Kasus harian COVID-19 RI tambah 3.205 orang, 2.889 transmisi lokal
Elshinta
Sabtu, 22 Januari 2022 - 19:04 WIB |
Kasus harian COVID-19 RI tambah 3.205 orang, 2.889 transmisi lokal
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Kasus COVID-19 di Indonesia mengalami penambahan setelah 3.205 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan rincian 2.889 orang merupakan transmisi lokal dan 316 orang pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Data yang dihimpun Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan diterima di Jakarta pada Sabtu itu juga memperlihatkan penambahan 627 pasien sembuh dan lima orang meninggal dunia.

Total kasus di Indonesia sejak Maret 2020 adalah 4.283.453 kasus COVID-19, dengan 4.122.555 orang di antaranya telah sembuh dan 144.206 orang meninggal dunia.

Dengan penambahan itu maka saat ini terdapat 16.692 kasus aktif atau pasien yang dirawat atau menjalani isolasi setelah terkonfirmasi positif COVID-19. Angka itu memperlihatkan penambahan 2.573 kasus aktif dibandingkan Jumat (21/1).

Selain itu, terdapat pula 7.612 orang yang masuk dalam kategori suspek COVID-19.

Hasil penambahan itu didapat setelah pada hari ini dilakukan pengujian terhadap 281.161 spesimen dari 194.500 orang di jejaring laboratorium di seluruh Indonesia. Total 69.100.898 spesimen dari 46.621.388 orang sejak 2020.

Tingkat positif atau positivity rate nasional harian untuk kategori spesimen adalah 1,85 persen dan kategori orang adalah 1,65 persen.

Provinsi yang melaporkan penambahan terbesar pada hari ini yaitu DKI Jakarta dengan 1.825 kasus baru, Jawa Barat 641 kasus baru, Banten 451 kasus baru, Jawa Timur 79 kasus baru dan Bali 44 kasus baru.

Sementara laporan kematian berasal dari Jawa Timur yang memiliki dua kematian. Sedangkan Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Lampung yang melaporkan masing-masing dua kematian akibat COVID-19.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Aturan masker longgar, kantor pemerintahan dan sekolah masih diawasi  
Selasa, 24 Mei 2022 - 11:57 WIB
Satpol PP Sukoharjo, Jawa Tengah mengalihkan giat patroli dan pengawasan protokol kesehatan ke lingk...
 Raih WTP sepuluh kali berturut, Bupati Kudus: Jangan berpuas diri
Selasa, 24 Mei 2022 - 11:22 WIB
Pemerintah Kabupaten Kudus Jawa Tengah kembali meraih predikat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) ...
Sukoharjo terima opini WTP ketujuh dari BPK
Selasa, 24 Mei 2022 - 11:11 WIB
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk pengelola...
Kasat Lantas Polres Langkat bantu warga kurang mampu di Karang Gading
Selasa, 24 Mei 2022 - 10:45 WIB
Kasat Lantas Polres Langkat, Polda Sumatera Utara, AKP Hosea Ginting, berbagi sembako kepada sejumla...
BMKG : Dua hari kedepan wilayah NTB berpotensi diguyur hujan
Selasa, 24 Mei 2022 - 10:14 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi terjadi hujan sedang hing...
Seorang ibu selamat setelah sempat ditarik buaya ke dalam sungai
Selasa, 24 Mei 2022 - 09:39 WIB
Srimahwiyah (42) warga Gang Sepakat, Jalan Binjai Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Uta...
DPR ingatkan Kementan jangan remehkan PMK seperti awal COVID-19
Selasa, 24 Mei 2022 - 07:39 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengingatkan agar Kementerian Pertanian (Kementan) tidak m...
Sri Mulyani: RI bertanggung jawab tangkap perubahan risiko global
Selasa, 24 Mei 2022 - 07:01 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia memiliki tanggung jawab sebaga...
Sejumlah kawasan di Kaltara masih tergenang air
Selasa, 24 Mei 2022 - 06:45 WIB
Sejumlah kawasan di tiga kabupaten di Kalimantan Utara masih tergenang air akibat meluapnya beberapa...
Menko Luhut: Sabar, investasi Tesla butuh waktu dan proses
Selasa, 24 Mei 2022 - 00:23 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan renc...
InfodariAnda (IdA)