerjaan.

Saudi Arabian Airlines pada Selasa mengumumkan di Twitter bahwa maskapai tersebut pada Mei akan memulai kembali layanan penerbangan langsung ke Thailand.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WHO: tidak ada bukti virus cacar monyet telah bermutasi
Selasa, 24 Mei 2022 - 13:35 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa tidak mempunyai bukti bahwa virus cacar monyet tel...
Presiden Ukraina bersedia bertemu Putin untuk akhiri perang
Selasa, 24 Mei 2022 - 13:10 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan Presiden Vladimir Putin adalah satu-satunya pejabat ...
WHO tegaskan tidak perlu vaksinasi cacar monyet secara massal
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:36 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak ada kebutuhan mendesak untuk vaksinasi cacar monye...
Uni Eropa izinkan vaksin Vaxzevria sebagai `booster` COVID-19
Senin, 23 Mei 2022 - 21:07 WIB
Produsen obat AstraZeneca pada Senin mengatakan bahwa vaksin COVID-19 buatannya, Vaxzevria, diizinka...
Produsen obat usulkan tanggapan cepat pandemi bagi negara miskin
Senin, 23 Mei 2022 - 14:30 WIB
Para produsen obat global melobi negara-negara kaya untuk mendanai mekanisme pasokan yang akan secar...
Anthony Albanese dilantik menjadi PM Australia
Senin, 23 Mei 2022 - 13:35 WIB
Pemimpin Partai Buruh, Anthony Albanese, pada Senin dilantik sebagai perdana menteri ke-31 Australia...
Tinjau dapur katering di Madinah, Menag: Ada juru masak dan bahan baku Indonesia
Senin, 23 Mei 2022 - 12:01 WIB
Hari kelima kunjungan kerja ke Arab Saudi, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meninjau kesiap...
Rusia gempur wilayah Donbas dan Mykolaiv di Ukraina
Minggu, 22 Mei 2022 - 20:10 WIB
Pasukan Rusia menggempur tentara Ukraina dengan serangan udara dan artileri di wilayah timur dan sel...
Huawei bedah peluang ekonomi di kawasan Asia Pasifik
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:01 WIB
Hari kedua gelaran Huawei Asia Pacific Digital Innovation Congress 2022 ditandai dengan sesi diskusi...
KJRI promosi tempe di New York
Minggu, 22 Mei 2022 - 08:15 WIB
Konsulat Jenderal RI di New York telah mempromosikan tempe di kota itu sebagai bagian kolaborasi den...
InfodariAnda (IdA)