Isa kiri Isa kanan
Cegah anak stunting bisa dimulai sebelum ibu masuki kehamilan
Elshinta
Selasa, 25 Januari 2022 - 23:11 WIB |
Cegah anak stunting bisa dimulai sebelum ibu masuki kehamilan
Ilustrasi Ibu Hamil. (ANTARA/HO/Pexels)

Elshinta.com - Pencegahan kasus anak stunting atau kekerdilan rupanya bisa dimulai bahkan sebelum ibu memasuki masa kehamilan. 

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUD Kabupaten Tangerang dokter Dhika Prabu Armadhanu, SpOG (K)., M.Kes menyebutkan calon ibu bisa mencegah kasus stunting sejak sebelum kehamilan dengan cara menjaga asupan nutrisi yang cukup untuk dirinya terlebih dahulu.

“Kehamilan bagus itu juga tergantung terhadap plasenta. Kalau plasenta ibu hamil bagus, pastinya kehamilan pun bagus. Supaya plasenta dalam kondisi baik ketika kehamilan, perlu perencanaan kehamilan sebelum pernikahan. Paling tidak tiga bulan sebelum pernikahan, pasangan harus mulai merencanakannya. Calon ibu harus mendapatkan cukup nutrisi agar siap menghadapi kehamilan,” ujar dokter Prabu dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Biasanya untuk mencegah kasus stunting, ibu- ibu yang baru hamil baru disarankan dan dianjurkan untuk menjaga perubahan gaya dan pola hidup termasuk perbaikan nutrisi. Rupanya cara itu kurang tepat, dan seharusnya calon ibu harus sudah menjaga pola hidup sehat dan nutrisi cukup bahkan sebelum merencanakan kehamilan.

Faktanya di lapangan ternyata masih banyak ibu yang bahkan sudah hamil tidak menyadari dirinya mengalami kekurangan nutrisi atau malnutrisi. Maka dari itu akhirnya terjadilah banyak kasus anak stunting atau mengalami kekerdilan.

Agar hal itu tidak kembali berulang, maka sebagai ibu hamil ada beberapa cara untuk mengetahui apakah dirinya sudah memiliki nutrisi cukup atau justru berkekurang.

Salah satu cara mengenali ibu hamil mengalami kekurangan nutrisi adalah ketika berat badannya tidak bertambah, bahkan mengalami penurunan, sedangkan janin bertambah berat.

Ibu hamil yang mengalami kurang gizi tidak hanya berisiko mengalami anemia atau preeklamsia, tetapi defisiensi nutrisi juga memengaruhi pertumbuhan bayi. Ibu berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, melahirkan bayi prematur, dan juga menimbulkan risiko anak mengalami stunting.

Untuk itu ibu harus rutin menjaga pola makan yang sehat dan seimbang agar nutrisinya terpenuhi dan dapat mencegah terjadinya kasus stunting untuk generasi mendatang. Apabila kebutuhan nutrisi telah tercukupi sejak sebelum hamil, ibu dapat lebih tenang dalam menjalani proses kehamilan sekaligus mempersiapkan kelahiran bayi.

Menurut Survei Status Gizi Balita Indonesia 2021, stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia.

Meskipun angka stunting di Indonesia mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir, jumlahnya masih berada di atas negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hepatitis akut sebabkan kerusakan hati yang parah
Selasa, 24 Mei 2022 - 10:31 WIB
Siaran PersSaat Indonesia mulai bernapas lega dengan menurunnya tren kasus Covid-19, penyakit bar...
Psikolog: Tetap prokes atasi cemas di tengah pelonggaran masker
Selasa, 24 Mei 2022 - 08:27 WIB
Psikolog Mega Tala Harimukthi menyarankan orang-orang yang masih khawatir dengan dirinya sendiri di ...
Pria dengan masalah kesuburan berisiko terkena kanker payudara
Senin, 23 Mei 2022 - 19:21 WIB
Penelitian terbaru menemukan bahwa pria yang tidak subur kemungkinan dua kali lebih beresiko terkena...
Ini fase-fase penyakit hepatitis akut berat
Senin, 23 Mei 2022 - 17:34 WIB
Guru Besar yang juga merupakan Dokter Spesialis Anak Sub Spesialis Gastro-Hepatologi FKUI–RSCM, Pr...
Dokter ini bantu pahami sisi gelap diri dalam `Merawat Luka Batin`
Minggu, 22 Mei 2022 - 13:55 WIB
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Jiemi dr. Jiemi Ardian Sp.KJ memberikan kiat bagi orang-orang t...
Masih perlukah tes COVID-19 untuk kurangi penularan kasus saat ini?
Minggu, 22 Mei 2022 - 12:07 WIB
Bagi sebagian orang, menjalani tes usap di hidung atau tenggorokan (swab test) untuk menguji COVID-1...
Seberapa efektifkah `powder sunscreen`?
Sabtu, 21 Mei 2022 - 11:35 WIB
Sebagian besar orang lebih mengenal sunscreen atau tabir surya dalam bentuk losyen atau spray.
Dokter: Obesitas dapat memicu gangguan siklus haid
Sabtu, 21 Mei 2022 - 10:51 WIB
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Rumah Sakit Siloam Mampang dr. Joan Meutia Sari Sp.OG m...
Berapa banyak urine yang dapat ditampung kandung kemih yang sehat?
Sabtu, 21 Mei 2022 - 08:01 WIB
Kandung kemih manusia dapat menampung cukup banyak cairan yakni sekitar 2,3 cangkir atau 500 ml untu...
Pentingnya ukur tekanan darah secara rutin sebelum muncul keluhan
Sabtu, 21 Mei 2022 - 00:11 WIB
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Hipertensi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular I...
InfodariAnda (IdA)