Pakar jelaskan fenomena `hybrid immunity` saat hadapi COVID-19
Elshinta
Sabtu, 22 Januari 2022 - 17:47 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Pakar jelaskan fenomena `hybrid immunity` saat hadapi COVID-19
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Spesialis paru dan akademisi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) RSUD Dr. Soetomo, dr. Helmia Hasan, menjelaskan bahwa meski terdapat hybrid immunity atau imunitas hibrida terhadap COVID-19 tapi protokol kesehatan tetap perlu dilakukan untuk menghindari infeksi ulang.

Dalam diskusi virtual yang diadakan PDPI tentang super immunity terhadap COVID-19, dia menjelaskan bahwa istilah super immunity sebenarnya hampir tidak pernah terlihat di dalam studi medis dan lebih sesuai jika disebut hybrid immunity atau kekebalan individu yang diperoleh dari kombinasi imuniti yang didapat dari infeksi alami dan vaksinasi.

"Memang kombinasi antara seseorang yang sudah pernah sakit dan kemudian mendapatkan vaksinasi memang respons antibodinya lebih tinggi," kata Helmia dalam diskusi yang diikuti secara virtual dari Jakarta, Sabtu (22/1).

Secara teori, jelasnya, individu yang telah divaksinasi dan yang pernah terinfeksi memiliki risiko rendah untuk terinfeksi kembali.

Infeksi natural dan vaksinasi menghasilkan neutralizing antibodies yang mempunyai peran proteksi yang utama terhadap COVID-19.

Dia menjelaskan bahwa jumlah sel B memori, yang bertugas menyimpan atau mengingat gen dari zat asing untuk menghasilkan antibodi, meningkat 5-10 kali lipat pada hybrid immunity dibandingkan setelah infeksi natural atau vaksinasi saja.

Neutralizing antibodi juga 100 kali lebih tinggi jika memiliki hybrid immunity dibandingkan imuniti hasil dari infeksi atau vaksinasi saja.

"Seseorang dengan hybrid immunity itu jarang sekali mengalami sakit yang parah dan bahwa kejadian adanya infeksi setelah hybrid immunity juga jarang, dibandingkan yang bukan hybrid immunity," jelasnya.

Namun demikian, dia menegaskan bahwa meski terdapat hybrid immunity tetapi memiliki risiko tertular karena karakter mutasi virus yang sulit diketahui. Untuk itu, protokol kesehatan tetapi menjadi hal utama dalam pencegahan COVID-19.

"Tetap protokol kesehatan karena kita tidak tahu sebetulnya kondisi antibodi kita di dalam tubuh, kondisi sel-sel kita di dalam tubuh. Jadi tetap melakukan protokol kesehatan supaya tidak tertular kembali," ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Aturan masker longgar, kantor pemerintahan dan sekolah masih diawasi  
Selasa, 24 Mei 2022 - 11:57 WIB
Satpol PP Sukoharjo, Jawa Tengah mengalihkan giat patroli dan pengawasan protokol kesehatan ke lingk...
 Raih WTP sepuluh kali berturut, Bupati Kudus: Jangan berpuas diri
Selasa, 24 Mei 2022 - 11:22 WIB
Pemerintah Kabupaten Kudus Jawa Tengah kembali meraih predikat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) ...
Sukoharjo terima opini WTP ketujuh dari BPK
Selasa, 24 Mei 2022 - 11:11 WIB
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk pengelola...
Kasat Lantas Polres Langkat bantu warga kurang mampu di Karang Gading
Selasa, 24 Mei 2022 - 10:45 WIB
Kasat Lantas Polres Langkat, Polda Sumatera Utara, AKP Hosea Ginting, berbagi sembako kepada sejumla...
BMKG : Dua hari kedepan wilayah NTB berpotensi diguyur hujan
Selasa, 24 Mei 2022 - 10:14 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi terjadi hujan sedang hing...
Seorang ibu selamat setelah sempat ditarik buaya ke dalam sungai
Selasa, 24 Mei 2022 - 09:39 WIB
Srimahwiyah (42) warga Gang Sepakat, Jalan Binjai Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Uta...
DPR ingatkan Kementan jangan remehkan PMK seperti awal COVID-19
Selasa, 24 Mei 2022 - 07:39 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengingatkan agar Kementerian Pertanian (Kementan) tidak m...
Sri Mulyani: RI bertanggung jawab tangkap perubahan risiko global
Selasa, 24 Mei 2022 - 07:01 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia memiliki tanggung jawab sebaga...
Sejumlah kawasan di Kaltara masih tergenang air
Selasa, 24 Mei 2022 - 06:45 WIB
Sejumlah kawasan di tiga kabupaten di Kalimantan Utara masih tergenang air akibat meluapnya beberapa...
Menko Luhut: Sabar, investasi Tesla butuh waktu dan proses
Selasa, 24 Mei 2022 - 00:23 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan renc...
InfodariAnda (IdA)