Renault bermitra dengan Geely
Elshinta
Sabtu, 22 Januari 2022 - 11:47 WIB |
Renault bermitra dengan Geely
Renault bermitra dengan Geely (ANTARA/HO-Renault).

Elshinta.com - Raksasa otomotif Prancis, Renault Group, bermitra dengan Geely Holding Group China untuk mengembangkan kendaraan berteknologi Hybrid Electric Vehicles (HEV) dan Internal Combustion Engine (ICE).

Kolaborasi antara Renault dan Geely akan menyasar pasar Korea Selatan sehingga mereka memutuskan untuk memproduksi kendaraan baru tersebut di pabrik Renault-Samsung di Busan. Mobil pertama mereka akan mulai diproduksi pada 2024.

"Kami senang atas dimulainya kemitraan inovatif dengan Geely, yang memiliki rekam jejak mengesankan di Industri Otomotif. Melalui proyek ini, Geely dan Renault akan membuka jalan untuk mengejar 20 tahun perjalanan dan berkontribusi pada industri Korea Selatan," kata CEO Grup Renault, Luca de Meo, melalui siaran pers perusahaan, Sabtu.

Selain memproduksi mobil HEV dan ICE yang rendah emisi, kerja sama itu juga menandai upaya Renault dan Geely untuk mengoptimalkan pasar otomotif kawasan Asia.

Kedua perusahaan belum mengumumkan secara detail terkait model mobil yang akan dibuat, namun mereka memastikan mobil terbaru itu akan menggunakan platform compact modular architecture (CMA) yang dikembangkan Geely bersama Volvo di Swedia.

Sedangkan Renault bersama Samsung akan menyumbang desain, teknologi serta melakukan riset di pasar domestik Korea Selatan.Jika mobil tersebut sukses di Korea Selatan, Renault akan melepas mobil itu ke pasar yang lebih luas di Asia.

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan Renault dan mewujudkan sinergi baru yang menggabungkan kekuatan dari kedua belah pihak untuk menciptakan nilai kepada pengguna," demikian kata Eric Li, Pimpinan Geely Holding Group.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah siapkan SDM digital yang unggul dan berdaya saing
Kamis, 19 Mei 2022 - 07:23 WIB
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara simultan telah menyiapkan...
Elon Musk isyaratkan ingin beli Twitter dengan harga yang lebih murah
Selasa, 17 Mei 2022 - 12:58 WIB
Elon Musk pada Senin (16/5) waktu setempat memberi isyarat bahwa dirinya ingin membeli Twitter denga...
Indonesia punya potensi besar dalam pertumbuhan ekonomi digital
Sabtu, 14 Mei 2022 - 11:11 WIB
Indonesia memiliki potensi yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi digital di masa depan, kat...
Dua petinggi Twitter akan hengkang dari perusahaan
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:19 WIB
Chief Executive Officer Twitter Parag Agrawal mengatakan dalam sebuah memo kepada karyawan bahwa dua...
Kemenkominfo `take down` hampir seluruh hoaks soal COVID-19 di medsos
Rabu, 11 Mei 2022 - 23:23 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkapkan bahwa  pihaknya telah menurunkan (take down) ...
Potret Marilyn Monroe karya Andy Warhol dilelang 195 juta dolar AS
Selasa, 10 Mei 2022 - 12:12 WIB
Potret Marilyn Monroe karya seniman Andy Warhol dilelang senilai 195 juta dolar AS (Rp2,8 triliun), ...
Mark Zuckeberg beri bocoran teknologi kacamata pintar terbarunya
Kamis, 05 Mei 2022 - 10:15 WIB
CEO Meta Mark Zuckeberg memberikan sedikit `bocoran` terkait teknologi terbarunya hasil kolaborasi d...
Metaverse dan tujuannya untuk masa depan
Rabu, 04 Mei 2022 - 20:35 WIB
Metaverse dalam satu tahun terakhir menjadi perbincangan hangat terutama sejak Facebook mengubah nam...
Hyundai terima lebih dari 1.500 pesanan IONIQ 5 di Indonesia
Selasa, 03 Mei 2022 - 18:35 WIB
Produsen mobil terbesar di Korea Selatan, Hyundai Motor Co., mengatakan telah menerima lebih dari 1....
Makna di balik tema Met Gala 2022
Selasa, 03 Mei 2022 - 15:15 WIB
Acara Met Gala 2022 mengusung tema `In America: An Anthology of Fashion` dengan dresscode gilded gl...
InfodariAnda (IdA)