HKTI minta pemda serius awasi penyaluran pupuk bersubsidi
Elshinta
Minggu, 23 Januari 2022 - 16:47 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
HKTI minta pemda serius awasi penyaluran pupuk bersubsidi
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat meminta pemerintah daerah serius mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi di daerah itu.

Ketua HKTI Pesisir Selatan Eri Nofriadi di Painan, Minggu (23/1) mengatakan kondisi itu mengakibatkan kelangkaan dan melonjaknya harga pupuk subsidi di tingkat kios pengecer sehingga membebani para petani, khususnya petani tanaman pangan.

"Ini sangat memberatkan petani dan makin lama masalahnya semakin rumit," kata dia.

Ia melanjutkan saat ini harga pupuk subsidi ditentukan kios pengecer, bahkan sangat jauh di atas Harga Eceran Tertinggi. Pemilik kios hanya mau menjual pupuk asalkan petani tutup mulut soal harga.

Penekanan seperti itu telah terjadi di sejumlah kecamatan di Pesisir Selatan. Padahal pupuk bersubsidi adalah milik petani yang diusulkan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Sedangkan dalam rantai distribusi pihak distributor dan kios pengecer hanyalah sebagai penyambung tangan produsen dan sehingga tidak berhak berspekulasi terkait harga dan ketersediaan.

"Penekanan pada petani dari kios pengecer itu telah kami buktikan, namun di lain sisi petani butuh. Akhirnya mau tak mau mereka setuju saja," terangnya.

Karena itu dirinya berharap pemerintah kabupaten memperketat pengawasan dengan melibatkan berbagai unsur, baik TNI, Polri, Kejaksaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan unsur-unsur lain.

Kemudian memberikan sanksi tegas bagi para distributor dan kios pengecer yang mencoba bermain demi keuntungan pribadi dan kelompok. Memastikan RDKK sesuai dengan kebutuhan wilayah.

Kenaikan harga dan kelangkaan pupuk bersubsidi di Pesisir Selatan sudah terjadi sejak pertengahan 2021. Petani menjerit karena hasil pertanian tidak seimbang lagi dengan modal tanam.

Salah seorang petani di Kampung Muaro Nagari (desa adat) IV Koto Hilir Kecamatan Batang Kapas Indra Fansuri, (44) mengaku pupuk jeni ZA kini Rp360 ribu per karung (50 Kilogram), melonjak jauh dari harga Maret yang hanya Rp150 ribu per karung.

Untuk jenis Ponska, naik dari Rp150 ribu per karung, kini menjadi Rp300 ribu per karung. Sementara keluhan yang disampaikan para petani hingga kini belum mendapat respon dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang ada di kecamatan itu.

Kondisi serupa juga dirasakan salah seorang petani di Nagari IV Koto Mudik Kecamatan Batang Kapas Afrizal (56) mengatakan tak hanya kenaikan harga, ketersediaan pupuk bersubsidi mulai langka sejak dua bulan terakhir.

Menurutnya, dari keterangan kios pengecer kekosongan terjadi dari tingkat distributor kabupapaten. Bahkan, kuota yang diterima petani masih separoh dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

"Padahal kini memasuki musim tanam. Akibatnya kini banyak padi petani yang menguning karena kekurangan pupuk," ujarnya.

Kelangkaan dan lonjakan harga pun dialami petani di Nagari Salido Kecamatan IV Jurai. Maradi, (68), salah seorang petani setempat mengaku phonzka Rp150 ribu per karung, dari Rp135 ribu per karung. Urea Rp150 ribu per karung, dari Rp125 per karung. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kawal kebijakan Presiden soal minyak goreng, Pengamat minta Mendag banyak libatkan Polri
Rabu, 25 Mei 2022 - 15:55 WIB
Harga minyak goreng curah di sejumlah daerah belum mencapai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diteta...
Polisi Kota Tangerang awasi kestabilan HET minyak goreng curah di pasar
Selasa, 24 Mei 2022 - 20:11 WIB
Polisi di Kota Tangerang, Banten terjun langsung ke lapangan untuk memastikan minyak goreng curah di...
Pengusaha jamu perlu segera daftarkan merek gabungan 
Selasa, 24 Mei 2022 - 19:44 WIB
Pengusaha Jamu Indonesia (GP Jamu) mengungkapkan adanya 126 merek produk jamu anggotanya yang tidak ...
BI catat kredit perbankan tumbuh 9,1 persen pada April
Selasa, 24 Mei 2022 - 17:35 WIB
Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan pada April 2022 tumbuh hingga 9,1 persen jika dibandin...
Percepat pembenahan pasar, Pemko dan PUD Pasar Kota Medan tinjau 2 pasar
Selasa, 24 Mei 2022 - 16:24 WIB
Untuk mempercepat pembenahan di pasar di bawah naungan PUD Pasar Medan, Pemko Medan meninjau dua pas...
Kali ke 6, BPK RI berikan opini WTP atas laporan keuangan Kota dan Kabupaten Magelang
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:37 WIB
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan ...
Pemerintah dukung penuh proyek gas Jambaran-Tiung Biru
Selasa, 24 Mei 2022 - 14:57 WIB
Guna memberikan dukungan penuh untuk persiapan menuju fase operasi di tahun ini, Kementerian Energi ...
Analis: Investor dapat cermati saham-saham properti
Selasa, 24 Mei 2022 - 14:14 WIB
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksono menilai kinerja sektor properti kini mulai bangkit dari damp...
Pengamat: Ekspor perikanan jangan bergantung pada produk mentah
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:58 WIB
Pengamat kelautan Abdul Halim menyatakan ekspor sektor perikanan harus didorong ke arah barang olaha...
Rupiah Selasa pagi menguat 11 poin
Selasa, 24 Mei 2022 - 09:27 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat 11 poin
InfodariAnda (IdA)