Korban dugaan kekerasan seksual di Manado meninggal karena leukimia
Elshinta
Senin, 24 Januari 2022 - 20:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
 Korban dugaan kekerasan seksual di Manado meninggal karena leukimia
Sumber foto: Franki Pangkey/elshinta.com.

Elshinta.com - Seorang perempuan berinisial CT yang dirawat di RS Kandou Malalayang sejak 29 Desember 2021, yang diduga mengalami kekerasan seksual akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Senin (24/1) pukul 07.25 Wita.

Menurut penjelasan Direktur Utama RSUP Prof Kandou Malalayang Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD,  meninggalnya pasien CT ini disebabkan karena penyakit kanker darah atau leukimia yang dideritanya.

"Kematian disebabkan karena pasien mengalami kanker darah," ujarnya saat Press Conference di RS Prof Kandou Malalayang Manado, Senin (24/1) siang di hadapan para wartawan.

Ia mengatakan ada 2 hal yang berbeda, antara dugaan tindak pidana kekerasan seksual dan pasien mengalami kanker darah. "Justru kematian korban disebabkan karena pasien mengalami kanker darah," tegas dr. Jimmy.

Ditambahkan oleh dr. Joel, dokter jaga yang menerima pasien CT saat datang pada tanggal 29 Januari 2021 pukul 01.00 Wita, pasien CT datang dengan keluhan perdarahan dan disertai membawa surat permintaan visum dari kepolisian. 

“Disaat pemeriksaan saya temukan ada lebam-lebam di sebagian besar tubuh sampai ke area dekat kemaluan disertai dengan adanya perdarahan di sekitar kemaluan. Kami juga melanjutkan dengan VER dan hasilnya ditemukan adanya robekan di selaput darah, dimana robekan yang sifatnya sudah lama,” terang dr. Joel seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Franky Pangkei.

Pasien ini kemudian lanjut rawat di Bagian Anak di ruang ICU, karena kondisinya berada di bawah penurunan kesadaran, dimana HB-nya hanya 1,8 dan itu akibat perdarahan yang sudah berlangsung lama. “Pasien dilanjutkan perawatan di Bagian Anak, dan ada temuan-temuan diduga mengarah pada penyakit leukemia. Dan itu yang kami pikirkan sebagai penyebab perdarahan di vagina atau haid tidak bisa berhenti, perdarahan berlangsung terus tidak berhenti akibat ada kelainan darah,” ujar dr. Joel.

Terkait robekan di selaput darah, Tim Dokter juga mengatakan selain aktifitas seksual, hal itu juga bisa disebabkan karena aktifitas lainnya seperti olah raga atau karena mengalami kecelakaan/terjatuh. Tim Dokter juga memantau lebam-lebam yang dialami pasien berpindah-pindah, sehingga disimpulkan pasien CT mengalami leukemia.

Kondisi pasien sebelum meninggal, mengalami demam, pucat dan mata kabur, secara menyeluruh terjadi perdarahan di bola matanya dan sudah diberikan transfusi darah namun kondsi pasien semakin memburuk dan dinyatakan meninggal.

Sementara itu Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast dan Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Sirait yang hadir dalam press conference ini menyampaikan belasungkawa dan turut berduka cita yang dalam.

"Saya Kapolda Sulawesi Utara menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhumah adik CT. Ini merupakan tantangan buat kami untuk mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual ini," ujar Irjen Pol Mulyatno.

Polda Sulut dan Polresta Manado katanya menaruh perhatian yang sangat serius terhadap kasus ini. "Dan kita akan terus melakukan upaya-upaya intensif guna mengungkap kasus ini," kata Kapolda Irjen Pol Mulyatno.

Press Conference ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas P3A Daerah Sulut Ny. Kartika Devi Tanos dan 3 dokter ahli yang melakukan pendampingan perawatan terhadap adik CT.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Satgas Yonif 126/KC laksanakan donor darah di perbatasan RI-PNG
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:55 WIB
Satgas Yonif 126/KC bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jayapura menyelenggarakan donor dara...
Polres Cianjur berlakukan sistem satu arah ke Bogor
Minggu, 22 Mei 2022 - 17:23 WIB
Polres Cianjur, Jawa Barat, memberlakukan sistem satu arah menuju Bogor karena ekor antrean terus me...
Tingkatkan kemampuan kebencanaan, Basarnas Jayapura gelar pelatihan
Minggu, 22 Mei 2022 - 16:48 WIB
Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayapura menggelar pelatihan teknik pertolongan di keting...
Polda Jatim gandeng mahasiswa kedokteran sasar vaksinasi remaja
Minggu, 22 Mei 2022 - 15:12 WIB
Bid Dokkes Polda Jatim terus melakukan akselerasi vaksinasi. Hal ini disampaikan oleh Kabid Dokkes P...
Airlangga: Fahmi Idris sosok aktivis dan pekerja keras
Minggu, 22 Mei 2022 - 14:27 WIB
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai Fahmi Idris sebagai sosok seorang aktivis da...
Sumbar dongkrak pendapatan daerah dengan turun ke jalan
Minggu, 22 Mei 2022 - 13:43 WIB
Siang yang terik di Kota Padang, saat sejumlah petugas gabungan Kepolisian, Jasa Raharja dan Pegawai...
Wali Kota Surabaya tekankan pentingnya rekayasa perawatan bangunan
Minggu, 22 Mei 2022 - 13:31 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan pentingnya memperkuat perawatan dan pemeliharaan bangunan ...
Menko PMK: Jika jadi endemi penanganan COVID-19 seperti penyakit biasa
Minggu, 22 Mei 2022 - 12:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyataka...
Tim SAR temukan nelayan hilang tersambar petir di Kolaka meninggal
Minggu, 22 Mei 2022 - 12:43 WIB
Tim SAR gabungan menemukan nelayan bernama Suriadi (39) yang dilaporkan hilang pada Jumat (20/5) aki...
Kapal ikan berpenumpang 10 orang tenggelam di perairan Ternate
Minggu, 22 Mei 2022 - 12:31 WIB
Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut) melakukan pencarian terhadap...
InfodariAnda (IdA)