Presiden Jokowi: Jangan ada jadwal mundur hilirisasi
Elshinta
Senin, 24 Januari 2022 - 14:48 WIB |
Presiden Jokowi: Jangan ada jadwal mundur hilirisasi
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan tidak ada jadwal mundur untuk proyek-proyek hilirisasi, termasuk untuk batu bara.

"Tadi juga sebelum masuk ke sini saya kumpulkan semua yang berkaitan dengan ini untuk memastikan bahwa ini selesai sesuai yang disampaikan oleh 'Air Products' dan juga tadi Menteri Investasi (mengatakan waktunya) 30 bulan. Jangan ada mundur mundur lagi, dan kita harapkan nanti setelah di sini selesai, dimulai lagi di tempat lain," kata Presiden Jokowi di Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (24/1).

Presiden Jokowi mengatakan hal tersebut saat melakukan "groundbreaking" proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di kabupaten Muara Enim, Sumsel. Proyek hilirasi itu sendiri merupakan kerja sama antara PT Bukit Asam, PT Pertamina, dan investor asal Amerika Serikat, Air Products.

"Ada yang nyaman dengan impor. Memang duduk di zona nyaman tuh paling enak, sudah rutinitas terus impor, impor, impor, impor, impor tidak berpikir bahwa negara itu dirugikan, rakyat dirugikan karena tidak terbuka lapangan pekerjaan," ungkap Presiden.

Padahal menurut Presiden Jokowi, dengan hanya mengurangi impor maka akan membuka lapangan pekerjaan sebanyak 11 ribu - 12 ribu.

"Kalau ada 5 investasi seperti yang ada di hadapan kita ini, 70 ribu lapangan pekerjaan akan tercipta. itu yang langsung, yang tidak langsung biasanya 2 - 3 kali lipat. Inilah kenapa saya ikuti terus, saya kejar terus," tambah Presiden.

Presiden Jokowi mengakui bahwa impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) Indonesia sangat besar yaitu sekitar Rp80 triliun dari kebutuhan Rp100-an triliun.

"Itu pun juga harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena harganya juga sudah sangat tinggi sekali. Subsidinya antara Rp60 triliun - 70 triliun, pertanyaan saya apakah ini mau kita teruskan? Impor terus yang untung negara lain, yang terbuka lapangan pekerjaan juga di negara lain? Padahal kita memiliki bahan bakunya kita memiliki 'raw materialnya' yaitu batu bara yang diubah menjadi DME hampir mirip dengan LPG tadi," kata Presiden.

Presiden Jokowi juga sudah melihat langsung api dari DME untuk memasak dan api yang dari LPG kalau untuk memasak.

"Sama saja, kalau ini dilakukan yang ini saja, di Bukit Asam ini bekerja sama dengan Pertamina dan Air Products ini nanti bisa sudah berproduksi, bisa mengurangi subsidi dari APBN itu Rp7 triliun kurang lebih," tambah Presiden.

Sedangkan bila seluruh impor LPG disetop dan berpindah ke DME maka akan menghemat subsidi dari APBN hingga Rp60 triliun - Rp70 triliun.

"Ini yang terus kita kejar. Selain kita bisa memperbaiki neraca perdagangan kita karena tidak impor, kita bisa memperbaiki neraca transaksi berjalan kita karena kita nggak impor, tapi banyak memang ini perintah sudah 6 tahun yang lalu saya sampaikan, memang kita ini sudah berpuluh-puluh tahun nyaman dengan impor," ungkap Presiden.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan impor LPG Indonesia rata-rata dalam 1 tahun adalah 6-7 juta metrik ton.

"Subsidi kita cukup besar Pak, di dalam perhitungan kami setiap 1 juta ton hilirisasi, kita bisa melakukan efisiensi kurang lebih sekitar Rp6 triliun - Rp7 triliun, itu efisiensi Pak dari subsidi. Jadi tidak ada alasan lagi untuk kita tidak mendukung program hilirisasi untuk melahirkan subtitusi impor," kata Bahlil.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Selain itu hadir juga Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Direktur Utama PT Bukit Asam Arsal Ismail, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan CEO Local Partner Air Products Indonesia Duddy Christian.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kali ke 6, BPK RI berikan opini WTP atas laporan keuangan Kota dan Kabupaten Magelang
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:37 WIB
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan ...
Pemerintah dukung penuh proyek gas Jambaran-Tiung Biru
Selasa, 24 Mei 2022 - 14:57 WIB
Guna memberikan dukungan penuh untuk persiapan menuju fase operasi di tahun ini, Kementerian Energi ...
Analis: Investor dapat cermati saham-saham properti
Selasa, 24 Mei 2022 - 14:14 WIB
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksono menilai kinerja sektor properti kini mulai bangkit dari damp...
Pengamat: Ekspor perikanan jangan bergantung pada produk mentah
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:58 WIB
Pengamat kelautan Abdul Halim menyatakan ekspor sektor perikanan harus didorong ke arah barang olaha...
Rupiah Selasa pagi menguat 11 poin
Selasa, 24 Mei 2022 - 09:27 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat 11 poin
IHSG Selasa dibuka menguat 18,45 poin
Selasa, 24 Mei 2022 - 09:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka menguat 18,45 poin
Kantor PLN di Bali diterangi listrik PLTS atap
Senin, 23 Mei 2022 - 15:11 WIB
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali berkomitmen dalam penambahan kapasitas pembangkit berbas...
Ekspor CPO kembali dibolehkan, Polda Sumut perketat awasi distribusi minyak goreng
Senin, 23 Mei 2022 - 11:34 WIB
Polda Sumatera Utara akan memperketat pengawasan terhadap distribusi minyak goreng dan mewanti-wanti...
IHSG menguat seiring fokus pasar tertuju ke rapat Bank Indonesia
Senin, 23 Mei 2022 - 10:10 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (23/5) pagi menguat seiring...
Rupiah Senin pagi melemah tipis 2 poin
Senin, 23 Mei 2022 - 09:59 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi melemah tipis 2 p...
InfodariAnda (IdA)