Polisi ciduk 14 orang terkait pengeroyokan lansia di Jaktim
Elshinta
Senin, 24 Januari 2022 - 22:51 WIB |
Polisi ciduk 14 orang terkait pengeroyokan lansia di Jaktim
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Elshinta.com - Kepolisian telah menciduk 14 orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan hingga menewaskan seorang pria lanjut usia (lansia) di Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu (23/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

"Sampai sore ini sudah melakukan pemeriksaan dan masih berlangsung, ada 14 orang yang sudah kita amankan dan periksa terkait hal ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Senin.

Zulpan mengatakan, dari 14 orang yang diamankan, satu di antaranya diduga berperan sebagai provokator yang meneriaki korban sebagai maling.

"Di antara 14 orang yang diperiksa ada satu yang motornya diserempet dan kemudian dia melakukan provokasi dengan teriakan maling. Sehingga orang di sekitar mobil tersebut menduga mobil yang dicuri atau orang yang di dalamnya pelaku curanmor," ujarnya.

Namun hingga saat ini terduga provokator tersebut belum ditetapkan sebagai tersangka.
Polisi baru menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tersebut yang berinisial R atas perannya turut menganiaya korban.

Adapun pasal yang dipersangkakan terhadap tersangka R tersebut adalah Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Sebelumnya, seorang lansia berinisial WH (89) tewas setelah dikeroyok massa di Cakung, Jakarta Timur, pada Minggu (23/1) dini hari karena dituduh sebagai pencuri mobil.

Peristiwa itu menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman kamera ponsel terlihat sejumlah massa yang mengendarai sepeda motor berusaha mengejar mobil yang dikendarai korban.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kali kesebelas, Kota Depok kembali raih WTP dari BPK
Selasa, 24 Mei 2022 - 11:04 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris, sumringah, pasalnya, Pemerintah Kota depok kembali meraih predikat W...
Anies promosi Kepulauan Seribu untuk pekerja digital
Selasa, 24 Mei 2022 - 10:02 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempromosikan kawasan Kepulauan Seribu sebagai tempat bekerja se...
Polda Metro buka SIM Keliling di lima lokasi Jakarta
Selasa, 24 Mei 2022 - 08:15 WIB
Polda Metro Jaya kembali membuka layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) Keliling di lima lokasi DKI Jaka...
BMKG prakirakan sebagian DKI diguyur hujan dan angin kencang
Selasa, 24 Mei 2022 - 07:27 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah DKI Jakarta diguy...
Polrestro Jakbar tangani kasus kekerasan di Pintu Tol Tanjung Duren
Senin, 23 Mei 2022 - 22:17 WIB
Polres Metro Jakarta Barat memastikan menangani kasus tindak kekerasan yang dilakukan pengemudi mobi...
Pemkot Jaktim ukur lahan terdampak kebakaran di Pasar Gembrong
Senin, 23 Mei 2022 - 21:35 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) mengukur luas lahan yang terdampak kebakaran di Pasar ...
DKI gelar perayaan HUT ke-495 selama sebulan
Senin, 23 Mei 2022 - 21:21 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar perayaan HUT ke-495 Jakarta selama sebulan penuh mulai 24 ...
DKI hadirkan Niki dan Rich Brian saat peresmian JIS
Senin, 23 Mei 2022 - 18:18 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menghadirkan penyanyi Niki dan Rich Brian saat ...
Warga korban kebakaran Pasar Gembrong mulai tempati Rusun CBU
Senin, 23 Mei 2022 - 17:47 WIB
Warga korban kebakaran Pasar Gembrong RW 01, Jakarta Timur, mulai menempati lokasi penampungan semen...
Pemkot Jakbar periksa kedai kopi diduga penyedia pijat prostitusi
Senin, 23 Mei 2022 - 16:42 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) memeriksa kedai kopi diduga penyedia jasa pijat prost...
InfodariAnda (IdA)